Pendampingan Umkm Desa Roko-Roko: Pembuatan Baliho Usaha Dan Aktivasi Pembayaran Digital Qris

Authors

  • Andry Stepahnie Titing ID Universitas sembilanbelas November kolaka
  • Komang Veri Wahyudi ID Universitas sembilanbelas November Kolaka
  • Dirga Dirga ID Universitas sembilanbelas November kolaka
  • Jihan Lestari ID Universitas sembilanbelas November Kolaka
  • Nilamsari Nilamsari ID Universitas sembilanbelas November Kolaka
  • Aidil Aidil ID Universitas sembilanbelas November Kolaka
  • Novita Sari Hamka ID Universitas sembilanbelas November Kolaka
  • Sani Sani ID Universitas sembilanbelas November Kolaka
  • Riska Rusmiati ID Universitas sembilanbelas November Kolaka
  • Sulmainar Sulmainar ID Universitas sembilanbelas November Kolaka
  • Febrina Enjelia Siringo-Ringo ID Universitas sembilanbelas November Kolaka
  • Wa Hasna ID Universitas sembilanbelas November Kolaka
  • Warsukni Warsukni ID Universitas sembilanbelas November Kolaka

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v11i3.6630

Keywords:

baliho usaha, inklusi keuangan digital, QRIS, UMKM desa, pendampingan KKN

Abstract

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Roko-Roko, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, masih mengandalkan promosi konvensional dan transaksi tunai. Artikel ini membahas program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 29 Universitas Sembilanbelas November Kolaka Tahun 2026 yang mendampingi tiga pelaku UMKM di Dusun I dan Dusun II Desa Roko-Roko, yaitu usaha jahit, penjual makanan dan minuman, serta pabrik pembuatan tempe, melalui pembuatan baliho usaha dan pendampingan aktivasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah membantu memperjelas identitas visual usaha dan mendorong transaksi non-tunai pelaku UMKM. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi minimnya penanda identitas visual usaha serta keterbatasan akses terhadap sistem pembayaran digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif door-to-door, mencakup desain dan pemasangan baliho usaha serta pendampingan aktivasi akun QRIS. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara singkat, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ketiga UMKM memperoleh baliho usaha sebagai penanda identitas visual, sementara satu UMKM, yaitu usaha jahit, berhasil mengaktifkan dan menggunakan QRIS sebagai sarana transaksi non-tunai, sedangkan dua UMKM lainnya masih memerlukan pendampingan lanjutan untuk aktivasi QRIS. Temuan awal menunjukkan bahwa baliho usaha diterima dengan baik oleh pelaku usaha, sementara pemanfaatan QRIS masih memerlukan proses adaptasi lebih lanjut. Simpulannya, kombinasi bantuan baliho dan pendampingan QRIS dinilai membantu sebagai intervensi awal penguatan identitas dan akses layanan keuangan digital UMKM perdesaan pada level mikro, namun perlu dikombinasikan dengan pelatihan pemasaran digital lanjutan agar dampaknya lebih berkelanjutan.

Type the paper title, Capitalize first letter (The Title Describes the Conducted Research, Bookman Old Style, Bold, Font Size 14, Single Line Spacing, 0 pt after Spacing)

Abstract

Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Roko-Roko Village, Tirawuta Subdistrict, East Kolaka Regency, still rely on conventional promotion and cash-based transactions. This article presents the Community Service Program (KKN) conducted by Group 29 of Universitas Sembilanbelas November Kolaka in 2026, which assisted three MSMEs in Dusun I and Dusun II of Roko-Roko Village — a tailoring business, a food and beverage vendor, and a tempe production business — through the creation of business signboards (baliho) and QRIS payment activation assistance. The objective of this activity is to help clarify the visual identity of the businesses and encourage non-cash transactions among MSME actors. The main problems addressed include the limited visual identity of business locations and restricted access to digital payment systems. The method employed was a participatory door-to-door approach covering signboard design and installation as well as QRIS account activation assistance. Data were collected through field observation, brief interviews, and documentation during implementation. The results show that all three MSMEs received business signboards as a visual identity marker, while only one, the tailoring business, successfully activated and used QRIS for non-cash transactions; the other two still require further assistance for QRIS activation. Early findings indicate that the signboards were well received by business owners, while QRIS adoption still requires further adaptation. In conclusion, the combination of signboard assistance and QRIS guidance is considered a helpful initial intervention to strengthen the identity and digital financial access of rural MSMEs at the micro level, though it needs to be combined with further digital marketing training for a more sustainable impact

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bank Indonesia. (2025). QRIS Jelajah Indonesia 2025 dorong digitalisasi dengan wisata budaya [Siaran pers]. https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2717025.aspx

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2024). Kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional. Kemenkop UKM.

Kementerian PPN/Bappenas. (2017). Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Bappenas.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. (2026). Buku panduan Kuliah Kerja Nyata: Kolaborasi SDGs untuk desa berdaya dan berkelanjutan. Universitas Sembilanbelas November Kolaka.

Lynch, K. (1960). The image of the city. MIT Press.

Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Statistik perkembangan UMKM dan literasi keuangan digital. OJK.

Rahmawati, D., & Pratama, A. (2023). Peran media promosi luar ruang terhadap peningkatan penjualan UMKM. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 11(2), 45–56.

Setiawan, B., & Nuraini, T. (2022). Digitalisasi pembayaran UMKM perdesaan melalui QRIS: Peluang dan tantangan. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 10(1), 22–33.

Wibowo, A. S. (2021). Strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir berbasis UMKM. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(1), 10–19

Downloads

Published

2026-09-18

Issue

Section

Articles

How to Cite

Titing, A. S., Wahyudi, K. V., Dirga, D., Lestari, J., Nilamsari, N., Aidil, A., Hamka, N. S., Sani, S., Rusmiati, R., Sulmainar, S., Siringo-Ringo, F. E., Hasna, W., & Warsukni, W. (2026). Pendampingan Umkm Desa Roko-Roko: Pembuatan Baliho Usaha Dan Aktivasi Pembayaran Digital Qris. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(3), 1302-1311. https://doi.org/10.36312/linov.v11i3.6630