Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://journal-center.litpam.com/index.php/linov <p><strong>Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat</strong> | <strong><span class="VIiyi" lang="en">Lumbung Inovasi: Journal of Community Service</span></strong> (ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1473320816&amp;1&amp;&amp;2016" target="_blank" rel="noopener">2541-626X</a>) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. At the first time it published, this journal only publish one issue in october (annually). Starting from 2018, this journal published twice a year (bianually) in May and November.</p> en-US <p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p><ol><li>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by/3.0/" target="_blank">Creative Commons Attribution License</a> that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</li><li>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</li><li>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See <a href="http://opcit.eprints.org/oacitation-biblio.html" target="_blank">The Effect of Open Access</a>).</li></ol><br /><a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a><br />Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>. m.asyari@litpam.com (Muhammad Asy'ari) lumbunginovasi@gmail.com (Irham Azmi) Thu, 25 Aug 2022 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.9 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Socialization and Practice of Processing Coconut Cooking Oil based on SNI 3741:2013 Quality Standard for Residents in Gondoruso Village, Pasirian Lumajang https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/766 <p>Gondoruso village, Pasirian Lumajang has many coconut trees. However, the coconuts were only harvested and sold in the local market at a price of IDR 2,000-3,000/fruit. Some local residents had initiated efforts to process coconuts into cooking oil, but the resulting oil smelled rancid so they stopped it. This paper reported the results of our community service activities in assisting Gondoruso Village residents to proceed coconut into cooking oil that meets the SNI 3741:2013 quality standard. The aim was to train the residents’ skills in producing qualified coconut cooking oil so they could earn extra family income. Eight old coconuts were grated, and thick coconut milk was taken. The coconut milk was left overnight in the refrigerator to produce lumps of coconut milk. The lumps of coconut milk were taken and cooked over low heat. About 10 minutes later, the oil started to come out, and the cooking process continued for 40-45 minutes until all the oil-came out, and 550 ml of cooking oil was produced. The SNI 3741:2013 quality test revealed that the cooking oil was of very good quality because the values of 6-SNI parameters met the standard, i.e., organoleptic is liquid, clear yellow, sweet coconut, and tasteless; moisture content=0.13% w/w; acid number=0.06% w/w; peroxides number=0; the pelican oil=negative, and the linoleic acid=0.13%. The production and market analyses stated that the production cost of 550 ml of coconut oil=IDR 27,600, while the selling price in the market=IDR 80,000/500 ml.</p> Frida Ulfah Ermawati, Dzulkiflih Dzulkiflih, Tony Seno Aji, Choirul Anna Nur Afifah, Abu Zainuddin Copyright (c) 2022 Frida Ulfah Ermawati, Dzulkiflih, Tony Seno Aji, Choirul Anna Nur Afifah, Abu Zainuddin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/766 Thu, 25 Aug 2022 00:00:00 +0000 Workshop Editing Video Pembelajaran Pada SMP Negeri 30 Palembang https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/817 <p>Proses pembelajaran dilakukan dengan bantuan teknologi guna mengurangi kontak fisik yang dianggap sebagai salah satu penyebab cepat tersebarnya virus covid-19. Oleh karena itu, perlunya pemahaman terkait pemanfaatan teknologi dalam menciptakan media pembelajaran yang dapat membantu proses penyampaian materi ajar secara efektif. Salah satu media pembelajaran yang digunakan berupa video pembelajaran yang dapat diputar berulang – ulang oleh siswa dirumah sampai materi tersebut dipahami. Video pembelajaran diharapkan berisikan materi yang telah diringkas sehingga durasinya tidak terlalu lama, memiliki kualitas audio yang jelas, serta transisi atau dapat ditambahi dengan musik agar lebih menarik dan tidak membosankan. SMP Negeri 30 Palembang selaku mitra ingin meningkatkan kreativitas sekaligus kompetensi guru mata pelajaran dalam menyusun dan mengembangkan media pembelajaran yang menarik khususnya dalam bentuk video pembelajaran Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan editing video yaitu Shotcut. Aplikasi ini dianggap paling relevan untuk digunakan karena selain memiliki fitur-fitur yang lengkap, mudah dipahami, tidak berbayar dan video hasil editing tidak dibubuhi watermark layaknya aplikasi editing video gratis lainnya. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan melalui kegiatan berupa workshop yang diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran. Setelah kegiatan terlaksana diperoleh hasil bahwa seluruh peserta telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam membuat video pembelajaran sedangkan untuk pengetahuan dan keterampilan editing video menggunakan Shotcut telah dikuasai oleh 70% peserta. Hasil tersebut diperoleh karena fasilitas yang diperlukan belum memadai, sehingga direkomendasikan kepada mitra untuk melakukan pengadaan fasilitas yang dapat digunakan secara bersama bagi guru mata pelajaran dalam membuat media pembelajaran.</p> <p><strong><em>The Learning Video Editing in SMP Negeri 30 Palembang</em></strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>The learning process is carried out with the help of technology to reduce physical contact, which is considered one of the causes of the rapid spread of the covid-19 virus. Therefore, it is necessary to understand the use of technology in creating learning media that can help deliver teaching materials effectively. One learning media used is a video that students can rewind at home until they understand the materials. Learning video is expected to contain summarized materials so that the duration is not too long, the audio quality is clear, and there is a transition or music to make the video more interesting and fun. SMP Negeri 30 Palembang, as a partner, wanted to increase the creativity and the competence of teachers in compiling and developing interesting learning media, especially learning videos. One of the applications that could be used to edit videos was Shotcut. Shotcut is considered the most relevant application because it not only has complete features but is also easy to understand and free. Besides, the edited video is not watermarked like other free video editing applications. Implementing the Community Partnership Program was carried out through a workshop that all teachers attended. After the activity was carried out, it was found that all participants had acquired the knowledge and skills to make a learning video. Knowledge and skill of video editing using shortcuts had also been mastered by 70% of the participants. These results were obtained because the required facilities were not adequate. Because of that reason, SMP Negeri 30 Palembang needs to have some facilities which teachers can use in making learning media in the future.</em></p> Dewi Sartika, Imelda Saluza, Indah Permatasari, Yosef Yulius Copyright (c) 2022 Dewi Sartika, Imelda Saluza, Indah Permatasari, Yosef Yulius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/817 Mon, 05 Sep 2022 00:00:00 +0000 Penanaman Mangrove di Pantai By Pass Kolaka untuk Membangun Karakter Peduli Lingkungan Pesisir dan Pantai Mahasiswa https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/789 <p>Lingkungan pesisir dan pantai terjaga dengan adanya tanaman mangrove. Abrasi yang mengenai jalan by pass Kolaka yang berhadapan dengan Teluk Bone dapat direduksi oleh mangrove sebagai tanggul alami. Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi FKIP USN Kolaka perlu mempraktekkan upaya penanaman mangrove sebagai upaya untuk untuk meningkatkan kepedulian lingkungan pesisir dan pantai. Pelaksanaan penanaman melibatkan 15 mahasiswa, 5 instruktur, dan 12 panitia yang merupakan tim pengabdian kepada masyarakat penanaman pohon mangrove. Kegiatan dilaksanakan dengan membersihkan lingkungan pesisir dan pantai dari sampah, menanam, dan merawat 200 pohon mangrove. Mahasiswa merasakan manfaat dalam hal mengasah karakter peduli lingkungan pesisir dan pantai dengan melakukan praktek langsung dan mengkaitkan dengan mata kuliah terkait. Kegiatan dapat dijadikan role model dan kegiatan rutin bagi perusahaan yang memiliki dampak kepada lingkungan sekitar.</p> <p><em><strong>Mangrove Planting in The Kolaka By Pass Beach for Construct Students Coastal and Beach Environment Awareness</strong></em></p> <p><em><strong>Abstact</strong></em></p> <p><em>The coastal and coastal environment is maintained by the presence of mangrove plants. Abrasion on the Kolaka by-pass road facing Bone Bay can be reduced by mangroves as natural embankments. S1 students of Geography Education FKIP USN Kolaka need to practice mangrove planting efforts to increase awareness of the coastal and beach environment. The implementation of the planting involved 15 students, five instructors, and 12 committees who were a community service team for planting mangrove trees. Activities carried out by cleaning the coastal and beach environment from garbage, planting, and caring for 200 mangrove trees. Students feel the benefits of honing the character of caring for the coastal and beach environment by doing direct practice and linking it with related courses. Activities can be used as role models and routine activities for companies that impact the surrounding environment.</em></p> Andri Estining Sejati, La Ode Nursalam, L.M. Ruspan Takasi, Eko Harianto, Sakka Hasan, Sitti Kasmiati, Arisona Arisona Copyright (c) 2022 Andri Estining Sejati, La Ode Nursalam, L.M. Ruspan Takasi, Eko Harianto, Sakka Hasan, Sitti Kasmiati, Arisona Arisona https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/789 Wed, 31 Aug 2022 00:00:00 +0000 Budidaya Lele Mutiara (Mutu Tinggi Tiada Tara) berbasis Shipon Termodifikasi sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/793 <p>Permasalahan yang dijumpai di mitra yaitu modal usaha KWT, pengalaman budidaya lele Mutiara, pemeliharaan lele Mutiara, pengelolaan limbah ikan, penyakit ikan, pengobatan penyakit ikan, pemasaran dan pengolahan pasca panen. Solusi yang ditawarkan berdasarkan analisis situasi dan permasalahan yang terdapat di mitra yaitu melalui budidaya ikan lele Mutiara dengan metode Shipon termodifikasi. Metode Siphon sangat bermanfaat untuk mengurangi endapan ammonia di dasar kolam lele yang bersumber dari kotoran ikan dan sisa pakan. Kadar ammonia dalam air akan sangat menentukan kesehatan ikan, jika dapat diturunkan maka kualitas air juga akan lebih sehat untuk ikan lele. Tujuan dari PkM yaitu meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi warga masyarakat khususnya KWT Mekar Jannah dan pemanfaatan lahan terbatas untuk kegiatan yang produktif. Tahapan kegiatan PkM dibagi menjadi empat yaitu persiapan, pelaksanaan, pemeliharaan dan pemasaran. Teknik pengumpulan data yaitu melalui kuesioner dengan instrumen berupa angket. Jumlah responden yaitu 30 anggota KWT Mekar Jannah. Hasil pengukuran keberdayaan yaitu warga sasaran memberikan penilaian sangat baik pada semua aspek meliputi: kejelasan perolehan transfer teknologi (93%), keunggulan metode shipon dibanding metode konvensional (91,67%), peningkatan pengetahuan mitra (92,50%), peningkatan kemampuan mitra (80,83%), manfaat yang diperoleh (89,17%), komitmen peserta (96,67%), transfer keterampilan (95,83%), meningkatkan pendapatan warga (95,83%). Berdasarkan hasil angket tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PkM telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, dan warga sasaran memiliki komitmen terkait keberlanjutan program.</p> <p><strong><em>Modified Shipon-based Pearl Catfish Cultivation as an Effort to Improve Community Economy</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The problems partners encounter are KWT business capital, the experience of pearl catfish cultivation, maintenance of pearl catfish, fish waste management, fish diseases, treatment of fish diseases, marketing, and post-harvest processing. The solution offered is based on analyzing the situation and problems found in partners, namely through Pearl catfish cultivation with the modified Shipon method. The Siphon method is beneficial for reducing ammonia deposits at the bottom of catfish ponds sourced from fish waste and leftover feed. Ammonia levels in the water will significantly determine the health of fish, and if they can be lower, the water quality will also be healthier for catfish. The purpose of the PkM is to improve food security and the community's economy, especially KWT Mekar Jannah, and limit land use for productive activities. The stages of PkM activities are divided into preparation, implementation, maintenance, and marketing. The data collection technique is through a questionnaire with an instrument in the form of a questionnaire. The number of respondents is 30 members of the Mekar Jannah KWT. The results of the empowerment measurement are that the target citizens gave an excellent assessment on all aspects, including clarity of technology transfer acquisition (93%), the superiority of the Shipon method compared to conventional methods (91.67%), increased partner knowledge (92.50%), increased partner capabilities (80.83%), the benefits obtained (89.17%), the commitment of the participants (96.67%), the transfer of skills (95.83%), increasing the income of the residents (95.83%). The questionnaire results show that PkM activities have achieved the predetermined success indicators, and the target residents are committed to the program's sustainability.</em></p> Moh. Toifur, Yahya Hanafi, Okimustava Okimustava, Muhammad Faisal, Bayu Setiawan, Silvia Laeli, Irfan Rosyadi Copyright (c) 2022 Yahya Hanafi, Moh. Toifur, Oki Mustava, Muhammad Faisal, Bayu Setiawan, Silvia Laeli, Irfan Rosyadi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/793 Fri, 02 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pengukuran Pemahaman Kelistrikan Masyarakat Daerah Rawan Banjir Desa Dringu Menggunakan Metode System Usability Scale https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/801 <p>Tiga bahaya yang diakibatkan oleh listrik, yaitu kesetrum (sengatan listrik), ledakan, dan panas atau kebakaran. Tidak jarang masyarakat cenderung lalai akan antisipasi bahaya yang disebabkan oleh listrik. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat tentang kelistrikan, khususnya penanganan listrik ketika terjadi bencana. Konsleting listrik merupakan hal nyata yang akan dihadapi saat banjir terjadi. Di mana banjir yang terjadi di Desa Dringu beberapa tahun terakhir ini menjadi perhatian khusus. Karenanya, dibutuhkan kesigapan serta kerjasama antar warga dan pemerintah serta PLN sebagai perusahaan penyedia listrik. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Panca Marga Probolinggo mengadakan kegiatan sosialisasi kelistrikan. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh RT, RW, dan Kader PKK Desa Dringu dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat sekitar tentang pemasangan instalasi listrik rumah tangga dengan prosedur pemasangan yang benar sesuai standar SNI dan PUIL, dan pencegahan serta penanganannya agar meminimalisir kecelakaan dan dampak yang dapat ditumbulkan pra dan pasca bencana banjir terjadi. Melalui kegiatan penyuluhan ini juga dilakukan pengukuran tingkat pemahaman masyarakat menggunakan metode <em>System Usability Scale </em>(SUS). Didapatkan hasil yaitu sebelum dilakukan penyuluhan, rata rata tingkat pemahaman masyarakat sebesar 63,6 dan dapat dikategorikan kurang paham dan kurang tanggap. Sedangkan hasil pengukuran pasca penyuluhan, rata-rata tingkat pemahaman masyarakat meningkat menjadi 94,5.</p> <p>Kata Kunci: Banjir, Konsleting, Keamanan Listrik, <em>System Usability Scale</em> (SUS)</p> <p><strong><em>The Measurement of Electricity Understanding for Flood Prone Area Society in Dringu Village Using System Usability Scale Method</em></strong></p> <p><em>Three hazards caused by electricity, namely electrocuted (electric shock), explosion, and heat or fire. Not infrequently people tend to ignore the anticipation of the dangers caused by electricity. This is due to the public's lack of understanding about electricity, especially handling electricity when a disaster occurs. Electrical short circuit is a real thing that will be faced when a flood occurs. Wherein the flood that occurred in Dringu Village in the last few years has received particular concern. Therefore, it takes alertness and cooperation between citizens and the government as well as PLN as an electricity supply company. Through </em><em>Kuliah Kerja Nyata (KKN) activities, the student of Panca Marga University of Probolinggo has held electricity socialization program. </em><em>T</em><em>he</em> <em>program </em><em>was attended by RT, RW, and PKK Cadres of Dringu Village with total 25 participants. </em><em>This program is expected to be able to educate the surrounding community about the installation of household electrical installations in accordance with the correct procedures according to SNI and PUIL, and prevention as well its handling in order to minimize the accident and the impact that can be caused before and after the flood disaster occurs. This program also measuring the level of public understanding using System Usability Scale (SUS) method.</em> <em>The result obtained that before the </em><em>socialization</em><em> was carried out, the average level of public understanding was 63</em><em>,</em><em>6 and could be categorized as less understanding and less responsive. While after the </em><em>socialization</em><em>, the average level of </em><em>public </em><em>understanding </em><em>increased to</em><em> 94</em><em>,</em><em>5.</em></p> <p> </p> Agung Yatiningrum, Sabrina Annisa Rizky, Putro Adi Pamungkas, Ahmad Bayhaqi, Ainur Rofiq Copyright (c) 2022 Agung Yatiningrum, Sabrina Annisa Rizky, Putro Adi Pamungkas, Ahmad Bayhaqi, Ainur Rofiq https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/801 Fri, 02 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pelatihan Pembuatan Eco enzyme sebagai Handsanitizer dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kelurahan Lembah Damai https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/815 <p>Saat sekarang ini sampah sudah mulai dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Pengolahan sampah menjadi produk yang lebih berguna mulai aktif dilakukan seperti menjadikan sampah untuk energi, kompos, pupuk atau sebagai bahan baku dalam industri. Sampah organik dapat diolah menjadi <em>Eco enzyme</em> yang memiliki manfaat ganda. Cairan <em>Eco enzyme</em> ini multifungsi dan aplikasinya dapat meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Program ini bertujuan menjadi solusi untuk menciptakan lingkungan yang bersih (<em>Zero Waste</em>) sekaligus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Kegiatan ini mengenalkan inovasi alat fermentor eco enzyme yang dapat digunakan lebih efektif. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan pelatihan yang dilakukan secara langsung dan dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan eco enzyme dengan menggunakan eco fermentor dan pembuatan handsanitizer. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman mitra dalam produksi handsanitizer. Handsanitizer yang dihasilkan selanjutnya diuji efektivitasnya dalam membunuh bakteri. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh mitra Bank sampah dalam memproduksi handsanitizer sehingga dapat meningkatkan ekonomi.</p> <p><em><strong>Workshop on the production of Eco enzyme as a Hand Sanitizer in Improving the Economy of the Village Community of Lembah Damai</strong></em></p> <p><em><strong> Abstract</strong></em></p> <p><em>Nowadays, waste has begun to be seen as a resource that has economic value. Processing waste into more valuable products has started to be actively carried out, such as making waste for energy, compost, fertilizer, or as raw material in the industry. Organic waste can be processed into Eco enzyme, which has multiple benefits. This Eco enzyme liquid is multifunctional, and its applications can include households, agriculture, and livestock. This program aims to be a solution to create a clean environment (Zero Waste) as well as to improve the economy of the surrounding community. This activity introduces an innovative eco-enzyme fermenter that can be used more effectively. The method of implementing the action is through training which is carried out directly and followed by assistance in making eco enzymes using an eco fermenter and hand sanitizer. This activity resulted in an increased understanding of partners in the production of hand sanitizer. The hand sanitizer produced is then tested for its effectiveness in killing bacteria. This activity is expected to be continued by Waste Bank partners in creating hand sanitizer to improve the economy</em></p> Yesi Mutia Basri, Poppy Nurmayanti, Nita Wahyuni, Fitri Fitri, Mukhlis Mukhlis, David Febryant, Dira Febrianti, Nanda Fatmawati, Nurhafida Nurhafida, Putri Badriah Mukarromah, Ruminda Ruminda, Annisa Dwi Yuliana, Melta Suplina, Citra Rezki Ramadhani, Widiasti Sukmaningrum Copyright (c) 2022 Yesi Mutia Basri, David Febryant, Dira Febrianti, Nanda Fatmawati, Nurhafida Nurhafida, Putri Badriah Mukarromah, Ruminda Ruminda, Annisa Dwi Yuliana, Melta Suplina, Citra Rezki Ramadhani, Poppy Nurmayanti, Nita Wahyuni, Fitri Fitri, Mukhlis Mukhlis https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/815 Fri, 02 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pelatihan Penyusunan Dimensi-Indikator Kinerja Pegawai di Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kota Kupang https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/844 <p>Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menyusun konsep dimensi kinerja ASN berdasarkan kebutuhan organisasi. Ragamnya indikator kinerja yang ada selama ini mempengaruhi penentuan dimensi kinerja organisasi yang kadangkala tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi. Untuk hal tersebut maka diperlukan sebuah pelatihan penyusunan konsep dimensi organisasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi atau kemampuan organisasi dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara maksimal. Permasalahan mitra tersebut menjadi dasar dilakukannya pelatihan penyusunan konsep dimensi indikator kinerja berdasarkan kemampuan manajerial sumber daya manusia. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan menggunakan <em>focus group discussion </em>(FGD) mengikut sertakan seluruh ASN yang berada di Kantor Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Kupang yang berjumlah 39 ASN. Setiap peserta diminta untuk menginventarisir prediktor (faktor) yang menjadi dimensi dan indikator yang mempengaruhi kinerja berdasarkan persepsi. Berdasarkan hal tersebut, diperoleh 30 faktor yang dianggap sesuai dengan kinerja organisasi. Setelah itu, diuji SPSS menggunakan analisis faktorial untuk menentukan determinasi dari ragam faktor yang ada. Hasilnya, mitra mampu menentukan dimensi dan indikator kinerja yang sesuai dengan lingkungan kerjanya yang terdiri atas 12, yaitu (1) fisibilitas; (2) komprehensif; (3) ekonomi; (4) perhatian; (5) relevansi; (6) efisiensi; (7) kontrolabilitas; (8) produktivitas; (9) akuntabilitas; (10) ketangguhan; (11) responsibilitas; dan (12) sarana prasarana.</p> <p><strong><em>Training on the Compilation of Employee Performance Dimensions at National Unity Agency, Politics and Community Protection Kupang City Government</em></strong></p> <p><em><strong>Abstract</strong></em></p> <p><em>The purpose of this training is to improve the ability of the State Civil Apparatus (Acronym in Indonesia: ASN) in identifying, analyzing, and drafting the concept of ASN performance dimensions based on organizational needs. The variety of performance indicators that exist so far affect the determination of organizational performance dimensions and indicators which are sometimes not in accordance with the needs of the organization. For this reason, training in the preparation of the concept of organizational dimensions is needed in accordance with the needs of the organization or the ability of the organization to achieve organizational goals to the fullest. The partner's problems became the basis for training on the drafting of the concept of performance indicator dimensions based on the managerial ability of human resources. The method of service implementation is carried out using focus group discussions (FGD) involving all ASN in the Office of the Badan Kesatuan Bangsa, Politik and Perlindungan Masyarakat of Kupang City, totaling 39 ASN. Each participant was asked to make an inventory of the predictors (factors) that became the dimensions and indicators that affect performance based on perceptions. Based on this, obtained 30 factors are considered in organizational performance. After that, SPSS was tested using factorial analysis to determine the determination of the various existing factors. As a result, partners can determine dimensions and performance indicators that are to their work environment which consists of 12, namely (1) feasibility; (2) comprehensive; (3) economy; (4) attention; (5) relevance; (6) efficiency; (7) controllability; (8) productivity; (9) accountability; (10) toughness; (11) responsibility; and (12) infrastructure.</em></p> Jefirstson Richset Riwukore, Fellyanus Habaora Copyright (c) 2022 Jefirstson Richset Riwukore, Fellyanus Habaora https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/844 Mon, 12 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Ekonomi Kreatif Produk Abon Bawang Goreng Desa Randupitu, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/832 <p>Masyarakat Desa Randupitu lebih banyak berprofesi sebagai seorang buruh tani dikarenakan desa ini memiliki potensi wilayah yang bagus dalam menanam tanaman khususnya bawang merah. Akan tetapi banyaknya hasil pertanian bawang merah ini tidak diimbangi oleh pengelolaan bawang merah yang lebih kreatif dan inovatif. Desa Randupitu memiliki potensi unggulan berupa petani bawang merah, yang dimana bawang merah ini bisa menjadi inovasi baru dengan mengolah bawang merah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan adanya ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa, dengan adanya ekonomi kreatif diharapkan akan lahir sebuah ide cemerlang untu membuat sesuatu yang baru yang dapat bernilai jual yang tinggi. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) memberikan inovasi dalam menyelesaikan permasalahan dalam bidang ekonomi di Desa Randupitu dengan memberikan program sosialisasi dan implementasi ekonomi kreatifpada tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif desriptif. Hasil dari kegiatan ini adalah produk abon bawang goreng diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Randupitu untuk dijual sebagai produk dengan ciri khas Desa Randupitu.</p> <p><em><strong>Community Empowerment Through Optimizing the Creative Economy of Fried Shredded Onion Products in Randupitu Village, Gending District, Probolinggo Regency</strong></em></p> <p><em><strong>Abstract</strong></em></p> <p><em>The people of Randupitu Village mostly work as farm laborers because this village has good regional potential in growing crops, especially shallots. However, many of the results of this shallot farming are not supported by creative and innovative shallots. Randupitu Village has excellent potential in the form of shallot farmers, where shallots can be a new innovation by processing shallots into creative products that have high selling value. With the creative economy, it can be a strategy to increase village economic growth, with the creative economy, it is hoped that a bright idea will be born to make something new and worth selling high. Real Work Lecture (KKN) students provide innovation in solving economic problems in Randupitu Village by providing a socialization program and implementation of the creative economy in 2022. The method used in this study is a descriptive qualitative research method. The result of this activity is that the fried onion shredded product is expected to be used by the people of Randupitu Village to be sold as a product with the characteristics of Randupitu Village.</em></p> Nourma Ulva Kumala Devi, Oktafiyanto Oktafiyanto, Juhairiyah Kartika Dewi, Abd Malik Al Gazali Sayyidi, Asroful Anam Copyright (c) 2022 Nourma Ulva Kumala Devi, Oktafiyanto Oktafiyanto, Juhairiyah Kartika Dewi, Abd Malik Al Gazali Sayyidi, Asroful Anam https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/832 Mon, 12 Sep 2022 00:00:00 +0000 Penyuluhan Strategi Komunikasi Pemasaran Berbasis Teknologi Digitalisasi 4.0. DPC Himpunan Peternak Domba-Kambing Indonesia Lampung Barat https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/854 <p>Ternak kambing atau sering juga dikenal sebagai ternak ruminansia kecil, merupakan ternak herbivora yang sangat popular di kalangan petani di Indonesia, selain ternak kambing ini mudah dipelihara, ternak kambing ini dapat memanfaatkan limbah dan hasil ikutan pertanian dan industri, mudah dikembangbiakkan, dan pasarnya selalu tersedia setiap saat serta tidak memerlukan modal yang relatif tinggi untuk pengembangannya. Ditinjau dari aspek pengembangannya ternak kambing sangat potensial bila diusahakan secara komersial, hal ini disebabkan ternak kambing memiliki beberapa kelebihan dan potensi ekonomi antara lain tubuhnya relatif kecil, cepat mencapai dewasa kelamin, pemeliharaannya relatif mudah, tidak membutuhkan lahan yang luas, investasi modal relatif kecil, mudah dipasarkan sehingga modal usaha cepat berputar. Strategi komunikasi pemasaran merupakan salah satu cara mengenalkan produk pada konsumen dan mendapatkan keuntungan yang banyak dari usaha yang dijalankan. Setiap strategi komunikasi pemasaran memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Berdasarkan rumusan masalah yang diuraikan maka dari itu kami ingin memberikan penyuluhan berupa edukasi mengenai strategi komunikasi pemasaran berbasis teknologi digitalisasi 4.0. bagi peternak domba kambing yang terhimpun dalam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Peternakan Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Lampung Barat yang lokasi penyuluhannya berada di Desa Cipta Mulya Kecamatan Way Tebu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan informasi bagaimana memasarkan produk olahan kambing dan domba di era teknologi digitalisasi 4.0. kepada peternak kambing dan domba. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan, dan diskusi tanya jawab.</p> <p><em><strong>Digestion Technology-Based Marketing Communication Strategy Extension 4.0. DPC Indonesian Sheep-Goat Breeders Association, West Lampung</strong></em></p> <p><em><strong>Abstract</strong></em></p> <p><em>Goats or often also known as small ruminants, are herbivorous livestock that are very popular among farmers in Indonesia, besides these goats are easy to maintain, these goats can take advantage of waste and agricultural and industrial by-products, are easy to breed, and the market is always available. at any time and does not require relatively high capital for its development. Judging from the aspect of development, goats are very potential when cultivated commercially, this is because goats have several advantages and economic potential, including relatively small bodies, quickly reaching sexual maturity, relatively easy maintenance, does not require large land, relatively small capital investment, easy to market so that business capital rotates quickly. Marketing communication strategy is one way to introduce products to consumers and get a lot of benefits from the business being run. Each marketing communication strategy has its own advantages and disadvantages. Based on the formulation of the problem described, therefore we want to provide counseling in the form of education regarding marketing communication strategies based on digitalization 4.0 technology. for sheep and goat breeders who are included in the Branch Management Board (DPC) of the Indonesian Sheep and Goat Farming Association (HPDKI) West Lampung Regency whose counseling location is in Cipta Mulya Village, Way Tebu District. This activity aims to provide education and information on how to market processed goat and sheep products in the era of digitalization technology 4.0. to goat and sheep breeders. The method used is counseling, and question and answer discussion.</em></p> Rosy Febriani Daud, Della Monica, Khairunnisa Khairunnisa Copyright (c) 2022 Rosy Febriani Daud, Della Monica, Khairunnisa Khairunnisa https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/854 Tue, 27 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pendampingan Perencanaan Pembelajaran IPA Berpendekatan STEM di Wilayah Kota Banjarmasin https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/853 <p><em>STEM</em> merupakan perpaduan 4 disiplin ilmu yang berkaitan satu sama lain. Sains melibatkan matematika sebagai alat dalam mengolah data, sedangkan teknologi dan teknik merupakan aplikasi dari sains. Berdasarkan survey yang dilakukan kepada guru IPA pada lingkup MGMP di kota Banjarmasin sudah mengenal pembelajaran STEM, namun diantaranya masih kesulitan dalam merencanakan dan mengintegarasikan STEM pada pembelajaran IPA di kelas terutama dengan menggunakan sumber belajar disekitar lingkungannya. Adapun pendampingan dilakukan pada seluruh guru IPA yang termasuk dalam MGMP IPA dengan jumlah 35 orang. Metode pengabdian dilakukan sebagai berikut : (1) melaksanakan focus group discussion pada beberapa guru pada perwakilan MGMP untuk menggali pembelajaran IPA di SMP atau sederajatnya. (2) melaksanakan bimbingan teknis mengenai STEM yang diikuti oleh seluruh anggota (3) merencanakan pembelajaran IPA berbasis STEM dalam bentuk RPP (4) mengevaluasi dan (5) revisi hasil RPP yang dikembangkan oleh guru selama program berlangsung. RPP yang dihasilkan sudah memenuhi aspek dalam indikator, namun pada kelompok guru yang lain belum memenuhi kriteria yang ditetapkan terutama pada aspek penilaian STEM dan lingkungan sehingga perlu dilakukan perbaikan pada aspek yang belum maksimal. Pada kelompok guru terkategori sangat baik pada RPP yang dikembangkan hal ini terlihat rerata 85.5% sedangkan 5 kelompok lainnya yakni tergolong Baik. Hasil pengembangan yang dilakukan dapat dijadikan prototype dalam pembelajaran STEM.</p> <p><strong><em>Assistance Planning Science Learning With A Stem Approach In Banjarmasin</em></strong></p> <p><em>STEM is science, technology, engineering, and mathematics. STEM is a combination of 4 disciplines that are related to each other. Science involves mathematics as a tool in processing data, while technology and engineering are applications of science. Based on survey conducted to science teachers community in Banjarmasin. The teacher already know about with STEM learning, but they still have difficulty planning and integrating STEM in science learning in the classroom, especially by using learning resources around their environment. The method of service is carried out as follows: (1) carrying out focus group discussions on several teachers at MGMP representatives to find science learning in junior high schools or the equivalent. (2) implementation STEM followed by all members teacher science community (3) planning STEM-based science learning in the form of lesson plans (4) developing and (5) revision of lesson plans developed by teachers during the program. The result showed that lesson plan has all aspects in the indikators, but a group is classified enough because of STEM and environmental assessment aspects. The other group is categorized as very good in the developed lesson plan</em> <em>on an average of 85.5%. Thus 5 groups are classified as good</em><em> for their lesson plan.</em></p> Aminuddin Prahatama Putra, Nurul Hidayati Utami, Suyidno Suyidno, Fahmi Fahmi Copyright (c) 2022 Aminuddin Prahatama Putra, Nurul Hidayati Utami, Suyidno Suyidno https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/853 Tue, 27 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pelatihan Produksi Video Bahan Ajar Dalam Menjawab Tantangan Pembelajaran Di Era Vuca https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/869 <p>Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang dihadapi peserta didik saat ini perlu dijawab melalui pendidikan yang secara sengaja distruktur untuk mewujudkannya. Salah satunya adalah kemampuan pendidik dalam memproduksi video sebagai bahan ajar yang tertata, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pelatihan ini berbeda dengan pelatihan tentang tools untuk membuat video pembelajaran yang lebih menekankan pada pengoperasian tools, namun pelatihan ini akan memberikan konsep dasar dalam memproses video pembelajaran. Hal ini penting dilakukan mengingat penguasan tools menjadi tidak berarti jika konsep dasar pemrosesan video tidak dikuasai. Dengan metode ceramah dan diskusi, workshop dan evaluasi terhadap 42 guru yang tergabung dalam MGMP Biologi Jawa Timur secara umum menunjukkan hasil bahwa 1) hasil pelatihan pembuatan video pembelajaran yang dihasilkan oleh peserta, dinilai sangat baik sebesar 29%, dan baik sebanyak 44%. Ini berarti hasil pelatihan sudah dapat dikatakan cukup berhasil. 2) proses pelaksanaan pelatihan dinilai sangat baik dan baik, meskipun ada yang dinilai kurang baik sebesar 5 %.</p> <p><strong> </strong><strong><em>Teaching Material Video Production Training In Responding To Learning Challenges In The Vuca Era</em></strong></p> <p>The era of VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) faced by students today needs to be answered through deliberately structured education to make it happen. One of them is the ability of educators to produce videos as ordered teaching materials, taking into account the learning objectives to be achieved. This training is different from training on tools for making learning videos which emphasizes the operation of tools, but this training will provide basic concepts in processing learning videos. It is essential because the mastery of tools becomes meaningless if the basic concepts of video processing are not mastered. With lecture and discussion methods, workshops, and evaluations of 42 teachers who are members of the East Java Biology MGMP, in general, the results show that; 1) the results of the training on making learning videos produced by the participants were rated very good by 29%, and good by 44%. This means that the results of the training can be said to be quite successful. 2) the process of implementing the training is considered very good and good, although some are considered less good by 5%.</p> M.J. Dewiyani Sunarto, Bambang Hariadi, Tan Amelia, Tri Sagirani, Julianto Lemantara Copyright (c) 2022 M.J. Dewiyani Sunarto, Bambang Hariadi, Tan Amelia, Tri Sagirani, Julianto Lemantara https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/869 Fri, 30 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pelatihan Penggunaan Aplikasi Edmodo Di SMP Karuna Dipa Palu Sebagai Alternatif Pembelajaran Di Masa Pandemi https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/863 <p>Masa Pandemi melanda Indonesia yang menuntut pembelajaran menjadi online. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sarana agar pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru mengenai aplikasi <em>Edmodo</em> yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan online dan ofline. Metode pengabdian menggunakan pelatihan. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari. Tahap pelaksanaan pengabdian meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sasaran dari pengabdian ini adalah guru dan siswa SMP Karuna Dipa. Jumlah responden sebanyak 35 orang yang terdiri dari 20 guru dan 15 orang siswa. Kegiatan program pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dapat terlaksana dengan baik. Dengan program pelatihan penggunaan <em>edmodo</em> guru dan siswa mengetahui cara menggunakan aplikasi <em>edmodo </em>sebagai alternatif dalam pembelajaran di masa Pandemi. Berdasarkan hasil penilaian kuisioner diperoleh bahwa rerata guru memperoleh 93,7% dan siswa 98,8% telah memahami dan mampu menggunakan aplikasi <em>edmodo </em>dalam proses pembelajaran. Guru dapat membuat konten materi pelajaran, video, kuis dan menggelolah diskusi dalam grub kelas. Selain itu, siswa juga dapat membuat akun siswa dan masuk kedalam grub class setiap matapelajaran</p> <p><strong> </strong><strong>Tr</strong><strong><em>aining on the Use of Edmodo Applications at Karuna Dipa Middle School in Palu as an Alternative for Learning During a Pandemic</em></strong></p> <p><strong> </strong><em>The Pandemic period hit Indonesia which demanded learning to be online. Therefore, we need a means so that learning continues to run well. This service program aims to provide knowledge and skills to teachers regarding the Edmodo application used in the online and offline learning process. The method of devotion uses training. The training was carried out for 3 days. The implementation stage of the service includes preparation, implementation and evaluation. The targets of this service are teachers and students of Karuna Dipa Middle School. The number of respondents as many as 35 people consisting of 20 teachers and 15 students. Community service program activities that have been carried out can be carried out well. With the training program on the use of Edmodo, teachers and students know how to use the Edmodo application as an alternative in learning during the Pandemic. Based on the results of the questionnaire assessment, it was found that the average teacher obtained 93.7% and 98.8% of students had understood and were able to use the Edmodo application in the learning process. Teachers can create subject matter content, videos, quizzes and manage discussions in class groups. In addition, students can also create student accounts and enter the group class for each subject</em><em>.</em></p> <p> </p> Abdul Hakim Laenggeng, Rafiqa Rafiqa, Dwi Setyorini Copyright (c) 2022 Abdul Hakim Laenggeng, Rafiqa Rafiqa, Dwi Setyorini https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/863 Fri, 30 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pelatihan Pengolahan Limbah Usaha Kecil Mengah Menjadi Bahan Makanan Yang Bernilai Ekonomi Di Desa Mulawarman Tenggarong Sebrang Kutai Kartanegara https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/862 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat desa Mulawarman bagaimana pengolahan limbah dari usaha kecil menengah menjadi makanan yang bernilai ekonomi di desa Mulawarman, dan membuka peluang kerja bagi masyarakat desa Mulawarman melalui pengolahan limbah dari usaha kecil menengah menjadi makanan. Jenis penelitian ini adalah pengabdian kegiatan masyarakat. Adapaun prosedur dalam penelitian ini yaitu <em>Discovery, Dream, Design, </em>dan <em>Destiny</em>. Peserta dalam pelatihan ini sebanyak 52 peserta yang terdiri dari ibu PKK masyarakat tenggarong sebrang samarinda yang telah memiliki UKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh beberapa hasil limbah yang dijadikan sebagai bahan pangan bernilai ekonomi yaitu limbah air kelapa melalui beberapa proses menjadi starter, limbah kulit pisang melalui beberapa tahap proses menjadi nata de banana, kulit singkong melalui beberpa proses menjadi keripik kulit singkong, dan limbah jerami nangka melalui beberapa proses menjadi abon. Selain itu manfaat pelatihan pengolahan limbah UKM bagi Masyarakat di desa Mulawarman antara lain dapat membantu mengurangi limbah yang dihasilkan oleh kegiatan UKM, memberikan keterampilan dalam pengolahan limbah menjadi bahan pangan yang bernilai ekonomis, membuka kesempatan bagi masyarakat tenggarong sebrang dalam berbisnis.</p> <p><strong><em>Training Of Waste Processing From Smss Into Economic Value Food Materials In Mulawarman Village Tenggarong Sebrang Kutai Kartanegara</em></strong></p> <p><strong> </strong><em>This study aims to provide training to the people of Mulawarman village how small waste processing becomes economically feasible in Mulawarman village.</em> <em>This type of research is community service . The procedures in this study are: Discovery, Dream, Design, and Destiny. Participants in this training were 52 participants consiting of the PKK women from the Tenggarong community across Samarinda who already have SMEs. The results showed that some waste products that were used as food with economic value were coconut water waste through several processes to become a starter, banana peel waste through several stages of processing into nata de banana, cassava peels through several processes into cassava peel chips, and straw waste. jackfruit goes through several processes to become shredded</em><em>. I</em><em>n addition, the benefits of SME waste management training for the community in Mulawarman village, among others, can help reduce waste generated by SME activities, provide skills in processing waste into food that has economic value, open opportunities for the Tenggarong Sebrang community in doing business.</em></p> Khusnul Khotimah, Siti Nasiah Copyright (c) 2022 Khusnul Khotimah, Siti Nasiah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/862 Fri, 30 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Untuk Menumbuhkan Ekonomi Kreatif di Kalangan HIMPAUDI Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/843 <p>Pengembangan nilai tambah suatu barang melalui kreativitas dan inovasi untuk menggerakkan ekonomi melalui penerapan ekonomi kreatif. Pemanfaatan sampah yang merupakan barang yang semula tidak memiliki manfaat, akan bernilai jika digunakan kembali dalam bentuk daur ulang yang memiliki nilai guna serta bermanfaat secara ekonomi. HIMPAUDI Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, merupakan sararan kegiatan penyuluhan untuk menumbuhkan ekonomi kreatif. Pada kegiatan pengmas yang dilajukan oleh dosen Universitas Panca Marga probolinggo kepada kelompok HIMPAUDI Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, diikuti 15 orang peserta. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan serta kreatifitas dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan anggota HIMPAUDI melalui pelatihan pemanfaatan barang bekas untuk menumbuhkan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang disertai dengan sosialisasi, demonstrasi dan praktek langsung pembuatan kerajinan. Hasil dari pelatihan ini yaitu untuk memberikan bekal kepada anggota HIMPAUDI untuk mampu memiliki keterampilan mengelola barang bekas menjadi barang bernilai ekonomi serta menumbuhkan ekonomi kreatif sehingga membantu mengurangi adanya sampah serta meningkatkan pendapatan perekonomian keluarga</p> <p><strong><em>Training on The Use of Used Goods to Grow Creative Economy Among "HIMPAUDI" Kanigaran District Probolinggo City</em></strong></p> <p><em style="font-size: 0.875rem;">Development of added value of an item through creativity and innovation to drive the economy through the application of the creative economy. The use of waste, which is an item that originally had no benefits, will be valuable if reused in the form of recycling which has use value and is economically beneficial. HIMPAUDI, Kanigaran District, Probolinggo City, is a series of extension activities to grow the creative economy. In the community service activity carried out by lecturers of Panca Marga University in Probolinggo to the HIMPAUDI group, Kanigaran District, Probolinggo City, 15 participants were attended. The purpose of this activity is to provide knowledge and skills as well as creativity in fostering the entrepreneurial spirit of HIMPAUDI members through training on the use of used goods to grow the creative economy. The method used is training accompanied by socialization, demonstration and direct practice of craft making. The result of this training is to provide provisions for HIMPAUDI members to be able to have the skills to manage used goods into goods of economic value and grow the creative economy so as to help reduce waste and increase family economic income</em></p> Yayuk Indah Wahyuning Tyas, Agung Yatiningrum, Novita Lidyana Copyright (c) 2022 Yayuk Indah Wahyuning Tyas, Agung Yatiningrum, Novita Lidyana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/843 Thu, 29 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pelatihan Pembuatan Storyjumper dengan Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Kelompok Kerja Guru Gugus Kuin Utara https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/856 <p>Storyjumper merupakan <em>web tool animated audio book</em> yang dapat memfasilitasi penyampaian materi dan memotivasi siswa untuk belajar dengan fitur khusus seperti <em>voice</em>, <em>images</em>, dan teks yang dapat dibuat oleh guru. Untuk memaksimalkan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan melatih 67 guru sekolah dasar dalam Kelompok Kerja Guru Gugus Kuin Utara dalam membuat Storyjumper pada tanggal 27 Mei - 4 Juni 2022 secara tatap muka dan dalam jaringan. PkM ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pelatihan yang diuraikan dalam tujuh tahapan yaitu analisa situasi masyarakat, identifikasi masalah, menentukan tujuan kerja, rencana pemecahan masalah, pendekatan sosial, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi pelaksanaan. Instrumen yang digunakan yaitu angket yang memuat lima aspek diantaranya integasi teknologi dalam pembelajaran, kemampuan dalam membuat Storyjumper, manfaat Storyjumper, pelaksanaan pelatihan, dan kemampuan tim PkM. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa sebanyak 29 peserta (43%) mampu membuat Storyjumper sampai akhir dan 54 peserta (81%) menunjukkan respon baik pada kelima aspek ini. Peserta menyatakan bahwa mereka mampu menambahkan teks, gambar, dan <em>voice </em>serta membuat desain Storyjumper yang nantinya akan digunakan di dalam kelas untuk mengajar sebagai upaya menyampaikan materi dengan menarik. Pelaksanaan PkM secara hybrid ini sangat membantu memaksimalkan luaran hasil PkM karena guru-guru memiliki waktu yang cukup menyelesaikan satu <em>animated audio book</em>..</p> <p><strong><em>Training on Making Storyjumpers with Local Wisdom to Improve Student Motivation in Gugus Kuin Utara Teacher Working Group</em></strong></p> <p><strong> </strong><em>Storyjumper is an animated audio book web tool that can facilitate the delivery of material and motivate students to learn with special features such as voice, images, and text</em><em>s</em><em> created by the teacher. To maximize the ability of teachers to use technology in learning, this Community Service aims to train 67 elementary school teachers in Gugus Kuin Utara Teacher Working Group in making Storyjumpers on 27 May - 4 June 2022 face-to-face and online. </em><em>It was conducted by using workshop method. </em><em>The method used </em><em>was done </em><em>in seven stages, namely analyzing the community situation, identifying problems, determining work objectives, problem solving plans, social approaches, implementing activities, and evaluating </em><em>the </em><em>implementation. The instrument used </em><em>wa</em><em>s a questionnaire that contains five aspects including technology integration in learning, the ability to make Storyjumpers, the benefits of Storyjumpers, training implementation, and the ability of the PkM team. The results of the training showed that as many as 29 participants (43%) were able to make Storyjumpers to the end and 54 participants (81%) showed good responses to these five aspects. </em><em>The p</em><em>articipants stated that they were able to add text</em><em>s</em><em>, images, and voice as well as create Storyjumper designs which would later be used in the classroom to teach as an effort to convey material in an interesting way. This hybrid PkM implementation helps maximize the PkM outcomes because the teachers have enough time to complete an animated audio book.</em></p> Rina Listia, Yusuf Al Arief, Rizky Amelia, Dwi Astuti Muslimawati, Muhammad Nuril Anwar, Siti Alpiyah Damayanti Copyright (c) 2022 Rina Listia, Yusuf Al Arief, Rizky Amelia, Dwi Astuti Muslimawati, Muhammad Nuril Anwar, Siti Alpiyah Damayanti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/856 Fri, 14 Oct 2022 00:00:00 +0000 Workshop Penulisan Artikel Publikasi Ilmiah Bagi Guru SMP Kabupaten Nganjuk Untuk Peningkatan Kualitas Publikasi Guru https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/855 <p>Banyak guru di SMP Kabupaten Nganjuk yang mengalami kesulitan untuk kenaikan pangkat sebab ada persyaratan menulis artikel ilmiah. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya mensyaratkan untuk mendapat kenaikan pangkat harus memiliki artikel publikasi ilmiah. Pada praktiknya para guru di SMP Kabupaten Nganjuk masih mengalami kesulitan dan belum produktif untuk menulis karya dalam bentuk artikel ilmiah yang berkualitas. Gugus Kerjasama, Publikasi, dan Internasionalisasi (KPI) Pascasarjana Univeristas Negeri Surabaya menjadikan permasalahan tersebut sebagai dasar urgensi pelaksanaan Kegiatan Workshop Penulisan Artikel Publikasi Ilmiah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif dan nyata kepada guru SMP di Kabupaten Nganjuk. Kegiatan tersebut meliputi identifikasi masalah, penulisan artikel ilmiah, praktek mendeley, submit artikel pada jurnal online dan pengisian angket responden. Hasil kegiatan yang diselenggarakan menunjukkan bahwa respon peserta pelatihan selama mengikuti workshop penulisan artikel publikasi ilmiah menunjukkan reaksi yang positif. Penyajian materi oleh tim dalam workshop, kualitas narasumber, dan kualitas pelaksanaan pelatihan menunjukkan respon yang baik dari peserta pelatihan. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas publikasi guru. Perlu pelatihan berkelanjutan yang sejenis dalam rangka meningkatkan pemahaman guru tentang penulisan artikel ilmiah di masa mendatang.</p> <p><strong><em>Scientific Publication Article Writing Workshop for Nganjuk Middle School Teachers: To Improve the Quality of Teacher Publications</em></strong></p> <p><em>Many teachers at the Nganjuk Junior High School have difficulty getting promoted because there is a requirement to write scientific articles. Regulation of the Minister of State for the Empowerment of State Apparatus and Bureaucratic Reform No. 16 of 2009 concerning Teacher Functional Positions and Credit Scores requires that to get a promotion one must have scientific publication articles. In practice, teachers at SMP Nganjuk Regency still have difficulty and are not yet productive to write works in the form of quality scientific articles. The Postgraduate Cooperation, Publication, and Internationalization (KPI) Group at the State University of Surabaya made this problem the basis for the urgency of implementing the Scientific Publication Article Writing Workshop Activities. This activity aims to make a positive and tangible contribution to junior high school teachers in Nganjuk Regency. These activities include problem identification, scientific article writing, Mendeley practice, submitting articles to online journals and filling out respondent questionnaires. The results of the activities carried out showed that the response of the training participants during the workshop on writing scientific publication articles showed a positive reaction. The presentation of material by the team in the workshop, the quality of the resource persons, and the quality of the training implementation showed a good response from the training participants. Based on the results of these activities, it can be concluded that this training can improve the quality of teacher publications. Similar continuous training is needed in order to improve teachers' understanding of writing scientific articles in the future.</em></p> Muhammad Abdul Ghofur, Binar Kurnia Prahani, Tsuroyya Tsuroyya, Utama Alan Deta, Mila Candra Pristianti Copyright (c) 2022 Muhammad Abdul Ghofur, Binar Kurnia Prahani, Tsuroyya Tsuroyya, Utama Alan Deta, Mila Candra Pristianti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/855 Fri, 30 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pembangunan Mental Dan Spirit Kewirausahaan Melalui Penyuluhan Kewirausahaan Pada Wirausahawan Desa Permanu Kabupaten Malang https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/831 <p>Wirausaha dikenal memiliki mental yang baja dan spirit yang tak pernah padam, namun hingga sampai pada titik tersebut tidak ada wirausaha yang tanpa melalui proses jatuh dan bangun. Proses berat dialami oleh pelaku usaha Desa Permanu Kabupaten Malang khususnya bagi mereka yang memiliki usaha dalam skala kecil ketika pandemic covid-19. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan membangun mental dan spirit kewirausahaan dalam bentuk penyuluhan pada wirausahawan Desa Permanu Kabupaten Malang yang berjumlah 10 bidang usaha binaan sejumlah 40 mitra usaha. Kegiatan dikemas dalam bentuk penyuluhan berupa pemaparan, talkshow interaktif, FGD yang dilengkapi dengan screening pre-counseling dan evaluasi pasca- counselling. Hasil screening pre-counseling pada partisipan diperoleh identifikasi beberapa permasalahan yakni kurangnya minat bertahan dalam berwirausaha dan belum memiliki dorongan untuk mengembangkan dan membesarkan usaha yang dilakukan. Hasil evaluasi pasca-counseling diperoleh peningkatan minat untuk bertahan dalam berwirausaha dengan dibuktikan dengan munculnya beberapa ide bisnis berbasis kearifan lokal yang dapat digali lebih lanjut. Selain itu dalam sesi FGD, ide bisnis baru bahkan yang tengah dijalankan telah dipandu dalam menyusun analisa SWOT yang berguna dalam rencana pengembangan atau bahkan strategi scale-up.</p> <p> <strong><em>Development Of Mental And Spirit Entrepreneurship Through Entrepreneurship Counseling To Entrepreneurs In Permanu Village, Malang Regency</em></strong></p> <p><em>Entrepreneurs are known to have a strong mental and spirit that never goes out, but up to that point there is no entrepreneur without going through the process of falling and getting up. The hard process was experienced by business actors in Permanu Village, Malang Regency, especially for those who have small-scale businesses during the COVID-19 pandemic. This Community Service Program aims to build an entrepreneurial mentality and spirit in the form of counseling for entrepreneurs in Permanu Village, Malang Regency, totaling 10 business fields under the guidance of 40 business partners. Activities are packaged in the form of counseling in the form of presentations, interactive talk shows, FGDs equipped with pre-counseling screening and post-counseling evaluations. The results of the pre-counseling screening of participants identified several problems, namely the lack of interest in surviving in entrepreneurship and not having the drive to develop and enlarge the business being carried out. The results of the post-counseling evaluation showed an increase in interest in surviving in entrepreneurship as evidenced by the emergence of several business ideas based on local wisdom that could be explored further. In addition, in the FGD sessions, new business ideas and even those that are being implemented have been guided in preparing a SWOT analysis that is useful in development plans or even scale-up strategies</em>Abstrak: Wirausaha dikenal memiliki mental yang baja dan spirit yang tak pernah padam, namun hingga sampai pada titik tersebut tidak ada wirausaha yang tanpa melalui proses jatuh dan bangun. Proses berat dialami oleh pelaku usaha Desa Permanu Kabupaten Malang khususnya bagi mereka yang memiliki usaha dalam skala kecil ketika pandemic covid-19. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan membangun mental dan spirit kewirausahaan dalam bentuk penyuluhan. Kegiatan dikemas dalam bentuk penyuluhan berupa pemaparan, talkshow interaktif, FGD yang dilengkapi dengan screening pre-counseling dan evaluasi pasca- counselling. Hasil screening pre-counseling pada partisipan diperoleh identifikasi beberapa permasalahan yakni kurangnya minat bertahan dalam berwirausaha dan belum memiliki dorongan untuk mengembangkan dan membesarkan usaha yang dilakukan. Hasil evaluasi pasca-counseling diperoleh peningkatan minat untuk bertahan dalam berwirausaha dengan dibuktikan dengan munculnya beberapa ide bisnis berbasis kearifan lokal yang dapat digali lebih lanjut. Selain itu dalam sesi FGD, ide bisnis baru bahkan yang tengah dijalankan telah dipandu dalam menyusun analisa SWOT yang berguna dalam rencana pengembangan atau bahkan strategi scale-up.</p> Hanif Rani Iswari, Syamsul Bahri, Sopanah Sopanah, Khojanah Hasan, Dwi Anggarani Copyright (c) 2022 Hanif Rani Iswari, Syamsul Bahri, Sopanah, Khojanah Hasan, Dwi Anggarani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal-center.litpam.com/index.php/linov/article/view/831 Fri, 30 Sep 2022 00:00:00 +0000