Dampak Refresentasi Konflik Sosial Politik dalam Film Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer

Authors

  • Ika Rismayanti Universitas Hamzanwadi
  • Muh Jaelani Al Pansori Universitas Hamzanwadi
  • Moh Irfan Universitas Hamzanwadi

DOI:

https://doi.org/10.36312/jar.v4iSpecial%20Issue.3390

Keywords:

Representasi, Konflik Sosial, Bumi Manusia, Karya Sastra

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik sosial apa saja yang terkandung dalam Film Bumi Manusia Karya sastra merupakan hasil ekspresi kreatif manusia yang menggunakan bahasa sebagai medium utama untuk menyampaikan gagasan, perasaan, dan imajinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk konflik sosial dalam film Bumi Manusia serta penyebab terjadinya konflik tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan analisis representasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, dengan data primer berupa soft copy film Bumi Manusia dan data sekunder dari jurnal, buku, dan internet. Analisis data meliputi tahapan pengumpulan, penyajian, kondensasi data, serta penarikan/verifikasi kesimpulan. Uji keabsahan dilakukan melalui triangulasi dan kekuatan pengamat. Hasil penelitian menemukan tiga bentuk utama konflik sosial, konflik yaitu konflik antar individu (16 data), konflik politik (15 data), dan konflik antar kelompok (5 data). Bentuk konflik ketiga tersebut mencerminkan ketidakadilan sistem kolonial Hindia Belanda, seperti diskriminasi terhadap pribumi dan perempuan, memetik hukum, pertentangan nilai antargenerasi, dan ketimpangan sosial-politik. Tokoh-tokoh seperti Minke dan Nyai Ontosoroh menjadi simbol perjuangan rakyat pribumi dalam menghadapi dominasi kolonial serta ketegangan sosial di masa penjajahan.

References

Alifia, H. T. A., & Harini, Y. N. A. (2023). Representasi konflik dalam film Mencuri Raden Saleh. Universitas Pendidikan Indonesia.

Alwi, H. (2016). Pengantar studi konflik sosial. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram.

Ayunda, W., Sidabalok, D., & Prangin-angin, A. B. (2024). Budaya Jawa dalam film Primbon: Analisis representasi Stuart Hall.

Citriadin, Y. M. (2020). Metodologi penelitian: Pendekatan multidisipliner. Ideas Publishing.

Barker, C. (2016). Cultural studies: Theory and practice. Sage. (Edisi Revisi tentang Cultural Studies dan Representasi)

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Garden City, New York: Doubleday & Company, Inc

Coser, L. A. (1956). The functions of social conflict. Glencoe: The Free Press.

Fisher, S. (2016). Responding to conflict (2nd ed.). Oxford University Press.

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2009). Theories of Human Communication (9th ed.). Belmont, CA: Thomson Wadsworth

Galtung, J. (2014). Peace by peaceful means: Peace and conflict, development and civilization. SAGE Publications. (Analisis konflik dan perdamaian)

Jackson, R., & Moomou, J. (2016). The Routledge handbook of critical terrorism studies. Routledge. (Kajian kritis tentang terorisme dan konflik)

Schiffrin, D., Tannen, D., & Hamilton, H. E. (Eds.). (2015). The handbook of discourse analysis. John Wiley & Sons. (Analisis wacana dalam studi media dan konflik)

Sturken, M., & Cartwright, L. (2018). Practices of looking: An introduction to visual culture. Oxford University Press. (Analisis budaya visual dan representasi)

Van Dijk, T. A. (2015). Discourse and power. Routledge. (Hubungan antara wacana, kekuasaan, dan ideologi)

Daryani, D., Elmustian, E., & Sinaga, M. (2023). Konflik sosial dalam film Penyalin Cahaya.

Devi, N. I. (2024). Representasi konflik sosial pada film “Budi Pekerti” karya Wregas Bhanuteja (Kajian sosiologi sastra). Universitas Muhammadiyah Malang.

Effendy, H. (2009). Mari membuat film. PT Gelora Aksara Pratama.

Hanifah, L., & Sulistyani, T. (2025). Representasi perempuan berpolitik dalam Tilik the Series.

Isnanda, W., Suaedi, H., & Afrizal, M. (2024). Konflik kelas sosial pada film Mencuri Raden Saleh (Kajian Marxisme).

Khan, S., Djojosuroto, K., & Rohmadi, M. (2021). Analisis Nilai Moral dalam Film “Dua Garis Biru” Karya Gina S. Noer dan Implikasinya pada Pembelajaran Sastra. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 47-56.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.

Mulyadi, L. (2001). Hukum pidana: Pendekatan kontemporer. Djambatan.

Rahmat, M., & Syam, H. M. (2023). Representasi konflik Aceh dalam film dokumenter: analisis semiotika Jalan Pedang RI dan GAM. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik.

Situmeang, N., Mudana, I. W., & Noviani, F. (2022). Representasi konflik dalam film Ngeri Ngeri Sedap menggunakan teori Lewis Coser.

Sudarto, A. D., Senduk, J., & Rembang, M. (2015). Analisis semiotika film “Alangkah lucunya negeri ini”.

Suastini, N. W., & Utama, W. A. (2022). Analisis konflik dalam film Fast & Furious: Hobbs & Shaw.

Zuldin, M. (2019). Ketimpangan sebagai penyebab konflik: Kajian atas teori sosial kontemporer.

Downloads

Published

2025-09-29

How to Cite

Rismayanti, I., Pansori, M. J. A., & Irfan, M. (2025). Dampak Refresentasi Konflik Sosial Politik dalam Film Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer. Journal of Authentic Research, 4(Special Issue), 998-1020. https://doi.org/10.36312/jar.v4iSpecial Issue.3390