Transformasi Perilaku Sosial Gen Z Akibat Media Sosial TikTok Di Desa Setanggor, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur
DOI:
https://doi.org/10.36312/dtcrmg29Keywords:
TikTok, transformasi perilaku sosial, Gen Z , interaksionisme simbolik , media sosialAbstract
TikTok telah menjadi salah satu media sosial yang paling dominan digunakan oleh Generasi Z dan terbukti membawa perubahan signifikan terhadap perilaku sosial penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi perilaku sosial Gen Z akibat media sosial TikTok serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di Desa Setanggor, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang melibatkan 15 partisipan, terdiri atas 10 subjek Gen Z berusia 15-22 tahun dan 5 informan pendukung, yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dikembangkan dengan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi pasif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diinterpretasikan melalui teori Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead untuk memahami proses pembentukan makna di balik perilaku sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok mendorong tiga bentuk transformasi perilaku sosial. Pertama, terjadi pergeseran pola interaksi sosial yang semakin berorientasi pada komunikasi digital, di mana waktu kebersamaan fisik justru diisi dengan aktivitas individual di TikTok. Kedua, terjadi perubahan nilai dan norma sosial melalui adopsi bahasa gaul viral serta tren yang berkembang di media sosial, yang secara bertahap mulai menggeser etika komunikasi dan tata krama lokal masyarakat Sasak. Ketiga, terjadi perubahan pola konsumsi yang dipengaruhi oleh konten viral, di mana keputusan membeli tidak lagi semata-mata didasarkan pada kebutuhan melainkan juga dorongan mengikuti tren. Transformasi tersebut dipengaruhi oleh faktor internal berupa kebutuhan eksistensi diri, motivasi, dan Fear of Missing Out (FoMO), serta faktor eksternal berupa lingkungan keluarga, pengaruh teman sebaya, algoritma, dan tren di TikTok. Secara teoretis, temuan ini memperkuat relevansi teori Interaksionisme Simbolik Mead dalam menjelaskan bagaimana simbol-simbol digital dimaknai dan diinternalisasi menjadi perilaku sosial baru. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi ruang sosial digital yang berperan sebagai agen sosialisasi baru yang membentuk perilaku sosial Gen Z, bahkan di masyarakat pedesaan yang masih kental dengan nilai-nilai budaya lokal.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurmayanti Nurmayanti, Sumitro, Agung Firmansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Authentic Research agree to the following terms:
- For all articles published in Journal of Authentic Research, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.