Manajemen Risiko Bencana Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Marapi Di Nagari Sungai Pua
DOI:
https://doi.org/10.36312/jar.v5i3.6178Keywords:
Manajemen resiko bencana, Teknologi Informasi, Kesiapsiagaan bencana, Erupsi gunung marapi, Nagari sungai puaAbstract
Indonesia sebagai negara yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik menghadapi ancaman bencana geologi yang tinggi, salah satunya adalah erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat yang tergolong salah satu gunung api paling aktif. Erupsi besar pada Desember 2023 yang menewaskan 58 orang dan menyebabkan kerusakan luas menunjukkan bahwa upaya kesiapsiagaan konvensional tidak lagi memadai, sehingga diperlukan dukungan teknologi informasi (TI) untuk mempercepat penyampaian informasi peringatan dini dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko bencana melalui pemanfaatan TI dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi erupsi Gunung Marapi di Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, informan dipilih secara purposive dari BPBD Kabupaten Agam, perangkat Nagari Sungai Pua, Kelompok Siaga Bencana (KSB), dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan utama menunjukkan bahwa keempat fungsi manajemen POAC telah dijalankan secara formal oleh BPBD, namun mengalami diskoneksi pada implementasi di tingkat nagari. Akibatnya, masyarakat dan KSB lebih mengandalkan media sosial dan komunikasi swadaya sebagai instrumen kesiapsiagaan yang nyata, sementara koordinasi yang terjadi masih bersifat satu arah dari atas ke bawah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desentralisasi kewenangan dan penguatan koordinasi dua arah merupakan kunci utama dalam mewujudkan kesiapsiagaan bencana berbasis TI yang efektif di tingkat lokal. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi kebijakan bagi BPBD dan BNPB untuk melakukan sosialisasi terstruktur, pelatihan penggunaan aplikasi inaRISK, perbaikan penempatan alat Early Warning System (EWS), serta pengadaan alat deteksi khusus erupsi. Bagi pemerintah nagari dan KSB, penelitian ini memberikan implikasi praktis berupa penguatan sistem informasi swadaya yang telah berjalan dan pengusulan anggaran untuk infrastruktur komunikasi. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian manajemen risiko bencana dengan menunjukkan pentingnya memperhatikan konteks lokal dan struktur informal dalam implementasi kebijakan TI kebencanaan di tingkat nagari.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Heru Hendrian, Syamsir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Authentic Research agree to the following terms:
- For all articles published in Journal of Authentic Research, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.