Penerapan Integrated Skills Model Melalui Pembelajaran Praktik Kerja Bengkel Untuk Meningkatkan Soft  Skills  Siswa  SMK

Authors

  • Gargazi Gargazi ID Universitas Pendidikan Mandalika
  • Hulyadi Hulyadi ID Universitas Pendidikan Mandalika
  • Faizul Bayani ID Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu

DOI:

https://doi.org/10.36312/z725hc19

Keywords:

integrated skills model, soft skills, tanggung jawab, kerja sama, SMK

Abstract

Pembelajaran praktik bengkel di SMK sering lebih menekankan penguasaan kompetensi teknis, sementara penguatan soft skills belum selalu diintegrasikan secara sistematis ke dalam aktivitas kerja yang autentik. Penelitian ini bertujuan meningkatkan tanggung jawab dan kerja sama siswa SMK pada praktik pemesinan bubut melalui integrated skills model sekaligus memastikan bahwa peningkatan soft skills tidak menurunkan unjuk kerja teknis. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam enam siklus pada 30 siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan Bubut SMKN 3 Mataram tahun ajaran 2025/2026. Intervensi dilakukan melalui bimbingan teknis awal, pembagian kelompok kecil, pemberian job sheet, observasi perilaku, balikan guru, dan refleksi siswa pada setiap siklus. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi soft skills untuk menilai tanggung jawab dan kerja sama serta lembar observasi unjuk kerja untuk memantau capaian hard skills. Hasil menunjukkan peningkatan bertahap pada kedua aspek soft skills. Skor tanggung jawab meningkat dari 1,00 pada siklus I menjadi 3,77 pada siklus VI, sedangkan skor kerja sama meningkat dari 1,09 menjadi 3,80. Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran perilaku dari kategori belum terlihat menuju sudah membudaya. Unjuk kerja teknis tetap stabil dengan rerata 2,9–3,2, standar deviasi 0,2–0,5, dan skewness negatif yang menunjukkan kecenderungan capaian lebih tinggi. Dengan demikian, integrated skills model berkontribusi pada penguatan tanggung jawab dan kerja sama siswa tanpa mengurangi kualitas praktik pemesinan bubut.

Vocational workshop learning often prioritizes technical competence, whereas soft skills are not always systematically embedded in authentic work activities. This study aimed to improve vocational students’ responsibility and cooperation in lathe machining practice through the integrated skills model and to examine whether soft-skills improvement could be achieved without reducing technical performance. The study employed classroom action research conducted in six cycles involving 30 eleventh-grade students of the Lathe Machining Expertise Program at SMKN 3 Mataram in the 2025/2026 academic year. The intervention consisted of initial technical guidance, small-group organization, job-sheet-based practice, behavioral observation, teacher feedback, and student reflection in each cycle. Data were collected using a soft-skills observation sheet to assess responsibility and cooperation and a performance observation sheet to monitor students’ hard skills. The findings showed gradual improvement in both soft-skills dimensions. The responsibility score increased from 1.00 in cycle I to 3.77 in cycle VI, while the cooperation score increased from 1.09 to 3.80. These changes indicated a behavioral shift from not yet visible to habitually demonstrated. Students’ technical performance remained stable, with mean scores ranging from 2.9 to 3.2, standard deviations from 0.2 to 0.5, and negative skewness values indicating a tendency toward higher performance achievement. Therefore, the integrated skills model strengthened vocational students’ responsibility and cooperation without reducing the quality of lathe machining practice.

Downloads

Published

2026-06-07

Issue

Section

Articles

How to Cite

Gargazi, G., Hulyadi, H., & Bayani, F. . (2026). Penerapan Integrated Skills Model Melalui Pembelajaran Praktik Kerja Bengkel Untuk Meningkatkan Soft  Skills  Siswa  SMK. Journal of Authentic Research, 5(2), 3572-3584. https://doi.org/10.36312/z725hc19