Analisis Risiko Rantai Pasok Pada Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Authors

  • Zulfikar Manggau ID Institut Teknologi PLN
  • Syaiful Ali ID Institut Teknologi PLN

DOI:

https://doi.org/10.36312/s124j387

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan salah satu teknologi energi terbarukan yang berkembang pesat di Indonesia untuk mendukung transisi energi dan pencapaian target net zero emission. Namun, keberhasilan implementasi proyek PLTS masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek rantai pasok yang dipengaruhi oleh ketergantungan terhadap komponen impor serta ketidakpastian logistik global. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko utama dalam rantai pasok proyek PLTS, menentukan prioritas risiko menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta merumuskan strategi mitigasi yang sesuai. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan proyek, studi dokumentasi, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko keterlambatan pengiriman panel surya memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 432, diikuti oleh ketidakpastian lead time inverter dengan nilai RPN sebesar 280, serta fluktuasi harga material dengan nilai RPN sebesar 210. Risiko lainnya meliputi gangguan logistik (RPN = 160) dan ketergantungan pada supplier tunggal (RPN = 140). Berdasarkan hasil tersebut, strategi mitigasi yang direkomendasikan meliputi penerapan multi-sourcing supplier, penyediaan safety stock untuk komponen kritis, penguatan perencanaan pengadaan, serta implementasi sistem monitoring rantai pasok berbasis digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan manajemen risiko rantai pasok proyek energi terbarukan melalui pendekatan FMEA yang mampu memetakan prioritas risiko secara sistematis dan terukur.

Solar Power Plant (SPP) projects play an important role in supporting the energy transition and achieving renewable energy targets. However, the successful implementation of SPP projects is often challenged by supply chain disruptions arising from dependence on imported components and global logistics uncertainties. This study aims to identify major supply chain risks in SPP projects, determine risk priorities using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method, and propose appropriate mitigation strategies. A quantitative descriptive approach with a case study design was employed. Data were collected through field observations, in-depth interviews with project stakeholders, project documentation, and literature review. The results reveal that delays in solar panel delivery represent the highest-priority risk with a Risk Priority Number (RPN) of 432, followed by uncertainty in inverter lead times (RPN = 280) and material price fluctuations (RPN = 210). Other identified risks include logistics disruptions (RPN = 160) and dependence on a single supplier (RPN = 140). Based on these findings, the recommended mitigation strategies include multi-sourcing suppliers, maintaining safety stock for critical components, strengthening procurement planning, and implementing digital supply chain monitoring systems. This study contributes to renewable energy project risk management by providing a systematic and measurable framework for prioritizing supply chain risks using the FMEA approach.

Downloads

Published

2026-06-09

Issue

Section

Articles

How to Cite

Manggau, Z. ., & Ali, S. (2026). Analisis Risiko Rantai Pasok Pada Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Journal of Authentic Research, 5(2), 3617-3627. https://doi.org/10.36312/s124j387