https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/issue/feed Proceeding National Conference : Education, Social, Science, and Humaniora 2021-02-09T01:09:51+00:00 Muhammad Asy'ari muhammadasyari1991@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>ESSH </strong>(Education, Social Science, and Humaniora) is an annual conference organised by Research and Community Empowerment Institutions (LITPAM). The objective of this conference is to provide a forum for researchers and academics to explore ideas, methods and results of research/studies in order to increase understanding of the important character education, local wisdom as a medium for character learning, and the 21st-century innovative skills to achieve educational quality.</p><p>The scope of the conference <strong>includes</strong>, but is <strong>not limited</strong> to:</p><ol start="1"><li>Assessment and Evaluation</li><li>Curriculum Development</li><li>Distance Learning</li><li>Higher-Order Thinking</li><li>Learning Resources</li><li>Models of Teaching</li><li>Teacher Professional Development</li><li>Learning and Cognitive Style</li><li>Physical Science</li><li>Sports Science and Education</li><li>Character Building</li><li>Art and Educational Linguistics</li><li>Pure and Education Research of Biology, Physics, Chemistry, and Mathematics</li></ol> https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/341 Protective Factors For Teacher Resilience In Elementary Special Educations 2021-02-05T14:25:05+00:00 Zarina Akbar zarina_akbar@unj.ac.id Mauna Mauna anamauna001@gmail.com <p>This research aims to examine the protective factors associated with resiliency among teachers in elementary special educations. Psychological resilience is maintained to be fundamental for teachers because they are constantly exposed to various stressors that they only have a little control, such as a high workload, conflicting demands, lack of recognition, poor physical environment and student’s misbehavior. Teacher resilience is very important in enabling the teacher to respond positively to the challenging circumstances. Related to this research, some participants have completed the survey developed to represent the measurement of some protective factors, namely the self-compassion and self-esteem. Regression analysis was used to determine the association among protective factors for the resilience. The results indicate that the two protective factors contribute to teacher resilience. The information obtained regarding the protective factors can be used by school administrators to help in fostering the resilience. It can be concluded that supporting the teacher resilience is a promising practice that is important to the educational planning efforts at schools especially in elementary special educations.</p> 2021-01-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Zarina Akbar, Mauna Mauna https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/342 Effect of Microcrystalline Cellulose in the Extrusion-Spheronisation Process of Microparticulate-Making Technology: A Systematic Review. 2021-02-05T14:25:05+00:00 Rahmat Santoso rahmat.santoso@bku.ac.id Garnadi Jafar rahmat.santoso@bku.ac.id Evi Ulfah Hayati rahmat.santoso@bku.ac.id Multiparticulate consists of several preparations including mini-tablets, powders and pellets. In this review, the aim is to identify the characteristics of microparticulates, especially pellet preparations based on Microcrystalline Cellulose (MCC) using extrusion-spheronisation. Extrusion-spheronisation is the most widely used technique of making pellets involving dry mixing, wet granulation, extrusion, and spheronisation. MCC is the most commonly used additive in the manufacture of pellets in extrusion-spheronisation because it can create pellets with low friability, high porosity, and a smooth surface. However, the shortcoming of MCC-based pellets is the dissolution process is very slow requiring combination with other excipients such as polysorbate 80 and PEG 400. In addition, different treatments on other pellets require the use of different granulation liquids so that they play a role in dissolution. In addition, pellets with a drying process using hot air have smaller sizes compared to those using freeze drying. Copyright (c) 2021 Rahmat Santoso, Garnadi Jafar, Evi Ulfah Hayati https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/343 Metode Diseminasi Teknologi Hasil Penelitian yang Paling Efektif Menurut Peternak Sapi Potong di Nusa Tenggara Barat 2021-02-05T14:25:05+00:00 Mashur Mashur mashurntb40@gmail.com Hunaepi Hunaepi hunaepi@ikipmataram.ac.id Dina Oktaviana hunaepi@ikipmataram.ac.id Kholik Kholik hunaepi@ikipmataram.ac.id Kunti Tirtasari hunaepi@ikipmataram.ac.id Maratul Jannah hunaepi@ikipmataram.ac.id Perguruan tinggi dan lembaga-lembaga penelitian lainnya adalah sumber penghasil teknologi baru yang sangat potensial. Setiap tahun dihasilkan teknologi baru sangat banyak, namun jumlah yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat sangat terbatas. Untuk itu, diperlukan metode diseminasi teknologi yang paling efektif agar proses adopsi, diffusi dan penerapan teknologi baru hasil penelitian lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode diseminasi teknologi baru hasil penelitian yang paling efektif menurut pandangan peternak sapi potong pada peternakan rakyat di Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilaksanakan pada 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat bulan Januari-Juli 2018 dengan metode survai yang dilengkapi questioner. Jumlah responden sebanyak 816 orang ditetapkan secara purposive random sampling. Ada 17 metode diseminasi teknologi yang diteliti yang dibagi tiga kelompok, yaitu demonstrasi teknologi, interpersonal komunikasi dan penyebaran informasi. Data dianalisis secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 9,69% responden memilih gelar teknologi sebagai metode diseminasi yang paling efektif; 8,6% memilih temu lapang dan 8,59% memilih pameran. Berdasarkan kelompok metode diseminasi maka demontrasi teknologi paling efektif dengan 7,61% responden yang memilih; komunikasi interpersonal 6,9% dan penyebaran informasi 5,0%. Simpulannya tidak ada responden yang hanya memilih satu metode diseminasi yang paling efektif, tetapi sebagian besar memilih kombinasi dari tiga kelompok metode diseminasi<em>.</em> Copyright (c) 2021 Mashur Mashur, Hunaepi Hunaepi, Dina Oktaviana, Kholik Kholik, Kunti Tirtasari, Maratul Jannah https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/344 Argumen Deduktif Mahasiswa Dalam Mengonstruksi Bukti 2021-02-05T14:25:05+00:00 Deni Hamdani deni.math@unram.ac.id Sri Subarinah deni.math@unram.ac.id <p>Bukti adalah argumen logis yang diberikan sesuai dengan aturan sistem deduktif, dan digunakan sebagai pembenaran kebenaran pernyataan suatu teorema, serta merupakan bagian fundamental dari proses berpikir matematis, atau hematnya bukti adalah argumen deduktif. Mempelajari bukti adalah mempelajari ide-ide, konsep, dan strategi baru. Seluruh gudang metodologi matematika dan pengetahuan matematika tertanam dalam bukti. Kebutuhan untuk memahami, terutama menulis bukti sangatlah penting, karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan argumen deduktif mahasiswa dalam mengonstruksi bukti, khususnya masalah yang berkaitan dengan keterbagian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan gambaran argumen deduktif mahasiswa diambil dengan menganalisis hasil pembuktian 35 orang mahasiswa dan diperoleh 4 orang mahasiswa menggunakan teknik bukti langsung dan sisanya 31 orang menggunakan teknik induksi matematika. Hal ini disebabkan karena: 1) bahasan awal/pengantar mata kuliah teori bilangan tidak membahas tentang teknik bukti langsung dan bukti tak-langsung, 2) penekanan pada capaian pembelajaran tentang kedua teknik (bukti langsung dan tak-langsung) belum optimal, terutama pada mata kuliah kalkulus dan logika dan himpunan, 3) belum ada mata kuliah yang spesifik terkait dengan teknik menulis bukti atau teknik melakukan pembuktian. Hasil ini menyimpulkan bahwa argumen deduktif dalam mengonstruksi bukti masih belum berkembang sehingga mahasiswa perlu diperkenalkan terlebih dahulu jenis-jenis teknik pembuktian seperti bukti langsung, bukti tak-langsung (kontrapositif dan kontradiksi), dan kemudian teknik induksi matematika. Hal ini penting, agar mahasiswa dapat mempelajari ide-ide baru, konsep baru, strategi baru yang dapat diasimilasi ke dalam penelitian pengembangan lebih lanjut.</p><p> </p> Copyright (c) 2021 Deni Hamdani, Sri Subarinah https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/345 Penggunaan Metodologi Pembelajaran Bahasa Steps and Elicite Untuk Guru Bahasa Yayasan Pendidikan Arrahman NTB 2021-02-05T14:25:05+00:00 Jupri jupri jupri@ikipmataram.ac.id Arif Rahman jupri@ikipmataram.ac.id Agar pembelajaran lebih optimal dan sesuai dengan karakteristik siswa, maka<br />diperlukan sebuah metodologi pembelajaran bahasa yang efektif dan selektif sesuai<br />karakteristik dan situasi peserta didik. Dewasa ini, pengajaran bahasa khususnya<br />bahasa Inggris dan Arab dengan menggunakan metode dalam pembelajaran masih<br />belum optimal. Kebanyakan guru menggunakan metode dan pendekatan masingmasing<br /><br />yang tidak terukur. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan mereka dalam<br />memahami metode dan pendekatan dalam pembelajaran bahasa. Untuk mencari<br />alternatif solusi pemecahan masalah di atas, maka diadakan penelitian dengan<br />pelatihan metodologi steps dan elicits dalam pembelajaran bahasa. Dengan tujuan<br />memberi pemahaman kepada guru-guru penggunaan metode efektif dalam<br />pembelajaran bahasa, serta melatih guru-guru agar dapat mendesain bahan ajar yang<br />sesui dengan karakteristik metode steps dan elicite agar dapat memaksimalkan<br />kompetensi anak didik. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif<br />dengan memokuskan pada pelatihan guru Bahasa pada Yayasan Arrahman. Penelitian<br />ini menggunakan tes sebagai instrument utama dan observasi sebagai instrument<br />pendukung. Sasaran dari penelitian ini adalah guru-guru SD dan TK, khususnya guru<br />bahasa Yayasan Arrahman. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai<br />Agustus 2020 yang bertempat di sekolah Yayasn Arrahman Gerung, Kabupaten<br />Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa<br />metode steps dan elicite dapat meningkatkan pemahaman guru-guru dalam<br />pembelajaran bahasa serta meningkatkan keterampilan guru-guru dalam mendesain<br />bahan ajar sesuai dengan karakteristik metode steps dan elicite. Penelitian ini didukung<br />oleh peserta yang cukup antusias dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan KBM di<br />sekolah Yayasan Arrahman. Copyright (c) 2021 Jupri jupri, Arif Rahman https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/346 Keberlanjutan Usaha Batik Khas Desa Kenongo Melalui Less Contact Transaction (Transaksi Minim Kontak) 2021-02-05T14:25:05+00:00 Fitri Nur Latifah fitri.latifah@umsida.ac.id M Ruslianoor Maika fitri.latifah@umsida.ac.id Masruchin Masruchin fitri.latifah@umsida.ac.id Hasil riset semasa Pandemi COVID19 Boston Consulting Group (BCG) tahun 2020 menunjukan bahwa akan adanya gelombang penggunaan layanan pembayaran non-tunai, sehingga program pengabdian kepada masyarakat unggulan prodi Perbankan syariah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ini fokus pada aspek teknologi pemasaran distribusi melalui online business channel dan aspek manajerial dengan teknologi pembayaran non-tunai. Kedua aspek tersebut dikemas dalam program Keberlanjutan Usaha Batik Khas Desa Kenongo Melalui <em>Less Contact Transaction </em>(Transaksi Minim Kontak). Batik Khas Desa Kenongo sudah mulai usahanya sejak tahun 1972 dan sempat terkenal sampai manca negara serta beberapa motifnya sudah mendapatkan hak paten, sayangnya sekarang hanya tinggal 1 toko saja yang masih aktif menjual batik khas tersebut yakni toko Batik Sari Kenongo. Kami dari tim program telah melakukan identifikasi masalah awal bersama dimana Batik Sari Kenongo hanya mengandalkan transaksi offline baik melalui toko atau hanya menerima pesanan dari pelanggan. Karenanya tim mengusulkan untuk membuat program transaksi minim kontak dimana transaksi jual beli Batik Sari Kenongo bisa dilakukan melalui toko online dan pembayaran melalui transaksi non-tunai. Sehingga batik khas desa Kenongo bisa dilestarikan dan menjadi produk unggulan dalam RJPM Desa Kenongo nantinya. Copyright (c) 2021 Fitri Nur Latifah, M Ruslianoor Maika, Masruchin Masruchin https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/347 Pelatihan Pembuatan Terasi Rebon Dengan Variasi Bahan Baku Untuk Meningkatkan Kemampuan Masyarakat Dalam Memaksimalkan Potensi Lokal Desa Ketapang Raya 2021-02-05T14:25:05+00:00 Siti Nurhidayati sitinurhidayati328@gmail.com Khaeruman Khaeruman sitinurhidayati328@gmail.com Diah Lukitasari sitinurhidayati328@gmail.com Desa Ketapang raya merupakan salah satu desa yang berada di wilayah pesisir Lombok Timur yang memiliki banyak potensi lokal yang bisa dimaksimalkan pemanfaatannya misalnya ikan, rebon dan garam. Pada musim penghujan, hasil tangkapan rebon melimpah, sedangkan pada musim kemarau tangkapan ikan kecil dan produksi garam melimpah. Masyarakat biasanya menjual rebon dan ikan secara langsung dengan harga yang sangat murah, sisanya dikukus dan dikeringkan, kemudian dijual kembali. Masyarakat belum memaksimalkan potensi lokal dengan optimal, untuk itu telah dilakukan pelatihan pembuatan terasi rebon dengan variasi bahan baku untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memaksimalkan potensi lokal Desa Ketapang Raya. Melalui pelatihan ini masyarakat menjadi terampil membuat terasi rebon dengan variasi bahan baku sesuai ketersediaan bahan baku dilingkungan, sehingga masyarakat mampu memaksimalkan sumber daya alam sekitarnya, selain itu dapat menekan biaya produksi terasi rebon, karena menggunakan bahan baku yang memiliki harga murah. Variasi terasi rebon dilakukan dengan dua macam yaitu dengan bahan baku terasi rebon asli, kedua bahan baku dicampur dengan ikan. Kedua terasi rebon memiliki warna yang berbeda yaitu terasi rebon asli memiliki warna lebih terang dari pada terasi rebon yang bahan bakunya dicampur ikan. Masyarakat juga memiliki respon positif terhadap kedua variasi terasi rebon Copyright (c) 2021 Siti Nurhidayati, Khaeruman Khaeruman, Diah Lukitasari https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/348 Peningkatan Budaya Literasi Membaca Melalui Rumah Baca Alfata Masyarakat Desa Baroh 2021-02-05T14:25:05+00:00 Nanda Saputra nandasaputra680@gmail.com Maulina Hendrik nandasaputra680@gmail.com Delora Jantung nandasaputra680@gmail.com Perkembangan teknologi dan komunikasi mengakibatkan kebiasaan membaca<br />masyarakat terhadap suatu bacaan semakin berkurang diperlukan sebuah kegiatan<br />yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat<br />kebiasaan membaca dalam keluarga. Peran meningkatkan budaya literasi membaca<br />tidak hanya dilakukan oleh pihak sekolah, tetapi dapat dilakukan oleh masyarakat.<br />Rumah Baca mulai dibangun oleh dana institusi, sumbangan perusahaan, organisasi<br />keagamaan, sampai dana masyarakat itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk<br />mendeskripsikan beberapa upaya dalam meningkatkan budaya literasi membaca<br />melalui Rumah Baca Alfata. Penelitian ini dilakukan di Rumah Baca Alfata, Desa Baroh<br />Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie Provinsi Aceh. Metode yang digunakan adalah studi<br />deskriptif kualitatif. Wawancara dan observasi digunakan sebagai alat pengumpul data.<br />Sesuai dengan metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan. Sementara itu,<br />hal-hal yang diobservasi adalah hal yang berkaitan dengan peningkatan budaya literasi<br />membaca melalui Rumah Baca Alfata masyarakat Desa baroh. Teknik penganalisisan<br />data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: reduksi data, display data, dan<br />penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Rumah Baca Alfata<br />mengundang secara berkala sekolah-sekolah Nadhlatul Ulama di kabupaten Pidie,<br />bersinergi dengan pimpinan ranting Nadhlatul Ulama, dan bekerja sama dengan orang<br />tua. Copyright (c) 2021 Nanda Saputra, Maulina Hendrik, Delora Jantung https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/349 Teknologi Pengelolaan Sampah Dalam Mengurangi Pencemaran Lingkungan Perairan 2021-02-05T14:25:05+00:00 Herna Febrianty Sianipar hernafebriantysianipar@uhnp.ac.id Juni Agus Simaremare hernafebriantysianipar@uhnp.ac.id Kota Pematangsiantar merupakan salah kota yang ada di Sumatera utara, Kota Pematangsiantar mengalami kendala tidak adanya sarana pengolahan sampah. Sehingga sampah dibuang ke sungai. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok masyarakat sasaran dalam pengelolaan sampah dan sadar lingkungan sehingga sampah-sampah yang ada bisa dimanfaatkan agar lebih bernilai guna dengan membuat pellet probiotik untuk pakan ternak yang terbuat dari sampah organik dari rumah tangga, rumah makan dan pasar yang ada di Kota pematangsiantar. Kegiatan dilakukan sejak Oktober- November 2019. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah diskusi dan partisipasi aktif dari kelompok masyarakat sasaran. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa masyarakat sasaran telah mengetahui cara pengelolaan sampah organik, dan diperolehnya kesadaran masyarakat sasaran akan sadar lingkungan Copyright (c) 2021 Herna Febrianty Sianipar, Juni Agus Simaremare https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/350 Pengembangan Bahan Ajar Matakuliah Pembelajaran Saintifik Berdasarkan Pembelajaran Matematika 2021-02-05T14:25:05+00:00 Sri Yuliyanti yuliyantisrie@gmail.com Eliska Juliangkary yuliyantisrie@gmail.com Syahrir Syahrir yuliyantisrie@gmail.com <p>Bahan ajar merupakan salah satu faktor penting dalam keefektifan sebuah pembelajaran terlebih ditingkat Perguruan Tinggi. Kurangnya bahan ajar tentunya dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran atau perkuliahan. Bahan ajar yang relevan sangat dibutuhkan untuk dapat mendukung tercapainya tujuan yang pembelajaran yang diinginkan. Matakuliah Pembelajaran Saintifik bertujuan agar mahasiswa memahami konsep dasar pembelajaran saintifik dan aplikasinya dalam pengembangan pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar Pembelajaran Saintifik agar lebih khusus pada pembelajaran matematika,sangat diperlukan sehingga mahasiswa lebih memahaminya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan berdasarkan langkah-langkah penelitian pengembangan ADDIE (<em>Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation</em>). Instrumen yang gunakan penelitian bertujuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk menilai produk berupa: (1) lembar validasi produk (2) lembar evaluasi bahan ajar (3) angket pendapat mahasiswa (4) wawancara mahasiswa. Hasilnya yaitu (a). Tahap Analysis: dilakukan tiga macam analisis, yaitu analisis kebutuhan, analisis materi, dan analisis kurikulum. (b) Tahap <em>Design:melakukan </em> perancangan bahan ajar. (c) Tahap<em> Development: </em>divalidasi oleh validator (Materi dan Media) hasilnya oleh ahli media sebesar 87,6% dan ahli media sebesar 88% menyatakan bahwa modul yang telah dikembangkan layak diuji coba. (d) Tahap <em>Implementation: </em>diuji cobakan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika UNDIKMA semester empat yang berjumlah 34 orang mahasiswa. (e) Tahap<em> Evaluation</em>: persentasenya adalah 84% termasuk dalam kategori Sangat baik, hasil respon masiswa terhadap bahan ajar diperoleh rata-rata yaitu 85%.</p> Copyright (c) 2021 Sri Yuliyanti, Eliska Juliangkary, Syahrir Syahrir https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/351 Analisis Perbandingan Perkuliahan Online dan Offline Terhadap Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muara Bungo 2021-02-05T14:25:05+00:00 Titis Wulandari Titiss_wulandari@yahoo.com Tri Wera Agrita Titiss_wulandari@yahoo.com Kemal Hidayatullah Titiss_wulandari@yahoo.com Pendidikan merupakan suatu prioritas dalam perkembangan suatu negara demi<br />meningkatkan standar kualitas pendidikan peserta didik yang berkualitas dibidang<br />akademik. Akan tetapi tahun 2020 merupakan tahun dimana terjadinya keterpurukan<br />yang melanda di dunia bahkan di Indonesia, yaitu terjadinya pandemic Covid-19. Covid<br />19 merupakan penyakit menular yang disebabkan coronavirus 2, sehingga pemerintah<br />indonesia menerapkan social distancing. Perkuliahan e-learning menjadi solusi utama<br />agar tetap menjalankan pembelajaran guna mencegah penyebaran Covid 19. Tujuan<br />penelitian ini adalah menganalis perbandingan perkuliahan online dan offline terhadap<br />mahasiswa STKIP Muhamamdiyah Muara Bungo selama masa pandemic. Penelitian ini<br />menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan kuisioner melalui google form<br />yang ditargetkkan terhadap mahasiswa STKIP MB sebanyak 157 mahasiswa pada<br />semester 1, 3, 5, dan 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa lebih<br />menyukai perkuliahan dilaksanakan secara offline atau secara tatap muka. Metode elearning<br /><br />tidak efektif dilakukan untuk perkuliahan, hal ini dikarenakan mahasiswa tidak<br />mampu memahami dengan materi yang disampaikan dosen. Sebanyak 56,1%<br />mahasiswa menyatakan pembelajaran tidak efektif, 43,9% mahasiswa menyatakan<br />efektif perkuliahan dilaksanakan secara daring. Mahasiswa STKIP MB lebih menyukai<br />perkulihan dilakukan menggunakan metode tatap muka (offline) yaitu sebanyak 94,3%. Copyright (c) 2021 Titis Wulandari, Tri Wera Agrita, Kemal Hidayatullah https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/352 Pengembangan Perangkat Pembelajaran MatematikaTeologis Era Pandemi Covid19 di SDN Talang 1 Saronggi Kabupaten Sumenep 2021-02-05T14:25:05+00:00 Ike Yuli Mestika Dewi mashurntb40@gmail.com Tujuan penelitian ini adalah utuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika<br />teologi era pandemi Covid 19. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan<br />perangkat pembelajaran matematika teologis, yang menggambarkan tentang validitas<br />(perangkat pembelajaran), kepraktisan (keterlaksanaan pembelajaran), dan keefektifan<br />(aktivitas siswa, respon siswa, ketuntasan hasil belajar siswa, serta kendala yang<br />dihadapi selama proses pembelajaran). Penelitian ini dilaksanakan dengan beberapa<br />tahapan. Pertama, tahap pengembangan perangkat pembelajaran terpadu yang<br />dilaksanakan dengan mengadopsi model pengembangan pembelajaran 4-D,<br />diantaranya Define, Design, Develop, dan Dissiminate. Kedua, tahap penelitian<br />terhadap perangkat pembelajaran di SDN di kabupaten Sumenep. Hasil penelitian<br />menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dilakukan pada penelitian ini,<br />Pertama, validitas perangkat pembelajaran matematika teologis, RPP, BAS, LKS dan<br />LP dinggap valid dan layak untuk digunakan. Kedua, kepraktisan perangkat<br />pembelajaran diambil dari data pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dalam setiap<br />pertemuan. Ketiga, keefektifan dari perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat<br />dilihat dari data aktivitas siswa, respon siswa, tes hasil belajar siswa, baik aktivitas<br />siswa, respon siswa, hasil belajar siswa dapat dikatagorikan baik. Copyright (c) 2021 Ike Yuli Mestika Dewi https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/353 Gerakan Literasi Matematika Bagi Siswa untuk Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif di SDN Kenari 07 Pagi 2021-02-05T14:25:05+00:00 Alberth Supriyanto Manurung alberth@esaunggul.ac.id Abdul Halim alberth@esaunggul.ac.id Ainur Rosyid alberth@esaunggul.ac.id <em>Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep berhubungan satu sama lain. Dalam konsepnya selalu berhubungan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Belajar Matematika dalam bentuk Gerakan Literasi siswa bukan hanya sekedar meningkat rasa ingin tahu tapi selalu berkembangnya kemampuan berpikir kreatif, mata pelajaran Matematika adalah ilmu menghitung yang bertujuan untuk menanamkan dan mengembangkan proses hitungan pada guru.Berdasarkan hasil observasi di SDN Kenari 07 Pagi pada proses pembelajaran guru masih menggunakan cara mengajar yang konvensional atau berpusat pada guru sebagai pemberi informasi, dengan adanya gerakan literasi siswa diharapkan meningkatkan kualitas yang baik dari setiap konsep pengerjaan masalah dalam bentuk aplikasi soal.</em> Copyright (c) 2021 Alberth Supriyanto Manurung, Abdul Halim, Ainur Rosyid https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/354 Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Minat Belajar Mahasiswa Pendidikan Fisika Uhkbpnp Pada Matakuliah Fisika Umum 2021-02-05T14:25:05+00:00 Apriani Sijabat aprianisijabat@gmail.com Herna Febrianty Sianipar aprianisijabat@gmail.com Theresia Monika Siahaan aprianisijabat@gmail.com <em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat belajar mahasiswa dalam melakukan pembelajaran melalui metode daring. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam kepada beberapa infoman.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran berbasis daring terhadap minat belajar fisika umum mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.</em> Copyright (c) 2021 Apriani Sijabat, Herna Febrianty Sianipar, Theresia Monika Siahaan https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/355 Respon Pemberian Ekstrak Tomat dan Waktu Fermentasi Terhadap Konsetrsi Kalium Pupuk Cair Limbah Tahu 2021-02-05T14:25:05+00:00 Hulyadi hulyadi hulyadi@ikipmataram.ac.id Pupuk organik cair terbentuk dari reduksi bahan organik menjadi unsur dan senyawa yang lebih sederhana yang mudah diserap oleh tumbuhan. Tujuan penelitian untuk menemukan respon terbaik perlakuan pemberian ekstrak limbah tomat dan lama fermentasi terhadap kadar kalium optimum pada pupuk organik cair whey tahu. Metode penelitian ini menggunakan peneilitian ekperimen dilabortorium, sampel penelitian diperoleh dari pabrik tahu kekalik swakarya dengan prosedur penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu faktor 1: volume ekstrak tomat (X) (X1 = 300 ml, X2 = 600 ml, X3= 900 ml) dan faktor 2: lama fermentasi (Y) (Y1 = 12 hari, Y2= 16 hari, Y3 = 20 hari). Peneliti menemukan respon terbaik diperoleh dari perlakuan penambahan ekstrak tomat 600 gram dan EM4 10 ml serta lama 16 hari diperoleh hasil K-total sebesar 0,59%. Berdasarkan temuan peneliti penambahan ekstak tomat dan lama fermentasi memberikan respon positif terhadap kadar kalium pupuk organik cair limbah tahu Copyright (c) 2021 Hulyadi hulyadi https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/356 Modifikasi Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani Sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Gerak Dasar Pada Siswa Kelas V Sdn 1 Terong Tawah 2021-02-05T14:25:05+00:00 Arif Yanuar Musrifin ayanuarmusrifin@yahoo.com Andi Anshari Bausad ayanuarmusrifin@yahoo.com Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Terong Tawah Kecamatan Labuapi Tahun Pelajaran 2019/2020 dan difokuskan pada media pembelajaran yang akan di modifikasi, karena sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran pendidikan jasmani disekolah tersebut kurang, maka peneliti akan memanfaatkan barang bekas untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar pada mata pelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini dilaksanaka secara kolaborasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, refleksi dan evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam bentuk siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dengan menggunakan lembar observasi, tes dan analisis dokumen. Keberhasilan penelitian ditentukan oleh keterlaksanaan pembelajaran oleh peneliti, muncul keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan 86,37 % siswa memperolah nilai di atas ketuntasan minimal ( 75 ). Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa modifikasi media pembelajaran pendidikan jasmani dapat meningkatkan keterampilan gerak dasar anak-anak. Peran guru banyak sebagai fasilitator dalam pembelajaran sehingga siswa tidak merasa jenuh dan terlihat semakin termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan cara memodifikasi media pembelajaran pendidikan jasamani dengan menggunakan barang bekas berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa dan mampu meningkatkan keterampilan gerak dalam memperoleh hasil belajar yang diharapakan Copyright (c) 2021 Arif Yanuar Musrifin, Andi Anshari Bausad https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/357 Advance Organizer dan LMS Edmodo Sebagai Referensi Budaya E-Learning 2021-02-05T14:25:05+00:00 Lila Pangestu Hadiningrum lilahadiningrum@gmail.com Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan <em>Advance Organizer</em> dan <em>LMS </em><em>Edmodo</em>, untuk mengetahui respon pembelajar serta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan <em>Advadce Organizer</em> dan <em>LMS</em><em> Edmodo</em> sebagai budaya e-learning. Penelitian ini menggunakan penelitian <em>Action</em> Riset yang setiap siklus berisi empat langkah yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun dengan teknik analisis data menggunakan model Milles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukan penngunaan <em>advance organizer</em> dan <em>LMS Edmodo</em> dapat meningkatkan kompetensi belajar dari segi kualitas dan penguasaan konsep dan dari kriteria keaktifan pembelajar. Penggunaan <em>Advance Organizer</em> dan <em>LMS Edmodo</em> yang di dalamnya terdapat kegiatan diskusi juga lebih disenangi pembelajar karena pembelajar dapat bertukar pendapat, memahami konsep secara holistik dan mengeluarkan inspirasi secara bebas serta dapat belajar tidak tergantung pada pengajar. <em>LMS Edmodo</em> memiliki kelebihan fitur yang membantu pengajar dan penggunaannya sesuai dengan kebutuhan pembelajar dan kendalanya bergantung dengan akses jaringan internet. Dalam pengorganisasian materi dengan <em>advance organizer</em> diperlukan kesiapan pengajar dalam memasukan strategi-strategi kognitif agar lebih optimal. Copyright (c) 2021 Lila Pangestu Hadiningrum https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/358 Konsep Dan Desain Pengembangan Kurikulum Pembelajaran Jabatan Fungsional Perekayasa 2021-02-05T14:25:05+00:00 Edy Syamsuddin edysyamsuddin@gmail.com The concept and design of the Engineer Training Curriculum was prepared with the aim of providing a learning plan document as a reference, direction, guidelines and signs of knowledge, skills and attitudes demonstrated by students in implementing the learning process that focuses on the competence of the engineer functional position. The Agency for the Assessment and Application of Technology (BPPT) as a supervisory agency for engineering functional positions has made improvements to the engineer functional position development system through the development of a comprehensive and comprehensive training curriculum by utilizing the Competency-Based Curriculum concept with an emphasis on developing the engineer's ability to perform (competency) tasks in accordance certain performance standards. The concept and design of learning curriculum development and evaluation results of previous learning with adult learning methodologies, lectures, discussions, simulations and other uses of public taxonomy assistance and cognitive competencies and affective competencies and learning evaluation analysis whether carried out with written tests or not or even attitude assessment. Engineer functional position competencies, both managerial competence, field competence and socio-cultural competence with approaches to basic level engineer functional position training programs and advanced engineer functional position training programs including by establishing job competencies, formulating general curricular goals and specific curricular goals, identifying eyes general training and identify the material, subject and sub-topic of the essential topics of each training subject Copyright (c) 2021 Edy Syamsuddin https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/359 Implementasi Pembelajaran Daring dalam Program Wajib Belajar Diniyah di Sekolah Umum Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumenep 2021-02-05T14:25:05+00:00 Khoirul Asiah hulyadi@ikipmataram.ac.id Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis implemenatsi Pembelajaran Daring dalam Program Wajib Belajar Diniyah di Sekolah Umum Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini merupakan penelitian <em>field research</em> (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode kualitatif. engumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini ialah metode wawancara mendalam <em>(indepth interview)</em>, observasi, dan dokumentasi, seperti kliping koran, arsip atau catatan penting dari narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran online dalam pembelajaran agama ini, dianggap tidak efektif dan tidak maksimal, karena proses pelaksanaannya belum secara utuh dapat menerapkan substansi pembelajaran yang salah satunya ditekankan pada transfer nilai, sementara pembelajaran jarak jauh hanya menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, sehingga nilai-nilai karakter yang menjadi inti dalam proses pembelajaran menjadi absurd. Disinilah, kelemahan utama pembelajaran daring dalam pembelajaran materi-materi wajib diniyah, sehingga dikesankan proses pembelajaran daring ini hanya sekedar pelipur lara pembelajaran di tengah masa pandemi Covid-19 Copyright (c) 2021 Khoirul Asiah https://journal-center.litpam.com/index.php/essh/article/view/380 Usaha Pencegahan Bahaya Narkoba Melalui Kader Anarmuka Di Sma Negeri 1 Labuapi 2021-02-09T01:09:51+00:00 Tri Sari Wijayanti hulyadi@ikipmataram.ac.id Ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba semakin meningkat. Penyalahgunaan narkotika di Indonesia dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Lombok sebagai pulau tujuan wisata terbesar, menjadikan Lombok sangat rentan dengan peredaran Narkoba. SMA Negeri 1 Labuapi memiliki salah satu program ekstrakurikuler yang handal yakni Pramuka. Menjadi bahan pemikiran, seberapa efektif Pramuka dijadikan penggerak untuk mengkampanyekan tentang bahaya Narkoba bagi warga sekolah, terutama peserta didik. Dirumuskan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana usaha pencegahan bahaya Narkoba melalui Kader ANARMUKA di SMA Negeri 1 Labuapi?. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana usaha pencegahan bahaya Narkoba melalui Kader ANARMUKA di SMA Negeri 1 Labuapi. Manfaat yang diperoleh adalah:terbentuknya kader Anti narkoba di sekolah yang berasal dari peserta didik, kepada peserta didik dan untuk peserta didik sendiri. Hasilnya menunjukkan bahwa pencegahan bahaya Narkoba di SMA Negeri 1 Labuapi dilakukan dengan membentuk Kader ANARMUKA (Kader Anti Narkoba Pramuka) dan pencegahan bahaya Narkoba dapat melalui integrasi kegiatan ekstrakurikuler Kepramukaan dan integrasi pada mata pelajaran. 2020-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Tri Sari Wijayanti