Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Eceng Gondok sebagai Bokashi pada Budidaya Melon di Kecamatan Tanjung Beringin

Authors

  • Riski Gunawan Siregar ID Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Dwi Febrimeli ID Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Retmono Agung Winarno ID Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v11i3.5960

Keywords:

agricultural extension, bokashi, water hyacinth, melon, soil fertility, sustainable agriculture

Abstract

Pemanfaatan sumber daya lokal melalui pengolahan limbah organik menjadi pupuk bokashi merupakan salah satu upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang tersedia di saluran irigasi, rawa, dan badan air di Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan organik untuk kegiatan budidaya. Kegiatan ini bertujuan menyusun dan melaksanakan penyuluhan mengenai pemanfaatan limbah eceng gondok sebagai bokashi pada budidaya melon berdasarkan potensi wilayah dan kebutuhan petani. Kegiatan melibatkan 30 petani melon dan dilaksanakan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, penyuluhan, serta demonstrasi pembuatan dan penerapan bokashi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan kondisi wilayah, karakteristik sasaran, tingkat penerimaan, serta penerapan inovasi oleh petani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap penyuluhan mencapai 81,38% dan termasuk kategori sangat setuju. Sebanyak 12 petani (40%) membuat bokashi secara mandiri, sedangkan 15 petani (50%) menerapkan bokashi pada budidaya melon. Kendala dalam pembuatan bokashi secara mandiri meliputi keterbatasan waktu, kesibukan usaha tani, belum terbiasanya petani mengolah limbah organik, dan kebiasaan menggunakan pupuk anorganik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dapat mendorong penerimaan dan penerapan awal pemanfaatan eceng gondok sebagai bokashi, tetapi pembuatan secara mandiri masih memerlukan pendampingan berkelanjutan.

Extension Program Design for the Utilization of Water Hyacinth Waste as Bokashi in Melon Cultivation in Tanjung Beringin District

Abstract

The utilization of local resources through the processing of organic waste into bokashi fertilizer is one approach to supporting sustainable agriculture. Water hyacinth (Eichhornia crassipes) available in irrigation canals, swamps, and water bodies in Nagur Village, Tanjung Beringin District, Serdang Bedagai Regency, has not been optimally utilized as an organic material for agricultural activities. This activity aimed to design and implement an extension program on the utilization of water hyacinth waste as bokashi in melon cultivation based on local potential and farmers’ needs. The activity involved 30 melon farmers and was conducted through field observations, interviews, questionnaire distribution, extension activities, and demonstrations of bokashi production and application. Data were analyzed descriptively and quantitatively to describe regional conditions, participant characteristics, acceptance levels, and the application of the innovation by farmers. The results showed that farmers’ acceptance of the extension program reached 81.38%, categorized as very favorable. A total of 12 farmers (40%) independently produced bokashi, while 15 farmers (50%) applied bokashi in melon cultivation. The constraints to independent bokashi production included limited time, farming workload, farmers’ unfamiliarity with processing organic waste, and the habitual use of inorganic fertilizers. These findings indicate that the extension activity encouraged initial acceptance and application of water hyacinth as bokashi; however, independent production still requires continuous assistance.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arisena, G. M. K., & Pradnyandari, A. A. S. D. S. (2026). Circular economy in the agricultural sector. Indonesian Journal of Small Scale Farming, 2(1). https://doi.org/10.24843/ijoss.2026.v02.i01.p04

Asie, E. R., Rumbang, N., Simanulang, S., & Lautt, B. S. (2023). Pertumbuhan dan hasil kubis bunga dengan pemberian POC daun lamtoro dan bokashi eceng gondok pada tanah Ultisol. Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan, 10(2). https://doi.org/10.33084/daun.v10i2.4250

Astuti, D., Widyastuti, R., & Santoso, B. (2020). Utilization of water hyacinth (Eichhornia crassipes) as organic fertilizer. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 443, 012078. https://doi.org/10.1088/1755-1315/443/1/012078

Badan Pusat Statistik Kabupaten Serdang Bedagai. (2024). Kabupaten Serdang Bedagai dalam angka 2024. BPS Kabupaten Serdang Bedagai.

Cerya, E., Darussyamsu, R., & Amelia, K. (2024). Optimasi penggunaan limbah ubi kayu menjadi pupuk organik: Menuju pertanian ramah lingkungan berbasis circular economy. Jurnal KARINOV, 7(3).

Fatchiya, A., Amanah, S., & Kusumastuti, Y. I. (2016). Penerapan inovasi teknologi pertanian dan hubungannya dengan ketahanan pangan rumah tangga petani. Jurnal Penyuluhan, 12(2). https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v12i2.12988

Hikmah, N. (2025). Fermentation process in bokashi organic fertilizer production. Journal of Sustainable Agriculture, 19(1), 55–66.

Kurniawati, H., & Very, K. (2019). Peningkatan pertumbuhan dan hasil sawi hijau (Brassica juncea L.) dengan pemberian bokashi eceng gondok (Eichhornia crassipes). PIPER, 15(28). https://doi.org/10.51826/piper.v15i28.286

Nattassha, R., Handayati, Y., Simatupang, T. M., & Siallagan, M. (2020). Understanding circular economy implementation in the agri-food supply chain: The case of an Indonesian organic fertiliser producer. Agriculture & Food Security, 9, 10. https://doi.org/10.1186/s40066-020-00264-8

Pello, W. Y., & Djunina, H. (2024). Pengaruh metode dan media penyuluhan pertanian terhadap adopsi budidaya padi sawah. Jurnal Penyuluhan. https://doi.org/10.25015/20202451741

Pratiwi, A. (2024). Potensi eceng gondok sebagai pupuk organik dan biomassa energi. Jurnal Agroekoteknologi, 16(1), 21–29.

Sirajuddin, Z. (2021). Adopsi inovasi jajar legowo oleh petani di Desa Balahu, Kabupaten Gorontalo. AGRIEKONOMIKA.

Sofia, S., Suryaningrum, F. L., & Subekti, S. (2022). Peran penyuluh pada proses adopsi inovasi petani dalam menunjang pembangunan pertanian. AGRIBIOS, 20(1). https://doi.org/10.36841/agribios.v20i1.1865

Unga, N. T., Anshar, M., & Laude, S. (2020). Pengaruh dosis pupuk bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon (Cucumis melo L.). AGROTEKBIS: Jurnal Ilmu Pertanian, 8(1).

Downloads

Published

2026-09-19

Issue

Section

Articles

How to Cite

Siregar, R. G., Dwi Febrimeli, & Retmono Agung Winarno. (2026). Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Eceng Gondok sebagai Bokashi pada Budidaya Melon di Kecamatan Tanjung Beringin. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(3), 1560-1565. https://doi.org/10.36312/linov.v11i3.5960