Pengaruh Pemahaman Pajak, Sikap Love of Money dan Religiusitas Terhadap Persepsi Penggelapan Pajak

Authors

  • Yosia Elizabet Sinaga Politeknik Negeri Lampung
  • Rusmianto Rusmianto Politeknik Negeri Lampung
  • Nurmala Nurmala Politeknik Negeri Lampung

DOI:

https://doi.org/10.36312/hnsq8946

Keywords:

Pemahaman Pajak, Love Of Money, Religiusitas, Persepsi Penggelapan Pajak

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman pajak, sikap love of money, dan religiusitas terhadap persepsi penggelapan pajak pada wajib pajak orang pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandar Lampung Dua dan berdomisili di Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 108 orang. Instrumen penelitian disusun menggunakan skala Likert lima poin untuk mengukur variabel pemahaman pajak, sikap love of money, religiusitas, dan persepsi penggelapan pajak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data terlebih dahulu diuji melalui uji validitas, uji reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pajak, sikap love of money, dan religiusitas memiliki keterkaitan dengan persepsi penggelapan pajak pada wajib pajak orang pribadi. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berperan dalam membentuk persepsi wajib pajak terhadap praktik penggelapan pajak. Temuan ini mengindikasikan bahwa persepsi terhadap penggelapan pajak tidak hanya dipengaruhi oleh aspek pengetahuan perpajakan, tetapi juga oleh orientasi individu terhadap uang serta nilai-nilai moral dan religius yang dianut. Oleh karena itu, upaya untuk menekan persepsi yang permisif terhadap penggelapan pajak perlu dilakukan secara komprehensif melalui peningkatan pemahaman perpajakan, pembentukan sikap yang proporsional terhadap uang, serta penguatan nilai-nilai etika dan religius dalam kehidupan bermasyarakat. 

This study aims to analyze the effect of tax understanding, love of money, and religiosity on the perception of tax evasion among individual taxpayers. This research employs a quantitative approach using primary data collected through questionnaires distributed to individual taxpayers registered at the Bandar Lampung Dua Primary Tax Office and domiciled in Rajabasa District, Bandar Lampung City. The sampling technique used was purposive sampling, resulting in 108 respondents. The research instrument was designed using a five-point Likert scale to measure tax understanding, love of money, religiosity, and tax evasion perception. The collected data were analyzed using multiple linear regression analysis with the assistance of SPSS software. Prior to hypothesis testing, the data were examined through validity and reliability tests, as well as classical assumption tests including normality, multicollinearity, and heteroskedasticity tests. The results indicate that tax understanding, love of money, and religiosity are associated with taxpayers’ perceptions of tax evasion. Simultaneously, these three variables play a role in shaping individual taxpayers’ perceptions of tax evasion practices. The findings suggest that perceptions of tax evasion are not solely influenced by knowledge of taxation regulations, but are also affected by individuals’ orientation toward money and the moral and religious values they hold. Therefore, efforts to reduce permissive perceptions of tax evasion should be carried out comprehensively through improving tax understanding, fostering a balanced attitude toward money, and strengthening ethical and religious values within society.

 

Downloads

Published

2026-02-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

Sinaga, Y. E., Rusmianto, R., & Nurmala, N. (2026). Pengaruh Pemahaman Pajak, Sikap Love of Money dan Religiusitas Terhadap Persepsi Penggelapan Pajak. Journal of Authentic Research, 5(1), 435-450. https://doi.org/10.36312/hnsq8946