Pengembangan Media Pembelajaran Board Game MIPEGA Berbasis Kearifan Lokal Suku Sasak Untuk Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV SDN 24 Mataram

Authors

  • Wahyu Febrian ID Universitas Mataram
  • Hasnawati ID Universitas Mataram
  • Ibrahim ID Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/0s5h3h26

Keywords:

Board Game, Kearifan Lokal Suku Sasak, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), Kreativitas, Media Pembelajaran

Abstract

Transformasi pendidikan abad ke-21 menekankan pentingnya kemampuan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran board game MIPEGA berbasis kearifan lokal suku Sasak pada mata pelajaran IPAS untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas IV SDN 24 Mataram yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri dari 1 guru dan 20 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kevalidan sebesar 74,66% dari ahli media (valid) dan 85% dari ahli materi (sangat valid). Tingkat kepraktisan berdasarkan respon guru mencapai 90,66% dan 97,33%, sedangkan respon siswa sebesar 95,62% dan 94,42% dengan kategori sangat praktis. Tingkat keefektifan memperoleh skor N-gain sebesar 0,68 dengan kategori sedang. Dengan demikian, media board game MIPEGA berbasis kearifan lokal suku Sasak dinyatakan valid, sangat praktis, dan cukup efektif digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas IV SDN 24 Mataram.

Downloads

Published

2026-07-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

Febrian, W., Hasnawati, & Ibrahim. (2026). Pengembangan Media Pembelajaran Board Game MIPEGA Berbasis Kearifan Lokal Suku Sasak Untuk Meningkatkan Kemampuan Kreativitas Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV SDN 24 Mataram. Journal of Authentic Research, 5(3), 4092-4104. https://doi.org/10.36312/0s5h3h26