Problematik Layanan Audio Visual (Bioskop Mini) Di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Payakumbuh

Authors

  • Robby Dzakwan ID Universitas Negeri Padang
  • Nurizzati Nurizzati ID Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.36312/jar.v5i3.6305

Keywords:

Bioskop Mini; Evaluasi Cipp; Layanan Audiovisual; Perpustakaan Umum; Literasi Masyarakat

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan layanan audiovisual berbentuk Bioskop Mini di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh serta mengidentifikasi problematik, faktor penyebab, dan strategi perbaikannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model evaluasi CIPP yang mencakup context, input, process, dan product. Data diperoleh melalui observasi, wawancara purposif dengan kepala dinas, pustakawan, dan pemustaka, serta dokumentasi layanan; keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa Bioskop Mini telah berfungsi sebagai inovasi literasi yang mengintegrasikan kegiatan membaca, bermain, dan menonton film edukatif melalui Program Layanan Anak Tigo Sajalan. Pada dimensi context, tujuan layanan selaras dengan transformasi perpustakaan sebagai ruang belajar dan rekreasi edukatif. Namun, dimensi input masih menghadapi ketiadaan anggaran khusus, belum adanya standar layanan audiovisual yang spesifik, keterbatasan variasi film edukatif, dan sebagian peralatan pendukung yang menua. Pada dimensi process, promosi dan penyampaian jadwal belum menjangkau masyarakat secara konsisten. Pada dimensi product, pengguna menilai layanan menarik dan berniat kembali, tetapi kontribusinya terhadap peningkatan kunjungan belum didukung pengukuran kuantitatif. Perbaikan perlu difokuskan pada penyusunan SOP, diversifikasi konten legal, peningkatan kompetensi multimedia, pembaruan fasilitas bertahap, dan promosi berbasis kemitraan.

This study evaluates the implementation of a mini-cinema audiovisual service at the Payakumbuh City Library and Archives Office and identifies its operational problems, underlying causes, and improvement strategies. A descriptive qualitative design was employed using the CIPP evaluation model, covering context, input, process, and product. Data were collected through observation, purposive interviews with the head of the institution, a librarian, and a user, as well as service documentation. Source and technique triangulation were used to strengthen data credibility, while analysis followed data reduction, display, and conclusion drawing. The findings show that the mini cinema functions as a literacy innovation integrating reading, play, and educational film viewing within the Layanan Anak Tigo Sajalan program. In the context dimension, the service aligns with the library’s transformation into a learning and educational recreation space. In the input dimension, major constraints include the absence of a dedicated budget, the lack of specific audiovisual service standards, limited educational film variety, and aging supporting equipment. In the process dimension, promotion and schedule dissemination remain inconsistent and do not yet reach the wider community effectively. In the product dimension, users perceive the service as engaging and express an intention to return, although its contribution to increased library visits has not been demonstrated quantitatively. Improvement should prioritize standard operating procedures, legally compliant content diversification, multimedia staff development, phased facility renewal, and partnership-based promotion.

Downloads

Published

2026-07-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

Dzakwan, R., & Nurizzati, N. (2026). Problematik Layanan Audio Visual (Bioskop Mini) Di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Payakumbuh. Journal of Authentic Research, 5(3), 5534–5548. https://doi.org/10.36312/jar.v5i3.6305