Representasi Heterogenitas Agama dan Budaya dalam Narasi Cinta Lintas Iman: Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film Komang
DOI:
https://doi.org/10.36312/ks48dm90Keywords:
Nilai Budaya, Cerita Rakyat Guha Ciputri, Pelestarian Budaya.Abstract
Indonesia sebagai masyarakat majemuk memiliki keberagaman agama dan budaya yang kerap memunculkan dinamika sosial, termasuk dalam relasi cinta lintas iman. Film sebagai teks budaya tidak hanya merefleksikan realitas, tetapi juga membangun makna dan ideologi mengenai perbedaan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi heterogenitas agama dan budaya dalam narasi cinta lintas iman pada film Komang melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika pada tiga tingkat signifikasi, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Unit analisis meliputi adegan, dialog, ekspresi tokoh, kostum, serta simbol visual yang merepresentasikan perbedaan agama dan budaya. Data diperoleh melalui observasi berulang dan dokumentasi terhadap adegan-adegan yang menampilkan konflik serta negosiasi lintas iman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, perbedaan agama direpresentasikan melalui adegan ritual ibadah yang dilakukan secara terpisah, seperti sembahyang di pura dan doa di tempat ibadah berbeda, serta dialog keluarga yang menegaskan adanya “perbedaan keyakinan.” Melalui adegan ritual dan dialog yang tegang, film ini menunjukkan konflik nilai antara agama Hindu dan Islam. Pada tingkat konotasi, visualisasi ruang ibadah yang terpisah dan ekspresi ragu tokoh mengonotasikan jarak emosional serta tekanan sosial. Pada tingkat mitos, film membangun ideologi bahwa hubungan lintas iman merupakan relasi yang sarat ujian dan pengorbanan, sehingga perbedaan agama dan budaya dipresentasikan sebagai batas yang seolah-olah alamiah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film berperan sebagai arena produksi makna yang menaturalisasi ideologi tertentu tentang toleransi dan batas-batasnya. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya pembacaan kritis terhadap representasi keberagaman dalam media guna memahami konstruksi wacana multikulturalisme dalam masyarakat Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Salsabila Nurfadhila, Ninah Hasanah, Arief Loekman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Authentic Research agree to the following terms:
- For all articles published in Journal of Authentic Research, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.