Pelatihan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat Sebagai Media Tanam di Desa Rakadua Kecamatan Poleang Barat

Authors

  • Johanes Barra ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Fatimah Azzah Ismail ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Zulfikar Zulfikar ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Annisa Ditanova M ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Andi Misda ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Zefri Kamur ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Rezky Ramadhani ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Putri Ananda Sakira ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Mery Astika ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Amelia Putri ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Radaeni Radaeni ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Salsabilla Irwansyah ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Muhammad Syaiful ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v11i3.6650

Keywords:

Coconut Fiber, Cocopeat, Growing Medium

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pengalaman praktik kepada masyarakat Desa Rakadua Kecamatan Poleang Barat dalam memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat sebagai media tanam. Permasalahan yang ditemukan adalah sabut kelapa yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat masih banyak dibiarkan dan belum dimanfaatkan secara optimal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan praktik langsung melalui tiga tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, dan pemanfaatan. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Agustus dengan melibatkan masyarakat Desa Rakadua. Tahap sosialisasi memberikan informasi mengenai potensi sabut kelapa dan manfaat cocopeat. Tahap pelatihan dilakukan melalui praktik pengolahan sabut kelapa yang meliputi pemisahan, penghalusan, pencucian, penyaringan, dan pengeringan. Selanjutnya, cocopeat yang dihasilkan diperkenalkan dan dipraktikkan sebagai media tanam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mengikuti kegiatan dengan respons positif dan antusias. Peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai tahapan pengolahan sabut kelapa dan cara memanfaatkan cocopeat sebagai media tanam. Namun, kegiatan ini belum menggunakan instrumen kuantitatif untuk mengukur perubahan pengetahuan, keterampilan, produktivitas, atau dampak ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, hasil kegiatan dibatasi pada capaian proses berupa keterlibatan peserta, pengalaman praktik, dan pemahaman penggunaan cocopeat.

Training on Utilizing Coconut Husk Waste to Produce Cocopeat as A Growing Medium in Rakadua Village, West Poleang District

Abstract

This community service activity aimed to provide the residents of Rakadua Village, West Poleang District, with knowledge and practical experience in converting coconut husk waste into cocopeat for use as a planting medium. The issue identified was that coconut husks generated by community activities were largely left unused and not optimally utilized. The implementation employed an educational and hands-on approach across three stages: outreach, training, and application. The activity took place on August 19, involving the local community of Rakadua Village. The outreach stage provided information on the potential of coconut husks and the benefits of cocopeat. The training stage involved hands-on processing of coconut husks, covering separation, grinding, washing, sieving, and drying. Subsequently, the resulting cocopeat was introduced and demonstrated as a planting medium. The results indicated a positive and enthusiastic response from the community. Participants gained direct experience regarding the coconut husk processing stages and methods for utilizing cocopeat as a planting medium. However, this activity did not employ quantitative instruments to measure changes in knowledge, skills, productivity, or economic impact on the community. Consequently, the results are limited to process-related achievements, specifically participant engagement, practical experience, and an understanding of cocopeat usage.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Cybex. (2019). Cocopeat sebagai media tanam organik. Cyber Extension Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Retrieved from https://cybex.pertanian.go.id

Dzulkarnain, I., Arendra, A., Pramudita, Y. D., & Jamilah, J. (2025). Pemanfaatan Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat Dan Cocofiber Dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Grujugan Sumenep. Jurnal Abdimas Bina Bangsa, 6(1), 246-255.

Irawan, A.,& Hanif Nurul Hidayah. (2014). Kesesuaian penggunaan Cocopeat sebagai media sapih pada politube dalam pembibitan cempaka (Magnolia elegans (Blume.) H.Keng). Jurnal Wasian. 1(2), 73-76.

Majalah KKN UPR. (2022). Inovasi pengolahan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat. Majalah Kuliah Kerja Nyata Universitas Palangka Raya, 5(3), 56–60.

Nontji, M., Galib, M., Amran, F. D., & Suryanti, S. (2022). Pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocopeat dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 145-152.

Trimerani, R., Firmansyah, R., & Puruhito, D. D. P. D. (2024). Peningkatan Nilai Tambah Sabut Kelapa Melalui Pemberdayaan Kelompok Tani Ngudi Rahayu di Kalisentul Kalibawang. AKM: Aksi Kepada Masyarakat, 4(2), 549-558.

Yadnya, M. S., Manzis, H., Maharani, B. F. A., Mayori, E., Lestari, D., Wardhana, L. D. S., ... & Nursuha, N. P. (2025). Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat Sebagai Media Tanam Ramah Lingkungan Di Desa Korleko Selatan. Jurnal Wicara Desa, 3(4), 804-811.

Downloads

Published

2026-09-18

Issue

Section

Articles

How to Cite

Barra, J., Ismail, F. A., Zulfikar, Z., M, A. D., Misda, A., Kamur, Z., Ramadhani, R., Sakira, P. A., Astika, M., Putri, A., Radaeni, R., Irwansyah, S., & Syaiful, M. (2026). Pelatihan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat Sebagai Media Tanam di Desa Rakadua Kecamatan Poleang Barat. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(3), 1294-1301. https://doi.org/10.36312/linov.v11i3.6650