Pengembangan Modul Pembelajaran Permainan Tradisional Engklek dan Bentengan Berbasis QR-Code untuk Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.36312/sj.v4i2.2731Keywords:
Modul pembelajaran, permainan tradisional, QR-code, engklek, bentenganAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis QR-Code yang mengintegrasikan permainan tradisional engklek dan bentengan bagi siswa kelas 3 sekolah dasar pada mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Modul ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan efektivitas pembelajaran siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall yang disederhanakan menjadi tujuh langkah. Data diperoleh melalui validasi ahli materi dan media, serta uji coba produk pada kelompok kecil dan besar. Hasil validasi ahli menunjukkan persentase sebesar 97,22% untuk ahli materi dan 95,83% untuk ahli media, yang menunjukkan bahwa produk ini sangat valid. Uji coba kelompok kecil memperoleh hasil 98,92%, sementara uji coba kelompok besar menunjukkan hasil 95,23%, yang menunjukkan bahwa modul ini menarik dan layak digunakan dalam pembelajaran. Produk ini memiliki potensi untuk diterapkan secara luas di sekolah dasar, dengan harapan dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan keterampilan fisik mereka melalui pendekatan yang lebih menarik dan interaktif.
Development of a QR-Code-Based Traditional Game Learning Module for Third-Grade Elementary School Students
Abstract
This study aims to develop a QR-Code-based learning module integrating traditional games Engklek and Bentengan for third grade elementary school students in physical education. The module is expected to enhance student motivation, engagement, and learning effectiveness. The research method used is Research and Development (R&D) with the Borg and Gall model, simplified into seven steps. Data was collected through expert validation of material and media, as well as small and large group trials. The material expert validation yielded 97.22% and the media expert validation yielded 95.83%, indicating that the product is highly valid. The small group trial achieved 98.92%, while the large group trial resulted in 95.23%, indicating that the module is engaging and suitable for use in education. This product has the potential to be widely implemented in elementary schools, with the expectation of enriching students' learning experiences and improving their physical skills through a more engaging and interactive approach.
References
Akbar, S. (2013). Instrumen perangkat pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Anwar, M. H. (2015). Pendidikan jasmani sekolah dasar sebagai wahana kompensasi gerak anak. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 3(1), 45–53.
Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Standar isi dan standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar, menengah SMP/MTs/SMPLB. Jakarta: Depdiknas.
Gall, M. D., Gall, J. P., & Borg, W. R. (2006). Educational research: An introduction (8th ed.). Pearson.
Gratton, C., & Jones, I. (2010). Research methods for sports studies (2nd ed.). Routledge.
Gustiawati, R. R. (2016). Implementasi model-model pembelajaran penjas dalam meningkatkan kemampuan guru memilih dan mengembangkan strategi pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. JOSSAE (Journal of Sport Science and Education), 1(1), Article 1. https://doi.org/10.26740/jossae.v1n1.p27-31
Hanief, Y. N., & Sugito, S. (2015). Membentuk gerak dasar pada siswa sekolah dasar melalui permainan tradisional. Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran, 1(1), 60–73. https://doi.org/10.29407/js_unpgri.v1i1.575
Lubis, M. R., Permadi, A. G., & Isyani, I. (2023). Modified Duo Tir as an alternative training media to improve shooting accuracy in Petanque. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 4(1), Article 1. https://doi.org/10.46843/jiecr.v4i1.443
Munawaroh, H. (2017). Pengembangan model pembelajaran dengan permainan tradisional engklek sebagai sarana stimulasi perkembangan anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), Article 2. https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i2.19
Musiandi, T., & Taroreh, B. S. (2020). Pengembangan pembelajaran atletik melalui pendekatan permainan tradisional Sumatera Selatan. Jurnal Olympia, 2(1), Article 1. https://doi.org/10.33557/jurnalolympia.v2i1.885
Ngula, M., Tapo, Y. B. O., & Wea, Y. M. (2021). Pengembangan alat belajar passing bola voli dengan modifikasi bola plastik sebagai sarana belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan tingkat sekolah menengah pertama. Jurnal Edukasi Citra Olahraga, 1(2), Article 2. https://doi.org/10.38048/jor.v1i2.394
Rifqi, F. (2021). Efektivitas permainan tradisional bentengan melalui layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan perilaku prososial siswa pada kelas VIII di SMPN 1 Banjarmasin. Jurnal Pelayanan Bimbingan dan Konseling, 4(2), Article 2. https://doi.org/10.20527/jpbk.2021.4.2.3409
Rohman, U. (2016). Tinjauan alternatif konsep model pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) di sekolah. Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unipa Surabaya, 12(22). https://doi.org/10.36456/bp.vol12.no22.a622
Sadiman, A. S., Harjito, H., Haryono, A., Sadiman, A. S., Harjito, A., & Raharjo, R. (2018). Media pendidikan: Pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya (18th ed.). Depok: PT Rajagrafindo Persada.
Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Suharjana, F. (2011). Pengembangan pembelajaran senam melalui bermain di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 8(1), Article 1. https://doi.org/10.21831/jpji.v8i1.3479
Suhendrik, R. B. (2011). Pengembangan model pembelajaran permainan tradisional bentengan pada siswa kelas tinggi di SD Negeri Sidakangen Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga Tahun Ajaran 2010/2011 [Other, Universitas Negeri Semarang]. https://doi.org/10/2011
Susanto, B. H. (2022). Traditional game learning models to develop student creativity. Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-An, 9(2), Article 2. https://doi.org/10.31316/esjurnal.v9i2.3113
Susanto, E. (2013). Pembelajaran pendidikan jasmani berbasis karakter untuk meningkatkan nilai-nilai afektif di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 4(3), Article 3. https://doi.org/10.21831/jpk.v0i3.2751
Taber, K. S. (2018). The use of Cronbach’s alpha when developing and reporting research instruments in science education. Research in Science Education, 48(6), 1273–1296. https://doi.org/10.1007/s11165-016-9602-2
Usup, U., Amperawati, L., Harti, U., Umilia, U., Yunaini, Y., & Ahdania, D. M. (2022). Peningkatan kemampuan gerak dasar melalui permainan tradisional engklek, lompat tali dan gobak sodor untuk anak usia 5-6 tahun di RA. Raudhatul Ummah Kota Bekasi. Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(12), 1102–1111. https://doi.org/10.59141/japendi.v3i12.1158
Widodo, P., Widiyono, I. P., & Iriawan, Y. F. (2019). Development model of traditional game (Gonteng) as physical education learning in character building for upper class elementary school students. Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series, 1(2), Article 2. https://doi.org/10.20961/shes.v1i2.26764
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Nurul Qomariyah, Peni Nohantiya, Rizky Sota Dyaksa, Indra Gunawan Pratama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sportify Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Sportify Journal, copyright is retained by the authors. Authors permit the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agree to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journal.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.