Inovasi Keripik Pisang dan Edukasi Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Upaya Penguatan Kapasitas Masyarakat Berbasis SDGs di Desa Anggaloosi, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur

Authors

  • Vira Hamid ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Yesci Putri ID Universitas sembilanbelas November
  • Harlin Tangke Layuk ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Ramzy Rahim ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Maulinda Maulinda ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Reva Alfirasari ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Kadek Mariano ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Wilda Handayani ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Elda Elda ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Nurhidayati Nurhidayati ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Fitri Ashal ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Hamsiana Hamsiana ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Sriayu Pracita ID Universitas Sembilanbelas November Kolaka

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v11i3.6700

Keywords:

keripik pisang, kulit pisang, penguatan kapasitas masyarakat, limbah organik, SDGs

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh potensi pisang sebagai salah satu hasil bumi lokal di Desa Anggaloosi, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, yang umumnya dijual secara langsung dan belum banyak dikembangkan menjadi produk olahan dengan variasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui inovasi pengolahan pisang menjadi keripik dengan varian rasa cokelat dan gula merah serta memberikan edukasi mengenai potensi pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan pupuk organik. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari dan melibatkan 35 peserta yang terdiri atas 10 aparatur desa dan 25 anggota masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, dokumentasi, daftar hadir, dan lembar evaluasi sederhana dengan indikator pengetahuan pengolahan keripik, keterampilan praktik, pengetahuan mengenai pemanfaatan kulit pisang, minat pengembangan produk sebagai peluang usaha, dan kesadaran terhadap pengelolaan limbah organik. Hasil evaluasi menunjukkan perubahan pada beberapa indikator setelah kegiatan. Pengetahuan mengenai pengolahan keripik meningkat dari 18 peserta (51,4%) yang telah mengetahui sebelum kegiatan menjadi 35 peserta (100%) setelah kegiatan. Minat mengembangkan produk sebagai peluang usaha meningkat dari 15 peserta (42,9%) menjadi 30 peserta (85,7%), sedangkan kesadaran terhadap pengelolaan limbah organik meningkat dari 25 peserta (71,4%) menjadi 35 peserta (100%). Pada aspek keterampilan, seluruh peserta mengikuti praktik pembuatan keripik dengan varian rasa yang diperkenalkan. Pengetahuan mengenai pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan pupuk organik juga meningkat dari 30 peserta (85,7%) menjadi 35 peserta (100%). Namun, pemanfaatan kulit pisang dalam kegiatan ini masih terbatas pada tahap edukasi dan belum mencakup praktik pembuatan pupuk organik. Dengan demikian, kegiatan menunjukkan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengetahuan, pengalaman praktik pengolahan produk, minat pengembangan usaha, dan kesadaran pengelolaan limbah, sementara dampak ekonomi dan keberhasilan produksi pupuk organik memerlukan pendampingan serta evaluasi lebih lanjut.

Banana Chip Innovations and Education on Banana Peel Waste Utilization as Efforts to Strengthen SDG-Based Community Capacity in Anggaloosi Village, Ladongi District, East Kolaka Regency

Abstract

This community service activity was motivated by the potential of bananas as a local produce in Anggaloosi Village, Ladongi District, East Kolaka Regency, which are generally sold directly and have not been widely developed into processed products with variations. This activity aimed to strengthen community capacity through the innovation of processing bananas into chips with chocolate and palm sugar flavor variants, as well as providing education on the potential use of banana peel waste as organic fertilizer material. The activity was conducted in one day and involved 35 participants, consisting of 10 village officials and 25 community members. The implementation methods included counseling, demonstrations, direct practice, and mentoring. Evaluation was carried out through observation, documentation, attendance sheets, and simple evaluation sheets with indicators covering knowledge of chip processing, practical skills, knowledge regarding the use of banana peels, interest in product development as a business opportunity, and awareness of organic waste management. The evaluation results showed changes in several indicators following the activity. Knowledge regarding chip processing increased from 18 participants (51.4%) who already knew prior to the activity to 35 participants (100%) after the activity. Interest in developing the product as a business opportunity increased from 15 participants (42.9%) to 30 participants (85.7%), while awareness of organic waste management increased from 25 participants (71.4%) to 35 participants (100%). In the skills aspect, all participants engaged in the practical making of chips with the introduced flavor variants. Knowledge regarding the use of banana peels as organic fertilizer material also increased from 30 participants (85.7%) to 35 participants (100%). However, the utilization of banana peels in this activity was still limited to the educational stage and did not yet include the practical production of organic fertilizer. Thus, the activity demonstrated a strengthening of community capacity in terms of knowledge, practical product processing experience, business development interest, and waste management awareness, while the economic impact and success of organic fertilizer production require further assistance and evaluation.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Vira Hamid, Universitas Sembilanbelas November Kolaka

    Universitas sembilanbelas November Kolaka 

  • Yesci Putri, Universitas sembilanbelas November

    Universitas sembilanbelas November Kolaka 

  • Harlin Tangke Layuk, Universitas Sembilanbelas November Kolaka

    Universitas sembilanbelas November Kolaka 

References

Amaliah Nafiati, D., Hendaryati, N., Afifah, N., Marlinda, W. A., Silviana, V. A., & Amrizal, A. (2024). Pemberdayaan masyarakat dengan pengolahan limbah organik kulit pisang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(5), 793–802. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.2921

Anwar, A. (2023). Pelatihan pembuatan keripik pisang sebagai sarana peluang. Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian, 2(2), 135–140.

Dwi Saputra, R., Hafiz Izzuddin, M., & Apriliana Sari, W. (2024). Pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair (POC) di Desa Timpik Kabupaten Semarang. Jurnal Bina Desa, 6(3), 389–395.

Elfarisna, E., Rachman, A., & Rahmayuni, E. (2024). Pengaruh pupuk organik cair kulit pisang kepok pada pertumbuhan dan produksi okra (Abelmoschus esculentus). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 29(3), 447–453. https://doi.org/10.18343/jipi.29.3.447

Fadli, M. R., Fitriani, B. Y., Nispiani, N., Aci, I. P., Rahmawati, P., Noviyanti, A., Sulastri, I., Chayati, I., Nisah, R., & Hartita, Y. (2023). [Data judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, dan halaman belum lengkap].

Hanafi, H., Aini, A. N., Pradipta, A. R., & Estuningsih, R. D. (2023). Pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah kulit pisang di Kampung Cibitung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA, 3(1), 31–33. https://doi.org/10.55075/jpm-aka.v3i1.183

Hartati, T. M., & Dwiputranti, O. (2021). Pemberdayaan kelompok ekonomi produktif melalui pelatihan pembuatan pupuk organik dari kulit pisang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana, 15(2), 6–12. https://doi.org/10.35508/jpkmlppm.v15i2.5646

Hasan, M., Salihi, I., Dunggio, S., & [penulis lainnya]. (2025). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan keripik pisang. [Nama jurnal belum lengkap], 3(1), 23–32.

Mustaqim, M., Yuniawati, R. D., Pratama, Y., & Mustova, M. (2025). Pelatihan pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi pupuk organik sebagai penunjang aktivitas petani di Desa Tumpeng Candipuro, Lumajang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 5(4), 959–965. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.3743

Sari, D. K., Werena, R. D., Anwar, H., Mayasari, R., & Djana, M. (2024). Pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi pupuk organik cair anti hama dengan penambahan EM-4. Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 274–278. https://doi.org/10.58184/mestaka.v3i3.373

Wulandari, S. Y., Wahyuningtyas, A., Laili, I. N., & Sulistyowati, S. N. (2024). Pelatihan pengembangan keripik pisang sebagai produk unggulan masyarakat Desa Jombatan Kesamben Jombang. INSAN CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 90–95. https://doi.org/10.46838/ic.v2i1.606

Downloads

Published

2026-09-18

Issue

Section

Articles

How to Cite

Hamid, V., Putri, Y., Layuk, H. T., Rahim, R., Maulinda, M., Alfirasari, R., Mariano, K., Handayani, W., Elda, E., Nurhidayati, N., Ashal, F., Hamsiana, H., & Pracita, S. (2026). Inovasi Keripik Pisang dan Edukasi Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Upaya Penguatan Kapasitas Masyarakat Berbasis SDGs di Desa Anggaloosi, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(3), 1385-1398. https://doi.org/10.36312/linov.v11i3.6700