Peningkatan Kapasitas Transmigran Melalui Sistem Pertanian Adaptif Berbasis Padi Apung Dan Pengasapan Ikan Di Lahan Tergenang Desa Pupuyuan Kabupaten Balangan

Authors

  • Adhitya Firdaus ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Nazwa Putri Andani ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Muhammad Subhan Dwi Adrianto ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Rahayu Nisa ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Maulida Hasanah ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Jumiati Indah Lestari ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Maulida Hasanah ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Annisa Dwi Febriana ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Hairani Hairani ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Hidayah Jihan Fikrulia ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Muhammad Ghifari ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Ellysia Putri Regandara ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Diah Ekawati ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Rabi'atul Adawiyah ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Abdul Hadi ID Universitas Lambung Mangkurat
  • Ahmad Nazhif Mubarak ID Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v11i3.4843

Keywords:

padi apung, keripik genjer, pengasapan ikan, lahan rawa

Abstract

Desa Pupuyuan memiliki karakteristik lahan rawa dengan kondisi jenuh air yang membatasi produktivitas pertanian padi konvensional. Kondisi ini juga menyimpan potensi sumber daya perikanan dan tanaman lokal. Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui penerapan sistem padi apung, pengolahan ikan dan genjer menjadi produk bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi survei kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, serta monitoring dan evaluasi dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan melibatkan masyarakat, perangkat desa, dan mahasiswa sebagai pendamping. Pendekatan partisipatif digunakan agar masyarakat dapat memahami dan menerapkan teknologi yang diperkenalkan secara mandiri. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap program tergolong tinggi, dengan 90% responden menyatakan puas dan tertarik. Sistem padi apung dinilai sesuai dengan kondisi lahan tergenang karena mampu mengatasi masalah banjir. Selain itu, pengasapan ikan dan pengolahan genjer menjadi keripik mampu meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang masa simpan hasil produksi. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan biaya awal, partisipasi masyarakat yang belum merata, serta kendala logistik dan infrastruktur. Berdasarkan hal tersebut, teknologi sederhana berbasis potensi lokal efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan ekonomi masyarakat. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat.

Increasing the Capacity of Transmigrants Through an Adaptive Farming System Based on Floating Rice and Fish Smoking in Flooded Land in Pupuyan Village, Balangan Regency

Abstract

Pupuyuan Village is characterized by swampy, water-saturated conditions that limit the productivity of conventional rice farming. These conditions also hold potential for local fisheries and plant resources. This community empowerment program aims to optimize local potential through the implementation of a floating rice system, processing  fish and genjer into economically valuable products. Implementation method include  needs surveys, outreach, training, hands-on practice, and monitoring and evaluation using a participatory approach. Activities involve the community, village officials, and students as facilitators. A participatory approach is used to  enable the community to understand and independently implement the introduced technology. Results and discussions indicate a high level of community acceptance of the program, with 90% of respondents expressing satisfaction and interest. The floating rice system is considered suitable for inundated land conditions because it can address flooding issues. In addition, smoking fish and processing genjer into chips can increase added value and extend the shelf life of produce. Challenges faced include limited initial costs, uneven community participation, and logistical and infrastructure constraints. Based on this, simple technology based on local potential is effective in improving community knowledge, skills, and economics. The program’s sustainability requires ongoing mentoring and active community involvement.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akter, S., Ahmed, J. U., Begum, I. A., Sarkar, M. A. R., Fatema, K., Mahmud, A., ... & Alam, M. J. (2025). Integrated farming system: A means of improving farmers’ well-being in the wetland ecosystem of Bangladesh. Farming System, 3(1), 100127.

Askar, H., Muslimin, I., & Rasdi, R. (2024). Proses pengasapan ikan tuna asap berdasarkan cara pengolahan pangan yang baik (CPPB). Jurnal Perikanan dan Kelautan, 14(1), 75–85.

Atok, M., Widiana, M. E., & Widyaningrum, M. E. (2023). Diversifikasi olahan ikan asap iwak obong. Sewagati, 7(6), 855–862. https://journal.unesa.ac.id

Food and Agriculture Organization. (2018). Wetland management for sustainable agriculture. FAO. https://www.fao.org/publications

Food and Agriculture Organization. (2020). Sustainable wetland agriculture. FAO.

Hardiansyah, H., Noorhidayati, N., & Mahrudin, M. (2019). Keanekaragaman vegetasi hutan mangrove. Wahana-Bio, 11(1), 21–31.

Hidayat, T., et al. (2023). Integrated farming system in wetland areas. Journal of Environmental Management, 326, 116678. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2022.116678

Kumar, P., et al. (2021). Fish processing and preservation technologies. Food Control, 123, 107723. https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2020.107723

Muhjad, M. H. H., Fahmanadea, D., & Mursalin, A. (2023). Perlindungan dan pengelolaan lingkungan lahan basah. CV Bintang Semesta Media.

Munthe, N. A., Najamuddin, A., & Elvince, R. (2021). Efektivitas kangkung air dalam pengolahan limbah. Journal of Tropical Fisheries, 16(1), 1–8.

Naiu, A. S. (2018). Penanganan dan pengolahan hasil perikanan. CV Athra Samudra.

Nasrudin, S. I., & Arif, R. M. R. (2022). Hubungan karakter agronomi dan hasil padi berdasarkan umur bibit menggunakan metode sawah apung di Kabupaten Pangandaran. Jurnal Agrotek Tropika, 11(3).

Noor, M. (2007). Rawa lebak: Ekologi, pemanfaatan dan pengembangannya. PT Raja Grafindo Persada.

Prayoga, M. K., Adinata, K., Rostini, N., Setiawati, M. R., Simarmata, T., & Stöber, S. (2017). Padi apung sebagai inovasi petani terhadap dampak perubahan iklim di Pangandaran. 1–11.

Rahman, M., et al. (2022). Wetland agriculture adaptation strategies in Southeast Asia. Agricultural Water Management, 261, 107351.

Sudjana, B. (2014). Penggunaan Azolla untuk pertanian berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Solusi, 1(2), 72–81.

Susanto, E. (2014). Kinerja alat pengasap ikan. Warta Industri Hasil Pertanian, 31(1), 32–38.

Susilawati, E., et al. (2021). Floating rice cultivation for flood-prone areas. Sustainability, 13(14), 7890.

Sutanto, R. (2012). Pertanian organik: Menuju pertanian alternatif dan berkelanjutan. Kanisius.

Swastawati, F., Syakur, A., Wijayanti, I., & Riyadi, P. H. (2022). Teknologi pengeringan ikan modern. UNDIP Press.

Downloads

Published

2026-09-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

Firdaus, A., Andani, N. P., Adrianto, M. S. D., Nisa, R., Hasanah, M., Lestari, J. I., Hasanah, M., Febriana, A. D., Hairani, H., Fikrulia, H. J., Ghifari, M., Regandara, E. P., Ekawati, D., Adawiyah, R., Hadi, A., & Mubarak, A. N. (2026). Peningkatan Kapasitas Transmigran Melalui Sistem Pertanian Adaptif Berbasis Padi Apung Dan Pengasapan Ikan Di Lahan Tergenang Desa Pupuyuan Kabupaten Balangan. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(3), 896-904. https://doi.org/10.36312/linov.v11i3.4843