Revitalisasi Usaha Jamur Tiram melalui Inovasi Baglog Berbasis Bonggol Jagung di Desa Krobungan, Kabupaten Probolinggo

Authors

  • Dewi Anggun Oktaviani ID Universitas Panca Marga
  • Novita Lidyana ID Universitas Panca Marga
  • Hermin Arista ID Universitas Panca Marga
  • Trivosa Aprilia Novadiani Haidiputri ID Universitas Panca Marga

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v11i3.6464

Keywords:

bonggol jagung, baglog, jamur tiram, teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat

Abstract

UKM Jamur Tiram “Tiramku” di Desa Krobungan, Kabupaten Probolinggo menghadapi permasalahan berupa keterbatasan bahan baku serbuk kayu, proses produksi baglog yang masih dilakukan secara manual, pengelolaan usaha yang belum optimal, dan keterbatasan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keberdayaan mitra melalui pemanfaatan bonggol jagung sebagai bahan alternatif media baglog, penerapan teknologi tepat guna, penguatan manajemen usaha, dan pemasaran digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi dan identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, penerapan mesin pencacah bonggol jagung, mixer media, dan press baglog, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra telah mampu menerapkan teknologi produksi dan memanfaatkan bonggol jagung sebagai bahan alternatif media baglog. Evaluasi keberdayaan menunjukkan peningkatan skor pada aspek produksi dari 1,4 menjadi 2,8, sedangkan aspek manajemen dan pemasaran meningkat dari 1,25 menjadi 3,0. Peningkatan skor tersebut menunjukkan adanya perkembangan kemampuan teknis, manajerial, dan pemasaran mitra setelah memperoleh pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan. Kegiatan ini menunjukkan indikasi awal peningkatan kemampuan mitra dalam mengintegrasikan pemanfaatan sumber daya lokal, teknologi tepat guna, pengelolaan usaha, dan pemasaran digital. Pengujian lebih lanjut terhadap formulasi media, produktivitas baglog, efisiensi produksi, dan kinerja pemasaran diperlukan untuk memastikan dampak inovasi terhadap kinerja usaha secara berkelanjutan.

Revitalization of Oyster Mushroom Enterprises through Corn Cob-Based Baglog Innovation in Krobungan Village, Probolinggo Regency

Abstract

The oyster mushroom micro-enterprise “Tiramku” in Krobungan Village, Probolinggo Regency, faces several challenges, including limited availability of sawdust as a raw material, manually performed baglog production processes, suboptimal business management, and limited marketing access. This community service program aimed to improve the capacity and empowerment of the partner through the utilization of corn cobs as an alternative baglog medium, the application of appropriate technology, business management strengthening, and digital marketing. The program was implemented through observation and problem identification, program socialization, training, hands-on practice, application of corn cob chopping, media mixing, and baglog pressing machines, mentoring, as well as monitoring and evaluation. The results showed that the partner was able to apply production technology and utilize corn cobs as an alternative material for baglog media. The empowerment evaluation showed an increase in the production aspect score from 1.4 to 2.8, while the management and marketing aspect score increased from 1.25 to 3.0. These improvements indicate the development of the partner’s technical, managerial, and marketing capabilities following training, technology implementation, and mentoring. The program provides an initial indication of improved partner capacity in integrating local resource utilization, appropriate technology, business management, and digital marketing. Further testing of media formulation, baglog productivity, production efficiency, and marketing performance is required to determine the impact of the innovation on business performance and its long-term sustainability

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alteza, M., Rahmawaty, P., Hidayati, L. N., & Darmawati, A. (2025). Utilizing digital marketing to improve the performance of MSMEs in Kraton District, Yogyakarta. Community Empowerment, 10(3), 718–726. https://doi.org/10.31603/ce.12495

Chitamba, J., Dube, F., Chiota, W., & Handiseni, M. (2012). Evaluation of substrate productivity and market quality of oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) grown on different substrates. International Journal of Agricultural Research, 7(2), 100–106. https://doi.org/10.3923/ijar.2012.100.106

Fathony, I. I., & Romli, O. (2024). Digital marketing optimization for MSMEs in Tonjong Village, Serang Regency. Community Empowerment, 9(11), 1676–1682. https://doi.org/10.31603/ce.12496

Hendrika, A., Soffan, A. F., Althaf, M. G., Amanda, S. P., Fani, R. M., Tampubolon, P. M., & Lestari, R. (2021). Application and composition of sawdust, grass straw, rice husk, and rice bran for white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus Jacq.) growth media using hydrated lime sterilization. Proceedings of the International Conference on Life Sciences and Biotechnology.

Girmay, Z., Gorems, W., Birhanu, G., & Zewdie, S. (2016). Growth and yield performance of Pleurotus ostreatus (Jacq. Fr.) Kumm (oyster mushroom) on different substrates. AMB Express, 6, 87. https://doi.org/10.1186/s13568-016-0265-1

Grimm, D., & Wösten, H. A. B. (2018). Mushroom cultivation in the circular economy. Applied Microbiology and Biotechnology, 102, 7795–7803. https://doi.org/10.1007/s00253-018-9226-8

Husni, M., Setianti, S., Indriyanto, I., Paamudiaspuri, A. A., Agustina, M., & Dhaifulah, A. F. (2024). Community empowerment through the cultivation of oyster mushrooms in improving the economy. Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia, 3(2). https://doi.org/10.57254/eka.v3i2.123

Irmawati, Pangerang, F., & Yuniarti. (2026). Integrasi teknologi tepat guna dan sistem IoT untuk pemberdayaan petani jamur tiram dataran rendah di Kabupaten Maros. Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 7(2). https://doi.org/10.33394/jpu.v7i2.18322

Sathiyaseelan, M., Kannadhasan, V., Tamilpriyan, S., & Balaji, K. (2024). Cultivation potential of oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) using agricultural wastes as substrates. Indian Journal of Horticulture, 81(2). https://doi.org/10.58993/ijh/2024.81.2.12

Rahayu, D., Nugraha, Y., Rosliani, E., & Habil, R. (2024). Assisting MSMEs in utilizing digital marketing and online product marketing strategies in Jati Village, Tarogong District. Indonesian Journal of Community Empowerment, 4(2). https://doi.org/10.35899/ijce.v4i02.731

Untari, A. D. (2020). Budidaya jamur tiram sebagai usaha alternatif bagi masyarakat (pelatihan di Desa Bale Kencana, Kecamatan Mancak). Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(1). https://doi.org/10.47080/abdikarya.v2i1.1057

Wang, et al. (2024). Effects of initial corncob particle size on the short-term composting for preparation of cultivation substrates for Pleurotus ostreatus. Environmental Research, 248, 118333. https://doi.org/10.1016/j.envres.2024.118333

Styawati, E., & Rahayuningsih, E. (2025). Community-based digital marketing empowerment: A holistic strategy for empowering rural women MSMEs in Southeast Asia. Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 4(1). https://doi.org/10.56127/jekma.v4i1.2530

Yuliani, N. L., Efendi, M. R., Sanjaya, O., Fuadi, M. I., Faisal, A., & Rainaldy, A. (2022). Development of digital marketing models for MSMEs to improve the community's economy. Community Empowerment, 7(4), 731–736. https://doi.org/10.31603/ce.5587

Downloads

Published

2026-09-09

Issue

Section

Articles

How to Cite

Oktaviani, D. A., Lidyana, N., Arista, H., & Haidiputri, T. A. N. (2026). Revitalisasi Usaha Jamur Tiram melalui Inovasi Baglog Berbasis Bonggol Jagung di Desa Krobungan, Kabupaten Probolinggo. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(3), 1200-1210. https://doi.org/10.36312/linov.v11i3.6464