Pentingnya Kemampuan Literasi Digital Bagi Mahasiswa Di Era Information Overload Pada Media Sosial: Analisis Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons (Skema AGIL)

Authors

  • Muhammad Aiqi Danil ID Universitas Mataram
  • Hozinatul Azzuro ID Universitas Mataram
  • Linda Ambarwati ID Universitas Mataram
  • Eca Martaningtias ID Universitas Mataram
  • Dita Aksani Octavia ID Universitas Mataram
  • Sumitro ID Universitas Mataram
  • Rakhmat Nur Adhi ID Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/jar.v5i3.5880

Keywords:

Literasi Digital, Information Overload, Media Sosial, Skema AGIL

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi telah menyebabkan mahasiswa berada dalam pusaran kelimpahan informasi (information overload) di media sosial, yang memicu disorientasi kognitif dan hambatan dalam proses belajar. Fenomena ini menjadi semakin kritis karena mahasiswa tidak hanya dihadapkan pada volume informasi yang besar, tetapi juga pada rendahnya kemampuan untuk menyaring dan memverifikasi kebenaran konten. Penelitian kualitatif dengan metode tinjauan pustaka (literature review) ini bertujuan menganalisis urgensi kemampuan literasi digital mahasiswa di era information overload pada media sosial. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan strategi literature review, dan data dikumpulkan melalui penelaahan sumber ilmiah seperti buku teks serta jurnal nasional dan internasional. Kerangka teori yang digunakan adalah skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency) dari Talcott Parsons, yang digunakan untuk menganalisis bagaimana rendahnya literasi digital menyebabkan disfungsi pada keempat fungsi sistem sosial akademik mahasiswa. Temuan riset menunjukkan bahwa information overload memicu disfungsi sistemik pada subsistem mahasiswa: kegagalan adaptasi digital (Adaptation), hambatan pencapaian tujuan akademik (Goal Attainment), keretakan integrasi sosial akibat hoaks (Integration), dan degradasi pola perilaku belajar yang mendalam (Latency). Lemahnya literasi digital menjadi penyebab utama ketidakseimbangan fungsional tersebut. Sebagai rekomendasi, institusi pendidikan tinggi perlu mengintegrasikan penguatan kompetensi literasi digital yang komprehensif guna membentuk karakter mahasiswa yang selektif, kritis, dan responsif terhadap information overload pada media sosial.

Downloads

Published

2026-09-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

Danil, M. A. ., Azzuro, H. ., Ambarwati, L. ., Martaningtias, E. ., Octavia, D. A. . ., Sumitro, & Adhi, R. N. . (2026). Pentingnya Kemampuan Literasi Digital Bagi Mahasiswa Di Era Information Overload Pada Media Sosial: Analisis Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons (Skema AGIL). Journal of Authentic Research, 5(3), 6603-6615. https://doi.org/10.36312/jar.v5i3.5880