Pendidikan Sistem Among dalam “Tasrih Wasiat Renungan Masa” Karya Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid

Authors

  • Muhammad Halqi Universitas Hamzanwadi
  • Agus Muliadi Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Mandalika
  • Yusuf Yusuf Universitas Islam Negeri Mataram
  • Alwan Mahsul Universitas Islam Negeri Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/mj.v1i1.781

Keywords:

pendidikan sistem among, wasiat renungan masa, Maulana Shaykh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid

Abstract

Studi ini bertujuan mendeskripsikan tentang pendidikan dengan Sistem Among dalam perspektif Wasiat Renungan Masa. Studi ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka dengan sumber utama yaitu buku Wasiat Renungan Masa karya Maulana Syaikh. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan yaitu membaca, mencatat, menelaah, mengumpulkan konsep, kemudian dilakukan elaborasi. Hasil studi ini adalah Sistem Among konsepsi Ki Hadjar Dewantara mengandung nilai-nilai pendidikan yang penuh kasih sayang dan ‘mengharamkan’ kekerasan, relevan dengan perspektif wasiat renungan masa konsepsi Maulana Syaikh sebagaimana makna yang terkandung pada bait ke-14 bahwa pendidik sejati memiliki karakter arif bijaksana dan mendidik dengan kasih sayang, ikhlas, tanpa pamrih, dan tidak akan melupakan muridnya; makna bait ke-104 bahwa setiap jema’ah/santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi berhak (bebas) mengikuti pendidikan umum sesuai minat dan bakatnya; makna bait ke-3 bahwa pendidik menyadari perbedaan alamiah anak didik dan menyikapi secara bijaksana tanpa ada yang merasa tersakiti.

The Among System Education in the “Tasrih Wasiat Renungan Masa” by Maulana Shaykh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid

Abstract

This study aims to describe education with the Among System from the perspective of the Wasiat Renuangan Masa. This study is a qualitative descriptive study through a literature review, with the primary source being Maulana Shaykh's book "Wasiat Renungan Masa." The data analysis technique was carried out in stages: reading, taking notes, studying, collecting concepts, and then elaborating. The result of this study is that the Among system of Ki Hadjar Dewantara's conception contains educational values ??that are full of compassion and 'forbid' violence, relevant to the perspective of the will of reflection during Maulana Shaykh's conception as the meaning contained in the 14th stanza that true educators have (1) wise and wise characters, (2) educate with love, (3) sincerity, (4) selflessness, and (5) will not forget his students. The meaning of the 104th stanza is that every congregation/santri does not only study religious knowledge but has the right (free) to attend general education according to his interests and talents; the meaning of the third verse is that educators are aware of the natural differences of students and respond wisely without anyone feeling hurt.

References

Andi, P. (2012). Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Aritonang, L.A. & Elsap, D.S. 2018. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Karakter dan Motivasi Belajar Anak Melalui Pendidikan Non Formal (Studi Kasus di Bimbingan Belajar Aljabar). Jurnal Pendidikan Nonformal, 13 (2), 85-91. http://dx.doi.org/10.22460/ceria.v2i6.p363-369

Aziz, I., Subandi & Nafiah, R.F. (2018). Konsep Pendidikan dalam Pemikiran Ki Hajar Dewantara dan Relevansinya dengan Pendidikan di Indonesia. Jurnal Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya, 3 (1), 848-861. http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/sumbula/article/view/3497

Barahate, Y. S. (2014). Role of a Teacher in Imparting Value-Education. Journal of Humanities and Social Science (IOSR-JHSS):International Conference on Advances in Engineering & Technology-2014 (ICAET-2014), 13-15, from https://www.iosrjournals. org/iosr-jhss/papers/ICAET-2014/volume-1/4.pdf

Bashir, S., Bajwa, M., & Rana, S. (2014). Teacher As a Role Model and Its Impact on The Life of Female Students. International Journal of Research Granthaalayah, 1(1), 9-20, from https://doi.org/10.5281/zenodo.884561

Chaerulsyah, E.M. 2014. Persepsi Siswa tentang Keteladanan Pahlawan Nasional untuk Meningkatkan Semangat Kebangsaan. Indonesian Journal of History education, 3 (1), 1-5. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijhe/article/view/3875

Hafizin, K. & Ihsan, M. 2018. Nilai Pendidikan Karakter dalam Wasiat Renungan Masa TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Jurnal Al-Muta’aliyah, 1 (3), 19-55. http://ejournal.kopertais4.or.id/sasambo/index.php/mutaaliyah/article/view/2997

Halqi, M. & Muliadi, A. Generasi Muda Meneladani TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid: Persepsi Mahasiswa Nahdlatul Wathan. Jurnal Educatio, 15 (2).

Hendriana, E.C. & Jacobus, A. (2016). Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Melalui Keteladanan dan Pembiasaan. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 1 (2), 25-29.

Indrayani, N. (2019). Sistem Among Ki Hajar Dewantara Dalam Era Revolusi Industri 4.0. Seminar Nasional Sejarah ke 4 Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Padang, 4 (1), 384-400. https://doi.org/10.17605/OSF.IO/GFH54

Jamiluddin. (2017). Sistem Pendidikan Pesantren dalam Penguatan Kualifikasi Abituren MDQH Al-Majidiyah Asy-Syafi'iyah Nahdlatul Wathan Pancor. Jurnal Schemata, 6 (1), 27-46. https://doi.org/10.20414/schemata.v6i1.834

Ki Hadjar Dewantara. 2011. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa Bagaian Pertama (Pendidikan). Yogyakarta: Wasita.

Marisyah, A.B., Firman & Rusdinal. (2019). Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Tentang Pendidikan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 3 (3), 1514-1519. https://doi.org/10.31004/jptam.v3i3.395

Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru. Pancor: Yayasan Pendidikan Hanzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan.

Mujito, W.E. (2014). Konsep Belajar Menurut Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam, Jurnal Pendidikan Agama Islam, 11 (1), 65-78. https://doi.org/10.14421/jpai.2014.111-05

Muzakki. 2017. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah berbasis Kearipan Lokal Sasak dalam Peningkatan Kedisiplinan Kerja Guru. Jurnal Educatio, 12 (2), 19-30. http://dx.doi.org/10.29408/edc.v12i2.1298

Nasip, A., Mahyuni & Nuriadi. (2019). Nilai Pendidikan, Sosial, Kultural, dan Spiritual dalam Wasiat Renungan Masa Karya Tgkh. Zainuddin Abdul Madjid: Tinjauan Hermeneutika. LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 16 (2), 271-284. https://doi.org/10.30957/lingua.v16i2.607

Noviani, Y., Rajab, RM. & Hashifah, A.N. (2017). Pendidikan Humanistik Ki Hadjar Dewantara dalam Konteks Pendidikan Kontemporer di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP UNTIRTA, 1 (1), 159-168. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/psnp/article/view/159-168

Nurdiyanto, N., Resticka, G.A. & Marahayu, N.M. 2018. Penerapan Nilai-Nilai Karakter Jenderal Soedirman melalui Implementasi Pembelajaran Menulis Kreatif dan Berbicara pada Siswa SMP Negeri 2 Banyumas. Jurnal LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, 8 (1), 153-162. http://jurnal.lppm.unsoed.ac.id/ojs/index.php/Prosiding/ article/view/637

Nurchaili, 2010. Membentuk Karakter Siswa Melalui Keteladanan Guru. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 16 (3), 233-244. https://doi.org/10.24832/jpnk.v16i9.515

Prasetyo, D. & Marzuki, (2016). Pembinaan Karakter Melalui Keteladanan Guru Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Islam Al Azhar Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Karakter, 6 (2), 215-231. https://doi.org/10.21831/jpk.v6i2.12052

Prasetyo, D., Marzuki & Riyanti, D. (2020). Pentingnya Pendidikan Karakter Melalui Keteladanan Guru. Jurnal Harmony, 4 (1), 19-32, from https://journal.unnes.ac.id/sju/ index.php/harmony/article/view/31153

Rachman, F. & Hijran, M. (2019). Kajian Keteladanan dalam Memperkuat Pendidikan Indonesia. Urecol Proceeding, 5 (1), 998-1003. http://lpp.uad.ac.id/wp-content/uploads/2017/05/175-Fazli_Rachman-998-1003.pdf

Sarjono, S.S.M. (2006). Penelitian Hukum Normatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Siswoyo, D. (2011). “Ilmu Pendidikan”. Yogyakarta: UNY Press.

Subekhan, M. & Annisa, S.N. (2018). Eksistensi Keteladanan Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Ki Hajar Dewantara. Jurnal Genealogi PAI, 5 (1), 33-45. http://dx.doi.org/10.32678/geneologi%20pai.v5i1.1049

Sukri, Handayani, T. & Tinus, A. (2016). Analisis Konsep Pemikiran Ki Hajar Dewantara Dalam Perspektif Pendidikan Karakter. Jurnal Civic Hukum, 1 (1), 33-41. https://doi.org/10.22219/jch.v1i1.10460

Sukmadinata, S.N. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suparno. (2018). Analisis Faktor-Faktor Pembentuk Karakter Smart Siswa di Sekolah Islam Terpadu. Jurnal Pendidikan Karakter, 8 (1), 62-73. https://doi.org/10.21831/jpk.v8i1.21675

Tanaka, A. (2018). Sistem Among, Dalton, Dan Shanti Niketan (Kajian Komparatif Historikal Sistem Pendidikan Indonesia, Amerika, dan India serta Implikasinya bagi Kemajuan Pendidikan di Indonesia Konteks Kekinian. Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah, 1 (1), 53-73. http://journal.iaialmawar.ac.id/index.php/jtpm/article/view/83

Tauchid, M. (1972). Cita-cita dan ilmu hidup Taman Siswa. Dalam 140 Peringatan 50 tahun Taman Siswa. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa

Wangid, M.N. (2009). Sistem Among pada Masa Kini: Kajian Konsep dan Praktik Pendidikan. Jurnal Kependidikan, 39 (2), 129-140. https://doi.org/10.21831/jk.v39i2.209

Widyastono, H. (2014). Pengembangan Kurikulum di Era Otonomi Daerah dari Kurikulum 2004, 2006, ke Kurikulum 2013, Jakarta: Bumi Aksara.

Yamin, M. (2009) .”Menggugat Pendidikan Indonesia” Belajar Dari Paulo Freire dan Ki Hajar Dewantara. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Zed, M. (2008 ). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2022-05-30

How to Cite

Halqi, M., Muliadi, A., Yusuf, Y., & Mahsul, A. (2022). Pendidikan Sistem Among dalam “Tasrih Wasiat Renungan Masa” Karya Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Multi Discere Journal, 1(1), 31–40. https://doi.org/10.36312/mj.v1i1.781

Issue

Section

Article Review