Asset Management Maturity Assessment Dengan ISO 55001:2014 Pada Usaha Mikro Pengrajin Tahu

Authors

  • Lia Nur Octavia ID Institut Teknologi PLN
  • Victor Assani Desiawan ID Institut Teknologi PLN
  • Ade Caswito ID Institut Teknologi PLN
  • Prayudi ID Institut Teknologi PLN
  • Nadine Jocelyn Magdalena ID Institut Teknologi PLN
  • Aryani Eka Wulandari ID Institut Teknologi PLN

DOI:

https://doi.org/10.36312/jar.v5i3.5671

Keywords:

Manajemen Aset; Tingkat Kematangan; Iso 55001:2014; Usaha Mikro; Pengrajin Tahu

Abstract

Usaha mikro pengolahan pangan bergantung pada ketersediaan aset produksi, tetapi keterbatasan sumber daya sering membuat pengelolaan aset dilakukan secara informal dan reaktif. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat kematangan manajemen aset pada usaha mikro pengrajin tahu serta mengidentifikasi prioritas peningkatan berdasarkan ISO 55001:2014. Studi dilakukan pada tiga usaha mikro di Bekasi, Cikampek, dan Karawang menggunakan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi dengan instrumen Self-Assessment Methodology Plus yang memuat 39 pertanyaan dan merepresentasikan 27 sub-klausul ISO 55001:2014. Penilaian menggunakan skala kematangan 0–5 dan ditriangulasi antara bukti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan skor rata-rata pemilik sebesar 1,27 dan pekerja 1,00, sedangkan skor keseluruhan hasil perhitungan ulang sebesar 1,14 atau berada pada level Aware. Hanya satu sub-klausul mencapai level Competent, sedangkan 26 sub-klausul masih berada di bawah level 3; 19 di antaranya berada di bawah level 2. Planning memperoleh rata-rata terendah (0,33), diikuti Support (0,88), yang menunjukkan kelemahan pada penetapan sasaran, perencanaan, sumber daya, dan dokumentasi. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan perlu dilakukan secara bertahap melalui penetapan tanggung jawab, daftar aset, jadwal pemeliharaan, pencatatan gangguan, indikator sederhana, dan evaluasi berkala sebelum digitalisasi yang lebih kompleks.

Micro-scale food-processing enterprises depend on the availability of production assets, yet limited resources often cause asset management practices to remain informal and reactive. This study assesses asset management maturity in micro-scale tofu enterprises and identifies improvement priorities using ISO 55001:2014. A descriptive case-study design was applied to three micro-enterprises located in Bekasi, Cikampek, and Karawang. Data were collected through semi-structured interviews, direct observation, and documentation using the Institute of Asset Management’s Self-Assessment Methodology Plus, consisting of 39 questions representing 27 ISO 55001:2014 sub-clauses. Evidence from interviews, observations, and documents was triangulated and scored on a 0–5 maturity scale. The owner perspective achieved an average score of 1.27 and the worker perspective 1.00, while recalculation of the overall sub-clause profile produced an average of 1.14, corresponding to the Aware level. Only one sub-clause reached the Competent level, whereas 26 remained below level 3 and 19 were below level 2. Planning showed the lowest clause-level score (0.33), followed by Support (0.88), indicating weaknesses in objective setting, planning, resource allocation, information management, and documentation. The findings suggest that improvement should be staged through clearly assigned responsibilities, a basic asset register, maintenance schedules, failure records, simple performance indicators, and periodic reviews before adopting more complex digital solutions.

Downloads

Published

2026-09-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

Octavia, L. N., Desiawan, V. A. ., Caswito, A. ., Prayudi, Magdalena, N. J. ., & Wulandari, A. E. . (2026). Asset Management Maturity Assessment Dengan ISO 55001:2014 Pada Usaha Mikro Pengrajin Tahu. Journal of Authentic Research, 5(3), 6537–6550. https://doi.org/10.36312/jar.v5i3.5671