Optimalisasi Penggunaan Limbah Organik Lingkungan Sekolah melalui Pembuatan Gantungan Kunci Resin Bernilai Ekonomi di SMA Taruna Nala

Authors

  • Agung Witjoro ID Universitas Negeri Malang
  • Fahmy Armanda ID Universitas Negeri Malang
  • Mistianah Mistianah ID Universitas Negeri Malang
  • NURUL HIDAYATI utami ID LAMBUNG MANGKURAT UNIVERSITY
  • Taufiq Satria Mukti ID Universitas Negeri Malang
  • Zahra Firdaus ID Universitas Negeri Malang
  • Mimien Henie Irawati ID Universitas Negeri Malang
  • Fatchur Rohman ID Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v11i2.5263

Keywords:

limbah organik, resin, Education for Sustainable Development, kewirausahaan siswa, pengabdian masyarakat

Abstract

Limbah organik berupa bunga dan daun kering di lingkungan sekolah sering belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai bahan baku produk kreatif yang bernilai edukatif dan ekonomis. Kondisi serupa dijumpai di SMA Negeri Taruna Nala Malang yang memiliki area hijau luas, tetapi limbah botani yang dihasilkan belum dikelola secara produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik lingkungan sekolah melalui pelatihan pembuatan gantungan kunci resin, sekaligus memperkuat kesadaran keberlanjutan dan keterampilan kewirausahaan siswa. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Education for Sustainable Development (ESD) yang diintegrasikan dengan project-based learning (PjBL) terhadap 100 siswa yang dibagi dalam kelompok kerja. Pelaksanaan program meliputi tahap persiapan, pengumpulan bahan baku limbah botani, pengeringan dan fabrikasi resin, serta refleksi pelaksanaan. Evaluasi dilakukan menggunakan daftar hadir, lembar observasi, lembar penilaian produk, dan angket respons peserta dengan indikator keberhasilan meliputi kehadiran peserta, keberhasilan produk, serta respons positif peserta terhadap kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh indikator keberhasilan tercapai di atas target minimal. Kehadiran peserta mencapai 100%, 90% peserta berhasil menghasilkan gantungan kunci resin dengan kategori layak, dan 90% peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan, terutama dalam aspek pemahaman pemanfaatan limbah organik dan pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Hasil refleksi juga menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu menumbuhkan kreativitas, ketelitia berbasis potensi lokal. Dengan demikian, pelatihan pembuatan gantungan kunci resin berbahan limbah botani terbukti efektif sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis sekolah yang aplikatif, edukatif, dan berkelanjutan serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Optimization of Organic Waste Utilization in the School Environment Through the Creation of Economically Valuable Resin Keychains at SMA Taruna Nala

Abstract

Organic waste in the form of dried flowers and leaves in school environments is frequently underutilized, despite its potential as a raw material for creative products with educational and economic value. A similar condition was observed at SMA Negeri Taruna Nala Malang, which has extensive green areas, yet the botanical waste generated has not been managed productively. This community service activity aimed to optimize the utilization of school organic waste through training in resin keychain production, while simultaneously strengthening students' sustainability awareness and entrepreneurial skills. The activity was implemented using an Education for Sustainable Development (ESD) approach integrated with project-based learning (PjBL), involving 100 students organized into working groups. The program stages included preparation, collection of botanical waste materials, drying and pressing of plant materials, resin fabrication, and implementation reflection. Evaluation was conducted using attendance records, observation sheets, product assessment rubrics, and participant response questionnaires, with success indicators encompassing participant attendance, product feasibility, and positive participant response toward the activity. The results indicated that all success indicators were achieved above the established minimum targets. Participant attendance reached 100%, 90% of participants successfully produced resin keychains categorized as feasible, and 90% of participants provided positive responses toward the activity, particularly regarding understanding of organic waste utilization and the importance of sustainable environmental management. Reflection results also demonstrated that this activity was able to foster creativity, meticulousness based on local potential. Thus, training in resin keychain production using botanical waste proved effective as an applicable, educational, and sustainable school-based community service model, contributing to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anazifa, R. D., & Djukri. (2017). Project-based learning and problem-based learning: Are they effective to improve student’s thinking skills? Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6(2), 346–355. https://doi.org/10.15294/jpii.v6i2.11100

Handayani, R., Kusuma, A., & Lestari, D. (2020). Pemanfaatan bunga kering sebagai bahan dekoratif pada kerajinan resin. Jurnal Seni dan Desain Indonesia, 5(2), 45–53.

Miller, J., & Zhao, L. (2019). Floral preservation techniques using resin media for decorative handicrafts. International Journal of Art and Design, 8(1), 22–30.

Nasution, S. R., Harahap, D., & Lubis, M. (2018). Pemanfaatan sampah sebagai produk kreatif untuk meningkatkan keterampilan siswa sekolah. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 24(3), 712–718.

Nasution, S. R., Rahmalina, D., Sulaksono, B., Carla, D., & Doaly, O. (2018). IbM: Pemanfaatan limbah plastik sebagai kerajinan tangan di Kelurahan Srengseng Sawah Jagakarsa Jakarta Selatan. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 6(2).

Nugraheni, S., Putra, M. A., & Dewi, K. (2022). Karakteristik morfologi daun sebagai bahan kerajinan berbasis resin. Jurnal Pendidikan dan Kerajinan, 10(1), 67–75.

Pouya, S., & Ergan, M. F. (2025). Effects of a nature-based art intervention on students’ stress and well-being. (Informasi jurnal tidak lengkap)

Pouya, S., Rahimi, A., & Khosravi, M. (2025). Nature-based art interventions for student mental well-being and stress recovery. Journal of Environmental Psychology, 92, Artikel 102145.

Pratiwi, N., Hidayat, T., & Ramadhan, F. (2021). Pembelajaran berbasis proyek melalui pemanfaatan lingkungan sekolah untuk meningkatkan kreativitas siswa. Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, 22(2), 101–110.

Rahmawati, E., & Putri, S. A. (2022). Teknik pengeringan bunga pada kerajinan resin untuk mempertahankan kualitas warna dan bentuk. Jurnal Bioseni, 9(3), 88–96.

RAMSAR. (2018). Wetlands and the SDGs: Scaling up wetland conservation, wise use and restoration to achieve the Sustainable Development Goals. Ramsar Convention Secretariat.

Rozana, F., & Author, A. (2025). Oshibana art as environmental education and emotional expression in student learning. International Journal of Art Education, 14(1), 33–42.

Rozana, N., & Author, E. (2025). Art therapy Oshibana sebagai media ekspresif untuk eksplorasi diri dan identifikasi masalah. 1(1). https://doi.org/10.1007/XXXXXX-XX-0000-00

Sari, M., Wijayanti, D., & Kurniawan, A. (2023). Pengawetan bahan organik menggunakan resin epoxy pada produk kerajinan tangan. Jurnal Pengabdian dan Kewirausahaan, 4(1), 15–23.

Susilo, B., Lestari, P., & Wulandari, R. (2021). Pemanfaatan seni oshibana sebagai media pembelajaran kreatif berbasis lingkungan. Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya, 6(2), 55–63.

Susilo, F., Nasution, J., & Rahmiati, R. (2021). Pemanfaatan tanaman pekarangan dalam upaya peningkatan kreatifitas remaja melalui teknik Oshibana. Pelita Masyarakat, 2(2), 118–124. https://doi.org/10.31289/pelitamasyarakat.v2i2.4992

Syahril, S., Nabawi, R. A., & Safitri, D. (2021). Students’ perceptions of the project based on the potential of their region: A project-based learning implementation. Journal of Technology and Science Education, 11(2), 295–314. https://doi.org/10.3926/JOTSE.1153

UNESCO. (2020). Education for sustainable development: A roadmap.

Van den Bosch, M., & Sang, Å. O. (2017). Urban natural environments as nature-based solutions for improved public health – A systematic review of reviews. Environmental Research, 158, 373–384.

Wibowo, A., Santoso, B., & Laily, N. (2021). Stabilitas pigmen antosianin pada bunga sebagai bahan pewarna alami kerajinan. Jurnal Teknologi dan Seni Kreatif, 6(2), 54–61

Downloads

Published

2026-06-09

Issue

Section

Articles

How to Cite

Witjoro, A., Armanda, F., Mistianah, M., utami, N. H., Mukti, T. S., Firdaus, Z., Irawati, M. H., & Rohman, F. (2026). Optimalisasi Penggunaan Limbah Organik Lingkungan Sekolah melalui Pembuatan Gantungan Kunci Resin Bernilai Ekonomi di SMA Taruna Nala. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(2), 487-496. https://doi.org/10.36312/linov.v11i2.5263