Pengembangan Modul Pembelajaran IPAS Bermuatan Nilai Budaya Sasak pada Materi Kearifan Lokal di Masyarakat Sekitarku untuk Kelas IV SDN 3 Gerung Selatan

Authors

  • Aulia Ananda Fitri Universitas Islam Negeri Mataram
  • Murzal Universitas Islam Negri Mataram
  • Silka Yuanti Draditaswari Universitas Islam Negeri Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/enspk810

Keywords:

Modul, Model ADDIE, Pembelajaran Nilai Budaya Sasak

Abstract

Pembelajaran di SDN 3 Gerung Selatan sudah tergolong baik, dan sudah menggunakan bahan ajar berupa buku paket, namun kebanyakan siswa kurang sistematis dalam proses berpikir dan masih kesulitan dalam pengorganisasian dalam materi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan dan kepraktisan modul pembelajaran IPAS bermuatan nilai budaya Sasak pada materi kearifan lokal di masyarakat sekitarku. Modul pembelajaran merupakan salah satu bahan ajar yang mempunyai karakteristik prinsip kemandirian dalam belajar. Pada modul terdapat capain pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang eksplisit dengan mengintegrasikan konsep IPAS dengan kearfan lokal seperti tradisi dan nilai-nilai adat Sasak, sehingga kegiatan pembelajaran siswa menjadi terarah dalm mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Penelitian ini adalah penelitian Research and Deplovment, menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, tahap Analisi (Analysis), Desain (Design), Pengembangan (Deplovment), Implementasi (Implementation), dan Evaluasi (Evaluation). Kelima tahapa ADDIE ini yang digunakan dalam proses pengembangan modul pembelajaran IPAS bermuatan nilai budaya Sasak, mulai dari menganalisis permasalahan yang ada di kelas IV SDN 3 Gerung Selatan, mendisain modul pembelajaran yang dikembangkan mulai dari kemenarikan modul dan penyesuaian materi, mengembangkan modul sesuai dengan rancangan, kemudian modul yang telah disusun akan divalidasi oleh para ahli, yaitu ahli materi, ahli modul, dan ahli bahasa untuk mengetahui kelayakan dari modul yang telah dikembangkan, kemudian modul yang telah dikembangkan diuji cobakan untuk mengetahui kepraktisannya yang dilakukan pada kelas IV, dan terakhir mengevaluasi modul yang telah dikembangkan dari tahapan pertama. Dalam penelitian ini, dilakukan uji coba di SDN 3 Gerung Selatan. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV sebanyak 19 siswa. Instrument penilaian yang digunakan adalah lembar validasi kelayakan dan dan kepraktisan. Hasil uji coba kelayakan modul pembelajaran yang dikembangkan telah masuk kategori valid/layak. Untuk mengetahui kelayakan modul pembelajaran yang dikembangkan peneliti menggunakan validator ahli materi, ahli modul, dan ahli bahasa dengan menggunakan penilain berupa angket dalam bentuk skala likert. Peresentase yang diperoleh dari ahli materi pada validasi pertama 68, 42%, sedangkan validasi kedua memperoleh nilai 88%. Peresentase dari ahli modul yang pertama 65,26, sedangkan validasi kedua memperooleh nilai 92%. Peresentase ahli bahasa yang pertama memperoleh nilai 71,57%, sedangkan yang kedua memperoleh nilai 88%. Dari ketiga ahli tersebut dikategorikan modul pembelajaran yang telah dikembangkan layak/valid digunakan dalam proses pembelajaran. Pada tahap penilain guru memperoleh nilai 90%, pada saat uji coba kepada siswa memperoleh nilai 84,42%. Dari hasil penilaian guru dan uji coba kepada siswa dikategorikan modul pembelajaran yang dikembangkan praktis untuk digunakan. Modul ini dinyatakan layak dan praktis jika mencapai peresentase minimal 75%. Implikasi dari pengembangan modul ini adalah tersedianya bahan ajar kontekstual yang dapat meningkatkan pemahaman konsep IPAS dan menumbuhkan karakter cinta terhadap budaya lokal Sasak selaku daerah tempat tinggal siswa.

References

Arum Puspitaning Nur Illahi & Putri Rachmadyanti, ”Pengembangan E-Modul Ips Berbasis Kearifan Lokal Kabupaten Jombang Bagi Siswa Kelas V SD”, Jurnal PGSD, hlm. 6-8.

Dede Setiawan, dkk, Melampaui Batas "Membangkitkan Revolusi Pendidikan Melalui Sekolah Penggerak", (Bandung: Indonesia Emas Group, 2024), hlm. 42-43.

Dek Ngurah Laba Laksana, dkk, Desain Pembelajaran Berbasi Budaya, Bojong Pekalongan: PT. Nasya Expanding Manajment, 2021.

Ghudaifa Rasya, dkk, ”Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Suku Sasak Pada Materi IPS Kelas IV DI SDN 22 Ampenan”, Jurnal homepage, 2018.

Happri Novriza Setya Dhewantoro, dkk, Meneliti dan Menulis Kajian-kajian Lokal Pendidikan IPS, Bojong Pekalongan: PT. Nasya Expanding Management, 2024.

Hasnah N, ”Pengembangan Modul Pembelajaran Ips Materi Sosial Budaya Berbasis Kearifan Lokal”, Mubtadi: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah, Vol. 4 No. 2, Januari – Juni 2023.

Masriani, Wawancara, SDN 3 Gerung Selatan, 08 Maret 2025.

Mochammad Yasir, Potensi dan Integrasi Budaya Sebagai Konten dan Konteks Pembelajaran IPA, Madiun: CV. Bayfa Cendikia Indonesia, 2025.

Nurdini, dkk, Transformasi Pembelajaran di Era Kurikulum Merdeka Belajar, Serang: PT. Sada Kurnia Pustaka dan Penulis, 2023.

Nursilah, dkk, Pendekatan Multikultural Dalam Pendidikan Tari, Padang:Takaza Innovatix Labs, 2024.

wildawilda, "Hubungan Kearifan Lokal dengan Kebudayaan", dalam https://share.google/leaOvBqWWx8YSbJpf, diakses pada tanggal 29 Oktober 2025, pada pukul 20.08.

Downloads

Published

2025-12-21

Issue

Section

Articles

How to Cite

Fitri, A. A. ., Murzal, & Draditaswari, S. Y. . (2025). Pengembangan Modul Pembelajaran IPAS Bermuatan Nilai Budaya Sasak pada Materi Kearifan Lokal di Masyarakat Sekitarku untuk Kelas IV SDN 3 Gerung Selatan. Journal of Authentic Research, 4(2), 2320-2335. https://doi.org/10.36312/enspk810