Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Geoboard terhadap Pemahaman Konsep Bangun Datar Siswa Sekolah Dasar

Authors

  • Ahmad Faizul Akbar ID Universitas Mataram
  • Nurul Kemala Dewi ID Universitas Mataram
  • Radiusman ID Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/2b81sz17

Keywords:

Problem Based Learning, Geoboard, Pemahaman Konsep, Matematika

Abstract

Pemahaman konsep matematika merupakan aspek penting yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, diperlukan model pembelajaran yang tepat serta penggunaan media konkret yang mendukung proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Geoboard terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas V di SDN 6 Ampenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen dan desain penelitian One-Group Pretest--Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa kelas V SDN 6 Ampenan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pemahaman konsep matematika yang meliputi enam indikator. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Selain itu, nilai rata-rata siswa meningkat dari 10,28 pada pretest menjadi 16,63 pada posttest, yang menunjukkan peningkatan pemahaman konsep secara keseluruhan setelah perlakuan diberikan. Dengan demikian, H₀ ditolak dan H₁ diterima, yang membuktikan bahwa model Problem Based Learning berbantuan media Geoboard berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas V di SDN 6 Ampenan.

Downloads

Published

2026-05-19

Issue

Section

Articles

How to Cite

Akbar, A. F., Dewi, N. K., & Radiusman. (2026). Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Geoboard terhadap Pemahaman Konsep Bangun Datar Siswa Sekolah Dasar. Journal of Authentic Research, 5(2), 2619-2628. https://doi.org/10.36312/2b81sz17