Bentuk dan Fungsi Klitika Bahasa Sasak Dialek Meno-Mene pada Masyarakat Desa Montong Tangi

Authors

  • Rauhil Haerani Universitas Hamzanwadi
  • Lalu Mas’ud Universitas Hamzanwadi
  • Muh. Taufiq Universitas Hamzanwadi

DOI:

https://doi.org/10.36312/jar.v4iSpecial%20Issue.3378

Keywords:

Bentuk Klitika, Fungsi Klitika, Distribusi Klitika

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk, fungsi, dan distribusi klitika bahasa Sasak dialek Meno-Mene pada masyarakat desa Montong Tangi. Studi ini penting mengingat langkanya penelitian yang secara spesifik berfokus pada klitika di dialek Meno-Mene, padahal fenomena linguistik ini memiliki peran krusial dalam struktur bahasa Sasak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, data dikumpulkan menggunakan beberapa teknik untuk memastikan kelengkapan dan keaslian. Peneliti memulai dengan observasi partisipatif, di mana mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat di desa Montong Tangi untuk memahami konteks sosial dan budaya dari penggunaan bahasa Sasak dialek Meno-Mene. Selanjutnya, wawancara mendalam dilakukan dengan enam informan kunci, penutur asli yang berasal dari lima dusun berbeda, untuk menggali pemahaman mereka tentang klitika. Pada saat yang sama, peneliti juga melakukan rekam tuturan alami secara spontan untuk menangkap fenomena klitika dalam percakapan sehari-hari. Selama proses observasi, wawancara, dan rekaman, peneliti selalu menyertakan teknik catat dan dokumentasi. Melalui kombinasi teknik-teknik ini, peneliti berhasil mengidentifikasi dan menganalisis 35 klitika secara rinci dengan menggunakan analisis morfosintaksis Eugene Nida yaitu mengelompokkan data, melakukan analisis deskriptif, dan menginterpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk klitika ada tiga yaitu, klitika proklitik, klitika enklitik, dan klitika gabungan (proklitik dan enklitik) yang berupa: /k-/, /-k/, /-m/, /-n/, {-te}, {te-}, {de-}, {-de}, (k- dan -m), (k- dan -de). Secara fungsi, klitika dalam dialek ini terbagi menjadi empat kategori utama: menyatakan kepemilikan, subjek, objek, serta gabungan objek dan kepemilikan. Klitika enklitik /-k/ dan /-m/ ditemukan paling dominan dan memiliki fungsi sebagai penanda subjek, seperti pada kalimat ‘engkahk’ (berhenti aku). Dari segi distribusi, klitika enklitik dapat melekat pada berbagai kategori kata, yaitu kata kerja (verba), kata benda (nomina), kata sifat (adjektiva), dan numeralia. Sebaliknya, klitika proklitik dan gabungan memiliki distribusi yang lebih terbatas, hanya melekat pada kata kerja (verba) dan kata benda (nomina). Penelitian ini berkontribusi signifikan pada linguistik Sasak dengan menyediakan dokumentasi rinci tentang klitika pada dialek Meno-Mene. Temuan ini tidak hanya memperdalam pemahaman tentang morfologi bahasa Sasak, tetapi juga berfungsi sebagai referensi vital untuk pengajaran dan pelestarian bahasa daerah, membantu menjaga warisan linguistik ini dari kepunahan.

References

Akastangga. M. D. B. (2021). Dialek Sebagai Identitas Masyarakat Bahasa di Pulau Lombok International Seminar on Austronesian Languages and Literature IX.. 139-146. https://www.scribd.com/document/602987071/79894-1792-244217-1-10-20211119

Astawa, N., Gani, A. A., Ibrahim, N., & Sukardi, I. (2017). The Inflection of Sasak Language in Kuripan Village: A Morphological Study. International Journal of Social Sciences and Humanities, 1(1), 69-76. https://www.google.com/search?q=https://www.ijssh.com/volume-1-issue-1-2017/69-76/

Austin, Peter K. (2003). The Linguistic Ecology of Lombok. PELBBA 16, 165-198.

Austin, Peter K. (2011). Tense, aspect, mood and evidentiality in Sasak, eastern Indonesia. Paper given at Chronos 10, Aston University.

Austin, Peter K. (2020). Sasak, Meno-Mené dialect. Journal of the International Phonetic Association, 50(1), 93–108. Link jurnal: https://www.cambridge.org/core/journals/journal-of-the-international-phonetic-association/article/sasak-menomene-dialect/D426C876E009E03B65C639D31FA78E59

Hartini, D., & Faisal, M. (2024). Gugus Konsonan (Klaster) Bahasa Sasak Dialek Ngeno-Ngene di Desa Tetebatu Selatan Kabupaten Lombok Timur. JURNALISTRENDi: Jurnal Linguistik, Sastra, Dan Pendidikan, 9(1). https://ejournalunwmataram.org/index.php/trendi/article/download/2088/978/

Husanan, R., dkk. (2012). Kajian Dialektologis Bahasa Sasak di Pulau Lombok. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Husnan, Erwan Lalu dan Saiful Bahri. 2012. Bahasa Sasak: Sebuah Tinjauan dan Deskripsi untuk Memahami Peta dan Sebaran Penutur Bahasa Sasak Biase dan Alus. Pringgabaya Lotim: Primaguna.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills, CA: Sage Publication

Lyons, John. Language and Linguistics: An Introduction. Cambridge University Press, 1981, hlm. 123.

Mahsun. (1995). Dialektologi Diakronis: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Mahsun. (2006). Kajian dialektologi diakronis bahasa Sasak di Pulau Lombok. Gama Media.

Mahyuni, R. (2014). Linguistik Umum. Mataram: Universitas Mataram Press.

Ningsih, S., dan R. Putra. "Penilaian Kenyamanan Pariwisata Kota dan Pantai di Pulau Lombok Menggunakan Metode Holiday Climate Index (HCI)." Jurnal Pendidikan Geosfer Volume, no. Nomor (Tahun Publikasi): halaman XX-YY. Diakses dari https://altools.co.kr/product/ALPDF.

Ramlan, M. 2001. Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV Karyono.

Sudarman, W., Paridi, K., & Sudika, I. N. (2023). Comparative historical dialects of sasak language: Toward codified standardized-based local language Instruction. The International Journal of Social Sciences World (TIJOSSW), 5(2), 1-10. https://www.google.com/search?q=https://www.tijossw.com/index.php/tijossw/article/view/100

Sultana dan Jayadi U. (2021). Analisis Bentuk Klitik dalam Bahasa Sasak Dialek Meno-Mene. LINGUA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 1(1), 51-64. https://www.google.com/search?q=http://journal.uho.ac.id/index.php/lingua/article/view/1182

Suyono, H. (2019). "Pentingnya Bahasa Daerah dalam Menjaga Karakter Bangsa." News Portal of Universitas Ahmad Dahlan. Diakses dari https://news.uad.ac.id/pentingnya-bahasa-daerah-dalam-menjaga-karakter-bangsa/

Verhaar, J. W. M. 2008. Asas-Asas Linguistik Umum. Cetakan Kesembilan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Wahida, B. Y. K. (2020). Analisis Bentuk Klitika Dalam Bahasa Sasak. JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala, 5(5). Diakses dari https://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JUPE/article/download/1298/1184

Wikibuku. (t.t.). Dalam Bahasa Sasak. https://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Sasak diakses 4 Juni 2025

Yuliadi, D., Indriani, F., & Alamsyah, H. (2021). Speech Recognition Aplikasi Kamus Bahasa Sasak Berbasis Android. Teknosains: Jurnal Sains dan Teknologi, 15(3), 314-321. Diakses dari https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/teknosains/article/download/21692/12811/73582

Downloads

Published

2025-08-31

How to Cite

Haerani, R., Mas’ud, L., & Taufiq, M. (2025). Bentuk dan Fungsi Klitika Bahasa Sasak Dialek Meno-Mene pada Masyarakat Desa Montong Tangi. Journal of Authentic Research, 4(Special Issue), 722-738. https://doi.org/10.36312/jar.v4iSpecial Issue.3378