Pemberdayaan Masyarakat Sekotong Barat melalui Teknologi Membran Bioreaktor untuk Pengolahan Air Limbah Menjadi Air Bersih

Authors

  • Citra Ayu Dewi ID Universitas Pendidikan Mandalika
  • Yeti Kurniasih ID Universitas Pendidikan Mandalika
  • Muhammad Roil Bilad ID Universitas Pendidikan Mandalika
  • Abdul Sakban ID Universitas Muhammadiyah Mataram
  • Maemunah Maemunah ID Universitas Muhammadiyah Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v11i2.5167

Keywords:

Appropriate Technology, Community Empowerment, Membrane Bioreactor, Sekotong Barat

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kemandirian masyarakat Desa Sekotong Barat dalam pengolahan air limbah melalui penerapan teknologi Membran Bioreaktor (MBR). Permasalahan utama mitra adalah pencemaran air akibat aktivitas penambangan emas tradisional, rendahnya kapasitas teknis masyarakat dalam pengolahan limbah, serta belum adanya model pengelolaan air olahan berbasis BUMDes. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Technology Transfer melalui workshop, pelatihan, praktik langsung, pendampingan intensif, dan evaluasi partisipatif. Mitra kegiatan meliputi PKK Desa Sekotong Barat, BUMDes Gita Nada, pemerintah desa, Karang Taruna, mahasiswa KKN-PMM, dan masyarakat terdampak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan teknis peserta. Sebelum kegiatan, sebagian besar peserta belum mengenal teknologi MBR, sedangkan setelah kegiatan seluruh peserta memahami konsep dan fungsi MBR, serta sebagian besar mampu mencoba atau mengoperasikan alat secara mandiri. Rata-rata skor kompetensi peserta meningkat dari 57,35 pada pre-test menjadi 85,45 pada post-test dan menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik berdasarkan uji paired sample t-test yang dilaporkan pada bagian metode dan hasil. Pada aspek kualitas air, 15 dari 20 peserta mampu menghasilkan air olahan awal yang tampak lebih jernih berdasarkan indikator visual awal, yaitu warna, bau, kejernihan, dan berkurangnya partikel tersuspensi. Namun, evaluasi kualitas air pada kegiatan ini belum mengacu pada standar baku mutu air bersih karena belum dilakukan uji laboratorium terhadap parameter pH, TDS, kekeruhan, BOD/COD, merkuri/logam berat, dan mikrobiologi. Oleh karena itu, hasil air olahan belum dapat dinyatakan layak atau aman digunakan masyarakat sebelum pengujian lanjutan dilakukan. BUMDes menunjukkan kesiapan awal untuk mendukung keberlanjutan program, tetapi masih memerlukan penguatan SOP, operator, biaya operasional, mekanisme distribusi, dan legalitas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi MBR, pelatihan partisipatif, pendampingan mahasiswa, dan penguatan kelembagaan desa berpotensi menjadi model awal pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna.

Community Empowerment in Sekotong Barat through Membrane Bioreactor Technology for Wastewater Treatment into Clean Water

Abstract

This community service program aimed to improve the knowledge, technical skills, and self-reliance of the Sekotong Barat Village community in wastewater treatment through the application of Membrane Bioreactor (MBR) technology. The main problems faced by the community partners were water pollution caused by traditional gold mining activities, limited technical capacity in wastewater treatment, and the absence of a village-owned enterprise-based model for treated water management. The program employed a Participatory Technology Transfer approach through workshops, training, hands-on practice, intensive mentoring, and participatory evaluation. The partners involved included the PKK group of Sekotong Barat Village, BUMDes Gita Nada, the village government, youth organizations, KKN-PMM students, and affected community members. The results indicated that the training and mentoring improved participants’ knowledge and technical skills. Before the program, most participants were unfamiliar with MBR technology, whereas after the program all participants understood the concept and function of MBR, and most were able to try or operate the equipment independently. The average competency score increased from 57.35 in the pre-test to 85.45 in the post-test and showed a statistically meaningful difference based on the paired sample t-test reported in the methods and results sections. Regarding water quality, 15 out of 20 participants were able to produce preliminary treated water that appeared visually clearer based on the initial visual indicators, namely color, odor, clarity, and reduced suspended particles. However, the water quality evaluation in this program did not yet refer to clean water quality standards because laboratory testing of pH, TDS, turbidity, BOD/COD, mercury/heavy metals, and microbiological parameters had not been conducted. Therefore, the treated water cannot yet be declared suitable or safe for community use before further testing is performed. BUMDes demonstrated initial readiness to support program sustainability, but further strengthening is required in terms of SOPs, operators, operational costs, distribution mechanisms, and legality. This program indicates that the integration of MBR technology, participatory training, student mentoring, and village institutional strengthening has the potential to serve as an initial model of community empowerment based on appropriate technology.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Citra Ayu Dewi, Universitas Pendidikan Mandalika

    Chemistry Education

  • Yeti Kurniasih, Universitas Pendidikan Mandalika

    Chemistry Education

  • Muhammad Roil Bilad, Universitas Pendidikan Mandalika

    Chemistry Education

  • Abdul Sakban, Universitas Muhammadiyah Mataram

    Civil Education

  • Maemunah Maemunah, Universitas Muhammadiyah Mataram

    Civil Education

References

Al-Asheh, S., Bagheri, M., & Aidan, A. (2021). Membrane bioreactor for wastewater treatment: A review. Case Studies in Chemical and Environmental Engineering, 4, 100109.

Astiti, L. G. S., & Sugianti, T. (2014). Dampak penambangan emas tradisional pada lingkungan dan pakan ternak di Pulau Lombok. Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan, 12(2), 101–106.

Desimal, I. (2018). Hubungan Pertambangan Emas Dengan Kadar Merkuri Dalam Rambut Penambang Di Desa Kedaro Sekotong Lombok Barat. Jurnal Sangkareang Mataram, 4(1), 56–59.

Ekawanti, A., Irawati, D., Sabrina, Y., Mulyanto, M., & Cholidah, R. (2018). Penyuluhan Pencegahan Intoksikasi Logam Berat Pada Siswa SD Di Daerah Pesisir Yang Terdampak Pertambangan Emas Skala Kecil. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 1, 904–910.

Fikri, E., Zulkarnain, O. F., Azizah, R., Latif, M. T., & Firmansyah, Y. W. (2023). The application of membrane bioreactor for greywater treatment. Journal of Ecological Engineering, 24(6), 207–213.

Hadi, A. P., Suadnya, I. W., & Waru, T. (2022). Kampanye# merkuribikinrugi bagi Penambang dan Keluarga Penambang Emas Skala Kecil (PESK) di Kecamatan Sekotong Lombok Barat. Prosiding Semnaskom-Unram, 4(1), 178–188.

Hai, F. I., Riley, T., Shawkat, S., Magram, S. F., & Yamamoto, K. (2014). Removal of pathogens by membrane bioreactors: a review of the mechanisms, influencing factors and reduction in chemical disinfectant dosing. Water, 6(12), 3603–3630.

Hernaningsih, T. (2014). Aplikasi membrane bioreactor (MBR) untuk proses daur ulang air limbah. Jurnal Air Indonesia, 7(2), 245834.

Hurum, P. H., Arifin, Z., Padusung, P., & Suwardji, S. (2023). Kajian Sifat Fisik Tanah Ustifluvents Sekotong Terkait Kandungan Merkuri (Hg) Dalam Tanah: Assesment of Physical Properties of Ustifluvents Sekotong Releted to Mercury (Hg) Content in Soil. JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN, 9(3), 475–490.

Irfan, M. (2023). Bekerjanya Hukum Dalam Pertambangan Emas Tidak Berizin Dikecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Risalah Kenotariatan, 4(1).

Nguyen, M.-L., Nakhjiri, A. T., Kamal, M., Mohamed, A., Algarni, M., Yu, S. T., Wang, F.-M., & Su, C.-H. (2022). State-of-the-art review on the application of membrane bioreactors for molecular micro-contaminant removal from aquatic environment. Membranes, 12(4), 429.

Priyambodo, S., Rahmat, B., Buanayudha, G. W., Widiastuti, I. A. E., & Nurbaiti, L. (2020). Pelatihan Pengurangan Dampak Merkuri bagi Masyarakat Daerah Penambangan Emas Skala Kecil di Desa Sekotong Kabapuaten Lombok Barat. Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 1(2), 144–148.

Purbajati, L. K., Rizki, A. S., Murtawan, H., Bahri, S., & Hadi, A. P. (2024). Analisis Limbah Tambang Emas Konvensional Di Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Bioindikator: Jurnal Biologi Dan Pendidikan Biologi, 1(2), 57–61.

Sanuriza, I. Il. (2017). Analisis Kandungan Merkuri (Hg) Pada Terumbu Karang Akibat Pertambangan Emas Rakyat Di Kawasan Teluk Pelangan-Selindungan Kecamatan Sekotong. EVOLUSI: JOURNAL OF MATHEMATICS AND SCIENCES, 1(1), 1–7.

Ubaidillah, A. S., & Faesal, A. (2020). Sosialisasi Endapan Emas Di Dusun Brambang, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat Sebagai Upaya Penanggulangan Penambangan Emas Tanpa Izin. Sinergi: Jurnal Pengabdian, 2(2), 69–71.

Ulfa, A., Suarsini, E., & Al Muhdhar, M. H. I. (2016). Isolasi dan uji sensitivitas merkuri pada bakteri dari limbah penambangan emas di Sekotong Barat Kabupaten Lombok Barat: Penelitian Pendahuluan. Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning, 13(1), 793–799.

Wang, P., Yu, H., Zhan, S., & Wang, S. (2011). Catalytic hydrolysis of lignocellulosic biomass into 5-hydroxymethylfurfural in ionic liquid. Bioresource Technology, 102(5), 4179–4183.

Downloads

Published

2026-06-09

Issue

Section

Articles

How to Cite

Dewi, C. A., Kurniasih, Y., Bilad, M. R., Sakban, A., & Maemunah, M. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Sekotong Barat melalui Teknologi Membran Bioreaktor untuk Pengolahan Air Limbah Menjadi Air Bersih. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(2), 362-378. https://doi.org/10.36312/linov.v11i2.5167