Pendampingan Pengolahan Produk Kreatif Resin Berbahan Anggrek sebagai Kerajinan Tangan Masyarakat Desa Dadaprejo, Kota Batu
DOI:
https://doi.org/10.36312/4km80049Keywords:
Kerajinan tangan, Resin, Anggrek, Desa Wisata DadaprejoAbstract
Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa terhadap kehidupan sosial bermasyarakat utamanya di sektor ekonomi. Industri Ekonomi kreatif memiliki peran yang sangat besar dalam roda perekonomian, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk mendukung ekonomi kreatif warga. Desa wisata anggrek Dadaprejo terkenal dengan tumbuhan anggreknya, umumnya bunga anggrek akan gugur dan menjadi limbah dalam beberapa minggu. Hal ini menjadi peluang agar bunga anggrek tetap dapat memiliki nilai ekonomis dengan dijadikan kerjainan tangan berupa resin anggrek. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih warga agar dapat memanfaatkan bunga anggrek sebelum menjadi limbah untuk dimanfaatkan menjadi produk kerajinan tangan yang dapat membantu perekonomian warga. Target dari kegiatan ini adalah pertama masyarakat di sekitar wisata anggrek dapat memanfaatkan sumber daya yang ada untuk dijadikan produk kerajinan kreatif untuk meningkatkan ekonomi serta dengan adanya kerajinan tangan tersebut dapat semakin mendukung wisata desa anggrek. Hasil kegiatan ini terdapat kelompok masyarakat yang berhasil menjadikan resin anggrek ini sebagai usaha yang berkelanjutan dengan penjualan di bulan pertama mencapai dua kali lipat modal awal. Selain itu pemahaman masyarakat tentang industry kreatif serta pengetahuan tentang pengolahan resin sebagai kerajinan tangan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman.
Assistance in Processing Creative Orchid Resin Products as Handicrafts for the Dadaprejo Village Community, Batu City
The Covid-19 pandemic has had a tremendous impact on social life, especially in the economic sector. The creative economy industry has a very large role in the economy; therefore, efforts are needed to support the citizens' creative economy. The Dadaprejo Orchid Tourism Village is famous for its orchid plants, mostly orchids fall and become waste within a few weeks. This is an opportunity so that orchids can still have economic value by being made into hands in the form of orchid resin. This activity aims to train residents to be able to use orchids before they become waste to be used as handicraft products that can help the local economy. The target of this activity is first that the community around orchid tourism can take advantage of existing resources to be used as creative craft products to improve the economy and with these handicrafts they can support orchid village tourism. As a result of this activity, there were community groups who succeeded in making this orchid resin a sustainable business with sales in the first month reaching double the initial capital. In addition, the public's understanding of the creative industry as well as about resin processing as a handicraft shows an increase in understanding.
Downloads
References
Abdiana, R. and Anggraini, D. I. (2017) ‘Anggrek (Zea mays L.) sebagai Alternatif Tabir Surya Corn Silk (Zea mays L.) as an Alternative to Sunscreen’, Jurnal Majority, 7(November), pp. 31–35.
Akbar, C. I., Arini, F. A. and Fauziyah, A. (2019) ‘Teh Anggrek dengan 6 Penambahan Daun Stevia sebagai Alternatif Minuman Fungsional Bagi Penderita Diabetes Melitus Tipe 2’, Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 8(2), pp. 67–73. doi: 10.17728/jatp.3122.
Badan pusat statistic. 2018. badan pusat statistic kota Batu. URL: https://batukota.bps.go.id/statictable/2018/12/11/10/jumlah-penduduk-kotabatu-bulan-desember-2015-hasil-regristrasi.html. Diakses 2 Agustus 2021.
Badan pusat statistic. 2018. badan pusat statistic kota Batu. URL: https://batukota.bps.go.id/statictable/2019/11/28/536/luas-panen-tanaman-sayuran-menurut-kecamatan-dan-jenis-tanaman-di-kota-batu-ha-2017-dan-2018.html. 2 Agustus 2021.
Bone, p. l. k. d. K (2009). dinamika usahatani anggrek hibrida dan permasalahannya.
Dumairy, 2002, Perekonomian Indonesia, Jakarta: Erlangga.
Elrod, S. L. (2007). Schaum's Genetika. Erlangga.
Fitri, S. 2016. manfaat anggrek yang terungkap. URL: https://m.liputan6.com/health/read/2679554/9-manfaat-kesehatan-rambutanggrek-yang-tak-terungkap. Diakses tanggal 2 Agustus 2021.
Hambers, R. (1985). Rural development: putting the last first. London; New York: Longman.
Hamdan, M. 2005. Teori Utama Sosiologi. URL: http://fis.unj.ac.id/labs/sosiologi/teori-utama-sosiologi/. Diakses 14 november 2020.
Ife, J. 2008. Community Development. Terjemahan. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Krisdayanti, D., Yuliatin, Y., & Mustiah, M. (2020). Implementasi peraturan presiden nomor 99 tahun 2017 tentang gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga terhadap kehidupan berkoperasi di desa teluk rendah pasar kecamatan tebo ilir (doctoral dissertation, uin sulthan thaha saifuddin jambi).
Prasiddha, I. J., Laeliocattleya, R. A., Estiasih, T., & Maligan, J. M. (2015). Potensi Senyawa Bioaktif Anggrek (Zea mays L.) Untuk Tabir Surya Alami: Kajian Pustaka [In Press Januari 2016]. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 4(1).
Pratiwi, K. I., Sos, S., & Albizzia, O. Implementasi program usaha peningkatan pendapatan keluarga-pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (up2k-pkk) untuk meningkatkan ekonomi keluarga. undang-undang republik indonesia nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta lingkup hak cipta 1. hak cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku., 87.
Situs Pelajaran sekolah. 2017. 17 pengertian PKK tujuan dan sasarannya. URL: https://www.weschool.id/pengertian-pkk-tujuan-dan-sasarannya-lengkap/. Diakses 7 oktober 2021.
Sumodiningrat, G. (1999). Pemberdayaan Masyarakat dan Jaring Pengaman Sosial. Jakarta: Gramedia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mohammad Mirza Nuryady, Tutut Indria Permana, Kiky Martha Ariesaka, Diani Fatmawati, Levina Levina, Imelda Juliana, Fairus Athar Janufian, Kiky Martha Ariesaka

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.