Pengikisan Budaya dalam Bahasa Sasak Lintas Generasi di Lombok Timur
DOI:
https://doi.org/10.36312/jar.v4iSpecial%20Issue.3527Keywords:
Pengikisan Budaya, Bahasa Sasak, Lintas Generasi, SosiolinguistikAbstract
Penelitian ini membahas fenomena pengikisan budaya dalam penggunaan Bahasa Sasak lintas generasi di Lombok Timur. Penelitian bertujuan mendeskripsikan bentuk pengikisan bahasa, menganalisis faktor-faktor penyebabnya, serta menggali respons masyarakat terhadap kondisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui dokumentasi, rekaman, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, pengikisan bahasa Sasak tampak nyata pada berkurangnya kosakata khas yang digunakan generasi muda, akibat pergeseran komunikasi ke arah bahasa Indonesia atau bahasa campuran. Faktor utama yang memengaruhi fenomena ini adalah perkembangan teknologi dan media sosial, perubahan gaya hidup, menurunnya kebanggaan terhadap bahasa daerah, serta dominasi bahasa Indonesia dalam pendidikan formal. Masyarakat merespons kondisi ini dengan kesadaran akan pentingnya pelestarian bahasa, namun praktik penggunaan bahasa Sasak tetap mengalami penurunan di ranah keluarga dan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pengikisan bahasa daerah tidak hanya berdampak pada aspek linguistik, melainkan juga mengancam keberlangsungan identitas budaya masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelestarian melalui pendidikan keluarga, penguatan tradisi lokal, serta integrasi nilai budaya Sasak dalam ruang publik.
Kata Kunci: Pengikisan budaya, bahasa sasak, lintas generasi, sosiolinguistik.
References
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Duranti, A. (1997). Linguistic anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.
Fishman, J. A. (1991). Reversing language shift: Theoretical and empirical foundations of assistance to threatened languages. Clevedon: Multilingual Matters.
Hartati, D. (2020). Bahasa Sasak dan implikasi sosial-budaya dalam stratifikasi masyarakat Lombok Timur. Jurnal Alinea, 9(1), 55–68.
Koentjaraningrat. (2002). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Kurniawan, R., & Amrulloh, M. (2018). Pergeseran bahasa daerah dan implikasinya terhadap norma adat. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 123–135.
Lestari, P. (2021). Dominasi bahasa Indonesia dalam keluarga dan implikasinya terhadap bahasa Bali. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 21(3), 211–223.
Mareta, A., & Kusuma, R. (2024). Cultural dislocation dan bahasa daerah di era globalisasi. Jurnal Sosiolinguistik, 12(2), 88–104.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyadi, S., & Rahayu, N. (2020). Media digital dan pergeseran bahasa daerah: Studi kasus remaja urban. Jurnal Komunikasi, 14(1), 33–47.
Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Rosyidi, A. (2019). Bahasa Sasak sebagai identitas kultural masyarakat Lombok. Jurnal Humaniora, 17(2), 77–86.
Soepomo, M., Santoso, H., & Wibowo, R. (1972). Pergeseran bahasa alus di Lombok. Jurnal Bahasa dan Kebudayaan, 3(1), 45–59.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suandi, I., Rahmawati, T., & Yuliana, S. (2022). Media sosial dan pergeseran bahasa daerah di kalangan remaja. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 15(1), 19–31.
Wahyudin, A. (2018). Bahasa Indonesia dan marginalisasi bahasa daerah. Jurnal Bahasa dan Sastra Nusantara, 2(1), 14–26.
Warschauer, M. (2000). Language, identity, and the Internet. TESOL Quarterly, 34(3), 457–477.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nanda Aulia Pratiwi, Nurhaliza, Khirjan Nahdi, Hilmiyatun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Authentic Research agree to the following terms:
- For all articles published in Journal of Authentic Research, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.