Pendampingan Pengembangan Modul Ajar Bahasa Indonesia Responsif Budaya Lokal di SMP Kota Malang untuk Penguatan Pembelajaran Mendalam

Authors

  • Frida Siswiyanti ID Universitas Islam Malang
  • Sri Wahyuni ID Universitas Islam Malang
  • Khoirul Muttaqin ID Universitas Islam Malang

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v11i1.4457

Keywords:

Pendampingan, modul ajar, responsif Budaya, SMP, Kota Malang

Abstract

Salah satu bentuk implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, yaitu menghubungkan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan budaya agar pembelajaran lebih bermakna. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan berbasis kolaborasi dan partisipasi. Langkah-langkah pelaksanaannya meliputi: persiapan kegiatan, workshop pengembangan modul ajar, pengembangan modul ajar, telaah/uji ahli, penyempurnaan, dan rancangan tindak lanjut. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, sebagian besar guru Bahasa Indonesia di Kota Malang masih jarang mengimplementasikan unsur budaya dalam modul ajar. Selanjutnya, kegiatan workshop dilaksanakan dengan mempertimbangkan beberapa kebutuhan guru terhadap pengembangan modul ajar yang mengimplementasikan budaya lokal. Seluruh peserta memberikan respon positif terhadap pelaksanaan workshop tersebut. Sebagian besar peserta 58,33% menyatakan sangat setuju dan 41,67% setuju materi pelatihan membantu pemahaman konsep midul ajar responsif budaya bagi guru.Peserta workshop juga sebagian besar sangat siap dan siap untuk menerapkan modul ajar responsif busaya (sejumlah 95,83%).Meskipundemikian 4,17% peserta masih merasa kurang siap. Persentase tersebut menunjukkan bahwa pelatihan ini secara umum dinilai efektif. Berdasarkan hasil penilaian yang diberikan oleh para validator dalam uji ahli, modul ajar yang dikembangkan secara umum menunjukkan kualitas yang baik. Kualitas perencanaan dinilai sangat baik dengan rata-rata skor 3,96. Kualitas materi pembelajaran dinilai sangat baik dengan rata-rata skor 3,98. Selanjutnya, integrasi budaya lokal juga dinilai sangat baik dengan dengan rata-rata skor 3,88. Strategi pembelajaran juga dinilai sangat baik dengan rata-rata skor 3,94. Asesmen pembelajaran dinilai sangat baik dengan rata-rata skor 3,73. Aspek bahasa dan keterbacaan juga dinilai sangat baik dengan skor 3,84. Pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam penguatan pendidikan yang berkualitas, bermakna, dan memperkuat identitas nasional.

Assistance in the Development of Local Culture-Responsive Indonesian Language Teaching Modules in Junior High Schools in Malang City to Strengthen In-Depth Learning

Abstract

One form of implementation of the deep learning approach in Indonesian language learning is connecting Indonesian language learning with culture to make learning more meaningful. The implementation of this community service activity uses a collaboration and participation-based approach. The implementation steps include: activity preparation, teaching module development workshop, teaching module development, expert review/testing, refinement, and follow-up design. Based on the results of the needs analysis, most Indonesian language teachers in Malang City still rarely implement cultural elements in teaching modules. Furthermore, the workshop activity was carried out by considering several teacher needs for the development of teaching modules that implement local culture. All participants gave a positive response to the implementation of the workshop. Most participants (58.33%) stated that they strongly agreed and 41.67% agreed that the training materials helped teachers understand the concept of culturally responsive teaching modules. Most workshop participants were also very ready and prepared to implement culturally responsive teaching modules (95.83%). However, 4.17% of participants still felt less prepared. This percentage indicates that this training was generally considered effective. Based on the assessment results given by the validators in the expert test, the developed teaching module generally showed good quality. The quality of the planning was assessed as very good with an average score of 3.96. The quality of the learning materials was assessed as very good with an average score of 3.98. Furthermore, the integration of local culture was also assessed as very good with an average score of 3.88. The learning strategy was also assessed as very good with an average score of 3.94. The learning assessment was assessed as very good with an average score of 3.73. The language and readability aspects were also assessed as very good with a score of 3.84. This training makes a positive contribution to strengthening quality, meaningful education and strengthening national identity.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, S., Oktarianto, M. L., Yuniawatika, Y., Persada, Y. I., Aishnabila, S., Salamah, U., & Al Farizza, R. (2025). Lokakarya Modul Ajar Berbasis Cultural Responsive Teaching di SD Lab UM Blitar. Jurnal Abdidas, 6(4), 393–403.

Barokah, S., Santi, S., Siti Fatimah, S., Rinto Doni Cahyono, & Muhammad Idris. (2024). Kompetensi guru dalam menyusun modul ajar pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMK 1 Rejang Lebong. Literasiologi: Literasi Kita Indonesia, 11(1).

https://doi.org/10.47783/literasiologi.v9i4141

Elya, & Prabawati, M. N. (2025). Implementasi Modul Ajar dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching dan Model Problem-Based Learning. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 10(1), 66–75.

Eryani. (2023). Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Materi Teks Cerita (Novel) Sejarah Siswa Kelas XII AKL 2 SMK Negeri 1 Dumai Tahun Ajaran 2022/2023. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(11), 211–221. https://doi.org/10.5281/zenodo.8072435

Fauziah, E. N., Arman, Humaira, Z., Ningrum, A. H., Rosyidah, A., & Permana, Y. D. (2025). Systematic Literature Review: Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal pada Pendekatan Pembelajaran Mendalam Di Sekolah Dasar. Bagimu Negeri: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 9(2), 853–868

Guessabi, F. (2021). Language and Culture in Intercultural Communication. Journal of Gender, Culture and Society, 1(1).

Hammond, Z. (2015). Culturally Responsive Teaching and The Brain: Promoting Authentic Engagement and Rigor Among Culturally and Linguistically Diverse Students. Corwin Press.

Indriyana, I., Ulfiyani, S., Naviatun, T., & Ulumuddin, A. (2024). Penerapan Pendekatan Culturally Responsive Teaching dalam Pembelajaran Menulis Puisi Berbasis Budaya Semarang. PEMBAHSI: Jurnal Pembelajaran Bahasa Indonesia, 14(2), 177–185.

Lun, C. T. S. (2021). Relationship between language and culture. Vestnik of the Belarusian State University. Proceeding of The National Academy of Scineces of Belarus, 65 (1). https://doi.org/10.29235/2524-2369-2020-65-1-71-77

Putra, B. (2021). Pengembangan Modul Ajar Berbasis Kearifan Lokal untuk Penguatan Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 75–81.

Safitri, N., & Raharjo, T. (2022). Pelatihan Guru dalam Pengembangan Modul Ajar Responsif Budaya pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 9(2), 124–134.

Saputri, A. M., Winata, N. T., Kohar, D., & Susanti, E. (2025). Analisis Rancangan Pembelajaran Culturally Responsive Teaching untuk Mendukung Literasi Humanistik di Tingkat Sekolah Menengah Atas. Jurnal Basataka (JBT), 8(1), 463–473.

Situmorang, R., Simarmata, J., & Tarigan, D. (2020). Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran untuk Mengatasi Kenakalan Remaja di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(3), 45–53.

Sujana, I. (2021). Keterampilan Berbahasa Indonesia: Menyimak, Berbicara, Membaca, dan Menulis. Bandung: Alfabeta.

Trisnawaty, W. (2024). Pendampingan penyusunan modul ajar berbasis kearifan lokal. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Abdimas, 3, 143. ISSN 2964-8556.

Wahyuni, S. (2018). Efektivitas Pengintegrasian Kearifan Lokal dalam Kurikulum untuk Meningkatkan Sikap Sosial Siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 67–78.

Wulandari, T., Prasetyo, A., & Hidayat, D. (2023). Kolaborasi Sekolah dan Komunitas Lokal dalam Pengembangan Pembelajaran Kontekstual. Jurnal Inovasi Pendidikan, 14(1), 39–49.

Downloads

Published

2026-03-17

Issue

Section

Articles

How to Cite

Siswiyanti, F., Wahyuni, S., & Khoirul Muttaqin. (2026). Pendampingan Pengembangan Modul Ajar Bahasa Indonesia Responsif Budaya Lokal di SMP Kota Malang untuk Penguatan Pembelajaran Mendalam. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(1), 86-103. https://doi.org/10.36312/linov.v11i1.4457