Model Konseptual Pendidikan Multikultural Trasnformasional Bali: Revitalisasi Nilai Tri Parartha sebagai Penguatan Sosial and Emotional Learning (SEL) Siswa di Era Pluralitas Budaya

Authors

  • L.Virginayoga Hignasari Universitas Mahendradatta
  • I Nyoman Tika Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ananta Wikrama Tungga Atmaja Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Wayan Suastra Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.36312/qze6jf17

Keywords:

Bali, budaya, pendidikan multikultural, tri parartha, sosial and emotional learning

Abstract

Penelitian ini mengembangkan model Pendidikan Multikultural Transformasional Bali berbasis nilai kearifan lokal Tri Parartha (Asih, Punia, Bhakti) untuk memperkuat Social and Emotional Learning (SEL). Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif kritis dengan menganalisis buku, artikel ilmiah, laporan kebijakan, dan penelitian terkait pendidikan multikultural, kearifan lokal, serta SEL. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi nilai Tri Parartha sebagai basis etika sosial dengan kerangka SEL, menghasilkan model yang relevan secara kultural dan operasional. Hasil kajian menunjukkan implementasi pendidikan multikultural di Bali masih bersifat normatif, dengan nilai Tri Parartha diajarkan simbolik tanpa transformasi signifikan dalam karakter atau kompetensi SEL siswa. Revitalisasi Tri Parartha terbukti efektif memperkuat dimensi pendidikan multikultural dan kompetensi SEL, seperti empati, kesadaran sosial, keterampilan relasi, pengelolaan diri, dan pengambilan keputusan bertanggung jawab. Model konseptual yang dihasilkan mencakup input, proses pembelajaran, output, outcome, serta mekanisme penguatan dan evaluasi. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi Tri Parartha dalam kurikulum dan budaya sekolah dapat meningkatkan toleransi, empati, dan harmoni sosial siswa, meski masih memerlukan uji coba empiris untuk menilai efektivitasnya.

This study develops a Transformational Multicultural Education model for Bali based on the local wisdom values of Tri Parartha (Asih, Punia, Bhakti) to strengthen Social and Emotional Learning (SEL). The method used is a critical descriptive literature review, analyzing books, scholarly articles, policy reports, and research related to multicultural education, local wisdom, and SEL. The novelty of this research lies in the integration of Tri Parartha values as a basis for social ethics with the SEL framework, resulting in a culturally relevant and operational model. The findings show that the implementation of multicultural education in Bali remains normative, with Tri Parartha values being taught symbolically without significant transformation in students' character or SEL competencies. The revitalization of Tri Parartha proves effective in strengthening multicultural education dimensions and SEL competencies such as empathy, social awareness, relational skills, self-management, and responsible decision-making. The conceptual model developed includes input, learning processes, output, outcomes, and mechanisms for reinforcement and evaluation. The research findings emphasize that integrating Tri Parartha into the curriculum and school culture can enhance tolerance, empathy, and social harmony among students, although empirical testing is still needed to assess its effectiveness.

Downloads

Published

2025-12-16

Issue

Section

Articles

How to Cite

Hignasari, L., Tika, I. N., Atmaja, A. W. T., & Suastra, I. W. (2025). Model Konseptual Pendidikan Multikultural Trasnformasional Bali: Revitalisasi Nilai Tri Parartha sebagai Penguatan Sosial and Emotional Learning (SEL) Siswa di Era Pluralitas Budaya. Journal of Authentic Research, 4(2), 2154-2179. https://doi.org/10.36312/qze6jf17