Upaya Kepala Sekolah dalam Menumbuh Kembangkan Karakter Disiplin Siswa di Sekolah Dasar

Authors

  • Mia Hamdani Universitas Muhammadiyah Mataram
  • Haifaturrahmah Haifaturrahmah Universitas Muhammadiyah Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/a4q3t577

Keywords:

kepala sekolah, pendidikan karakter, kedisiplinan siswa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam upaya kepala sekolah dalam menumbuhkembangkan karakter disiplin siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Banyumulek. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk strategi kepemimpinan, kebijakan sekolah, serta implementasi program yang berorientasi pada pembentukan nilai-nilai kedisiplinan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposif karena dianggap paling memahami konteks pelaksanaan program kedisiplinan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menumbuhkan karakter disiplin siswa melalui enam bentuk upaya utama, yaitu: (1) kegiatan rutin dan pembiasaan positif, (2) keteladanan dalam perilaku, (3) integrasi nilai kedisiplinan dalam kegiatan pembelajaran, (4) teguran, nasihat, dan pemberian motivasi, (5) kegiatan literasi keagamaan berupa program mengaji, serta (6) penerapan budaya 3S (senyum, sapa, salam). Faktor pendukung mencakup tersedianya sarana prasarana memadai, kesadaran siswa akan pentingnya disiplin, serta komitmen sumber daya manusia di sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan sosial dan pola asuh keluarga yang kurang mendukung. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kajian kepemimpinan kepala sekolah berbasis karakter di sekolah dasar. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi rujukan bagi kepala sekolah dan guru dalam merancang kebijakan pembiasaan disiplin yang berkelanjutan serta menumbuhkan budaya sekolah yang positif dan religius.

This study aims to describe in depth the efforts of the principal in fostering and developing students’ disciplinary character at SD Negeri 1 Banyumulek. The focus of the research is directed toward the forms of leadership strategies, school policies, and the implementation of programs oriented toward cultivating students’ disciplinary values. This study employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies involving the principal, teachers, and students who were purposively selected because they were considered to have the most comprehensive understanding of the discipline-related programs. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the principal plays a strategic role in fostering students’ disciplinary character through six main efforts: (1) routine activities and positive habituation, (2) role modeling in daily behavior, (3) integrating disciplinary values into learning activities, (4) providing admonitions, guidance, and motivation, (5) implementing religious literacy activities such as Qur’an recitation programs, and (6) applying the 3S culture (smile, greet, and salute). Supporting factors include the availability of adequate facilities and infrastructure, students’ awareness of the importance of discipline, and the commitment of school human resources. Meanwhile, inhibiting factors involve social environmental influences and family upbringing that do not adequately support discipline. Theoretically, this study contributes to strengthening the discourse on character-based school principal leadership in elementary schools. Practically, the findings may serve as a reference for principals and teachers in designing sustainable discipline habituation policies and in fostering a positive and religious school culture.

 

References

Abd, R., Munandar, A. S., Fitriani, A., Karlina, Y., & Yumriani. (2022). Pengertian Pendidikan, Ilmu Pendidikan dan Unsur-unsur Pendidikan. Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 1–8.

Ahsaani, E. L. F., Mastura, E., Ni’mah, L. S., Chusnul, I., & Amalia, V. (2021). Pengaruh Sarana Prasarana dalam Menunjang Prestasi Belajar Siswa SD di Sekolah Indonesia Den Haag. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 8(1), 52–63.

Annur, Y. F., Yuriska, R., & Arditasari, S. T. (2021). Pendidikan Karakter dan Etika dalam Pendidikan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang, 330–335.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Bass, B. M., & Avolio, B. J. (1994). Improving Organizational Effectiveness through Transformational Leadership. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Basri. (2017). Manajemen Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Sekolah Adiwiyata (Studi Kasus di SD Negeri 02 Tanah Pak Lambik Kota Padang Panjang). Jurnal Al-Fikrah, 5(1), 102–112.

Cahyaningrum, E. S., Sudaryanti, S., & Purwanto, N. A. (2017). Pengembangan Nilai-Nilai Karakter Anak Usia Dini Melalui Pembiasaan dan Keteladanan. Jurnal Pendidikan Anak, 6(2), 203–213.

Faridah, N. (2020). Pembelajaran Penyadaran Nilai Disiplin dalam Pendidikan Dasar. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 5(1), 45–55.

Feblyna, T., & Wirman, A. (2020). Penggunaan Reward untuk Meningkatkan Pembiasaan Disiplin Anak di Taman Kanak-kanak. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(2), 1132–1141.

Habibah, I. N., & Afriansyah, H. (2019). Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan di Sekolah. Jurnal Pendidikan, 3(2), 1–3.

Hasanah, U. (2020). Indikator dan Strategi Pembentukan Karakter Disiplin pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(1), 67–78.

Huda, A. K., Montesari, M., Miaz, Y., & Rifma. (2021). Pembinaan Karakter Disiplin Siswa Berbasis Nilai Religius di Sekolah Dasar. Jurnal Research & Learning in Elementary Education, 5(5), 4190–4197.

Hulukati, W. (2015). Peran Lingkungan Keluarga terhadap Perkembangan Anak. Jurnal Musawa, 7(2), 265–282.

Kemendikbud. (2022). Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen.

Khoiriah, K., Ismail, M., Kurniawansyah, E., & Zubair, M. (2023). Implementasi Pendidikan Karakter Religius dan Toleransi Melalui Budaya Sekolah di SMP Negeri 22 Mataram. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(3), 1448–1455.

Kurniawan, S. (2016). Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Implementasi secara Terpadu di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Lickona, T. (2018). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Mulyasa, E. (2015). Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Noddings, N. (2013). Caring: A Relational Approach to Ethics and Moral Education. Berkeley: University of California Press.

Rofiq, M. H. (2017). Kedisiplinan Peserta Didik melalui Hukuman Perspektif Stakeholder Pendidikan. Nidhomul Haq: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(2), 71–83.

Sumantri, H., & Munthe, F. (2023). Pentingnya Mendisiplinkan Anak dan Implikasinya bagi Pembentukan Karakter Anak. Jutipai: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, 1(1), 13–17.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susanto, A. (2017). Proses Habituasi Nilai Disiplin pada Anak Usia Dini dalam Kerangka Pembentukan Karakter Bangsa. Jurnal Sosioreligi, 15(1), 18–34.

Downloads

Published

2025-12-07

Issue

Section

Articles

How to Cite

Hamdani, M. ., & Haifaturrahmah, H. (2025). Upaya Kepala Sekolah dalam Menumbuh Kembangkan Karakter Disiplin Siswa di Sekolah Dasar . Journal of Authentic Research, 4(2), 1989-1997. https://doi.org/10.36312/a4q3t577