Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Metode Pengomposan Takakura
DOI:
https://doi.org/10.36312/linov.v11i3.3870Keywords:
Takakura, Sampah, Pengolahan, LingkunganAbstract
Permasalahan sampah masih menjadi tantangan di berbagai negara, termasuk Indonesia, dengan jenis sampah terbanyak berupa sampah makanan yang bersumber dari rumah tangga dan belum terkelola dengan baik. Sampah organik rumah tangga merupakan kontributor utama timbulan sampah, termasuk di Perumahan Indirisma Regency 2, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, sehingga warga masih terbiasa membuang dan membakar sampah karena sebagian di antaranya belum terjangkau layanan pengangkutan sampah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga dalam mengelola sampah organik secara mandiri melalui metode pengomposan Takakura. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu perencanaan bersama mitra, persiapan materi dan instrumen, pelaksanaan berupa pre-test, penyampaian materi, dan praktik pembuatan kompos Takakura, serta monitoring dan evaluasi selama dua minggu disertai post-test. Dari 18 ibu rumah tangga yang menjadi sasaran, 15 di antaranya mengikuti evaluasi pre-test dan post-test menggunakan 15 soal pilihan ganda tervalidasi. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 77,77 (pre-test) menjadi 92,59 (post-test), disertai penurunan standar deviasi yang mengindikasikan peningkatan homogenitas pemahaman peserta. Pemantauan dua minggu pascakegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berhasil memproduksi kompos sesuai standar keberhasilan yang diharapkan. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Target 3.9), Tujuan 11 (Target 11.6), dan Tujuan 12 (Target 12.5). Program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang berupa penguatan kapasitas mandiri masyarakat dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga, membuka peluang replikasi pada kelompok sasaran yang lebih luas, serta terintegrasi dengan kebijakan pengelolaan sampah dari skala desa hingga nasional.
Increasing Community Capacity in Household Organic Waste Management Using the Takakura Composting Method
Abstract
Waste-related problems remain a persistent challenge in many countries, including Indonesia, with food waste as the largest type sourced from households and still poorly managed. Household organic waste is a major contributor to waste generation, including at Indirisma Regency 2 Housing Complex, Wagir District, Malang Regency, where residents remain accustomed to disposing of and burning waste due to limited access to waste collection services. This community service activity aimed to strengthen housewives' capacity to independently manage household organic waste through the Takakura composting method. The activity was implemented through four stages: planning with the community partner, preparation of materials and instruments, implementation involving a pre-test, material delivery, and hands-on practice in producing Takakura compost, and monitoring and evaluation over two weeks with a post-test. Of the 18 targeted housewives, 15 completed the pre-test and post-test using a validated 15-item multiple-choice instrument. The results showed an increase in the mean knowledge score from 77.77 (pre-test) to 92.59 (post-test), accompanied by a decrease in standard deviation indicating improved homogeneity in participants' understanding. Monitoring conducted two weeks after the activity showed most participants successfully produced compost meeting expected quality standards. This activity contributes to the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 3 (Target 3.9), Goal 11 (Target 11.6), and Goal 12 (Target 12.5). The program is expected to generate a long-term impact by strengthening community capacity for independent household organic waste management, opening replication opportunities for broader target groups, and integrating with waste management policies from the village to the national level
Downloads
References
Akbar, F., Chairani, M., & Rusdi, M. (2025). Pemberdayaan Kepala Keluarga Tentang Pengelolaan Sampah Metode Maggot Composter dan Ecobrick. Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 757–767. https://doi.org/10.46576/rjpkm.v6i2.5364
Al-Irsyad, M., Kurniawan, A., Aini, R. F., Adji, L. L., Lumitasari, S. D., Aini, F. Q., Rahmadita, F. E. P., & Ramadhan, A. (2025). Efektivitas Kotoran Ternak Sebagai Aktivator Pupuk Organik Dalam Mereduksi Limbah Blotong Tebu. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(9), 3002–3012. https://doi.org/10.33024/hjk.v19i9.2004
Al-khadher, S. A. A., Abdul Kadir, A., Al-Gheethi, A. A. S., & Azhari, N. W. (2021). Takakura Composting Method for Food Wastes from Small and Medium Industries with Indigenous Compost. Environmental Science and Pollution Research, 28(46), 65513–65524. https://doi.org/10.1007/s11356-021-15011-0
Arida, V., Ilmida, L., Sa’adah, N., Oktafianti, R. D., & Baswara, Y. (2024). Perempuan dan Kebersihan Lingkungan: Upaya Membangun Kesadaran dalam Pemanfaatan Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos dengan Metode Takakura di Desa Cukurgondang. Abdimas Galuh, 6(2), 2044–2052. https://doi.org/10.25157/ag.v6i2.15813
Banyuriatiga, B., Wahyuni, E., Sulistyo, A., Sari, N. K., Santoso, D., & Adiwena, M. (2023). Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Kompos Bernilai Jual Menggunakan Metode Takakura di Area TPS 3R Kota Tarakan. Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri, 2(3), 49–58. https://doi.org/10.58192/sejahtera.v2i3.1065
Chasanah, N., & Supriani, A. (2016). Penerapan Metode Praktik untuk Meningkatkan Kemampuan Melaksanakan Promosi Kesehatan. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 2(1), 1–5. https://doi.org/10.33023/jikep.v2i1.11
Fardhani, G., Indriani, R. D., Eljatin, D. S., Njoto, E. N., Fadhlina, A. N., Wirayuda, A. A. B., Sari, D. W., Radiansyah, R. S., Hedianto, T., & Kuswanto, D. (2025). Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat tentang Nyeri Punggung Bawah Melalui Edukasi Interaktif dengan Manekin Tiga Dimensi Tulang Belakang Abnormal. Sewagati, 9(6), 1620–1636. https://doi.org/10.12962/j26139960.v9i6.9133
Fogarassy, C., Hoang, N. H., & Nagy-Pércsi, K. (2022). Composting Strategy Instead of Waste-to-Energy in the Urban Context—C Case Study From Ho Chi Minh City, Vietnam. Applied Sciences, 12(4), 2218. https://doi.org/10.3390/app12042218
Harlis, H., Yelianti, U., Budiarti, R. S., & Hakim, N. (2019). Pelatihan Pembuatan Kompos Organik Metode Keranjang Takakura Sebagai Solusi Penanganan Sampah di Lingkungan Kost Mahasiswa. DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.32332/1598
Hasan, N. Y. (2020). Senyawa Toksik Pencemar Udara: Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs). Jurnal Reka Lingkungan, 8(2), 67–77. https://doi.org/10.26760/rekalingkungan.v8i2.67-77
Hibino, K., Takakura, K., Nugroho, S. B., Nakano, R., Ismaria, R., Haryati, T., Yulianti, D., Zusman, E., Fujino, J., & Akagi, J. (2023). Performance of Takakura Composting Method in the Decentralised Composting Centre and Its Comparative Study on Environmental and Economic Impacts in Bandung City, Indonesia. International Journal of Recycling of Organic Waste in Agriculture, 12(1), 1–23. https://doi.org/10.30486/ijrowa.2022.1945234.1379
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. (2026). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional. Data Pengelolaan Sampah & RTH. https://sampahnasional.kemenlh.go.id/portal-indikatif/data/timbulan-sampah
Murtinah, V., Edwin, M., & Bane, O. (2017). Dampak Kebakaran Hutan Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tanah di Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. Jurnal Pertanian Terpadu, 5(2), 128–139. https://doi.org/10.36084/jpt..v5i2.133
Nordahl, S. L., Preble, C. V, Kirchstetter, T. W., & Scown, C. D. (2023). Greenhouse Gas and Air Pollutant Emissions from Composting. Environmental Science & Technology, 57(6), 2235–2247. https://doi.org/10.1021/acs.est.2c05846
Sholihah, K. K. A., & Hariyanto, B. (2020). Kajian Tentang Pengelolaan Sampah di Indonesia. Swara Bhumi, 3(3), 1–9. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/swara-bhumi/article/view/35038
Sulistiyani, A. T., Sannishara, S., Rindingpadang, D. B. E., & Zulfa, M. T. (2024). Swadaya Masyarakat: Implementasi Metode Takakura dalam Pengelolaan Sampah Organik di Kampung Purbonegaran, Yogyakarta. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, Dan Teknologi Tepat Guna, 2(1), 98–109. https://doi.org/10.22146/parikesit.v2i1.8151
United Nations. (2015). Transforming Our World: the 2030 Agenda for Sustainable Development. 2030 Agenda. https://sdgs.un.org/2030agenda
Widyawati, W., Khotimah, N. I. H. H., Darajat, A. M., & Jayanti, T. N. (2025). Edukasi Pengelolaan Sampah Sebagai Bentuk Pemeliharaan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit. JOURNAL of Public Health Concerns, 5(7), 430–434. https://doi.org/10.56922/phc.v5i7.1516
Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB). (2023). Manual Penggunaan Keranjang Takakura. Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB).
Yunita, L., Simorangkir, W., & Saputra, S. (2020). Penguatan Ekonomi Keluarga Berbasis Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dengan Metode Keranjang Takakura Pada Ibu Rumah Tangga Kelurahan Glugur Darat I Kota Medan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 1(1), 32–39. https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/70
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Al-Irsyad, Windi Chusniah Rachmawati, Mika Vernicia Humairo, Aditia Wahyu Ashari, Caroline Renee Lesmana Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

