Penyuluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Nanjung Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
DOI:
https://doi.org/10.36312/sasambo.v7i4.3682Keywords:
ISPA, TOGA, penyuluhan, kesehatan masyarakat, pengabdianAbstract
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang penting, terutama pada anak-anak. Kurangnya pemahaman tentang pencegahan ISPA serta rendahnya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) turut berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian ISPA. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai ISPA, mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengoptimalkan pemanfaatan TOGA melalui edukasi dan praktik penanaman langsung. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan praktik budidaya TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pencegahan ISPA dari 93,5% menjadi 95,7% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta terbentuknya kelompok masyarakat yang berkomitmen memelihara kebun TOGA di lingkungan rumah. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan berbasis masyarakat dalam memberdayakan keluarga untuk mencegah ISPA dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat.
Improving Community Health through ARI Education and TOGA Cultivation in Nanjung Village, Margaasih District, Bandung Regency
Acute Respiratory Tract Infection (ARI) remains a major public health issue, particularly among children. Limited understanding of ARI prevention and the low utilization of family medicinal plants (TOGA) contribute to its high prevalence. This community service program aimed to enhance public knowledge of ARI, promote clean and healthy living behaviors, and optimize the use of TOGA through health education and practical planting sessions. The implementation involved interactive lectures, discussions, and hands-on TOGA cultivation. The results indicated an improvement in participants’ understanding of ARI prevention from 93.5% to 95.7% based on pre- and post-tests, and the establishment of community groups committed to maintaining TOGA gardens. These outcomes highlight the practical significance of community-based health education in empowering households to prevent ARI and sustain healthier living environments.
Downloads
References
Agustina, L., Permatasari, D. W., Jannah, E. F. M., & Nurcahyani, M. J. (2023). Penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai salah satu usaha pemberdayaan siswa dalam menumbuhkan kepedulian kesehatan keluarga: The implementation of family medicinal plant (TOGA) cultivation to promote students’ engagement in promoting family health awareness.
Aprianto, A., Lestari, F. I., Mistika, H. P., Hartini, K., & Harpepen, A. (2025). Hidroponik sebagai alternatif media tanam untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat dalam tinjauan ekonomi Islam. Jurnal Kemitraan Masyarakat, 2(2), 43–52. https://doi.org/10.62383/jkm.v2i2.1447
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung. (2023). Kecamatan Margaasih dalam angka 2023. BPS Kabupaten Bandung. https://bandungkab.bps.go.id/
Cordero, C. S., Meve, U., & Alejandro, G. J. D. (2022). Ethnobotanical documentation of medicinal plants used by the Indigenous Panay Bukidnon in Lambunao, Iloilo, Philippines. Frontiers in Pharmacology, 12. https://doi.org/10.3389/fphar.2021.790567
Fitri Amja Yani, & Susilawati. (2023). Kearifan lokal dalam pemberdayaan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk meningkatkan kesehatan masyarakat: Studi literatur. Jurnal Medika Nusantara, 1(2), 169–179. https://doi.org/10.59680/medika.v1i2.302
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2023.
Kusariana, N., Hardiyanti, T. O., & Wurjanto, M. A. (2021). Factors associated with preventive practices of type 2 diabetes mellitus. Jurnal Promkes, 9(2), 151–158. https://doi.org/10.20473/jpk.v9.i2.2021.151-158
Mohtar, M. (2024). ASEAN herbal and medicinal plants (Vol. 3).
Novi Aulia, H. S. (2023). Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui edukasi dalam pencegahan ISPA di Desa Cinta Rakyat Kecamatan Percut Sei Tuan. Shihatuna: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat.
Panyadee, P., Balslev, H., Wangpakapattanawong, P., & Inta, A. (2019). Medicinal plants in homegardens of four ethnic groups in Thailand. Journal of Ethnopharmacology, 239. https://doi.org/10.1016/j.jep.2019.111927
Patala, R., Sarwadana, I. M., Palumpun, T. O., Wulandari, A., & Tinggi Ilmu Farmasi Pelita Mas Palu, S. (2023). Penguatan peran masyarakat menuju kemandirian kesehatan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dalam pengendalian penyakit kolesterol. Ta’awun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. https://doi.org/10.37850/ta
Putri, E. R. I., Lindayanti, T. E., & Afdilah, I. N. (2024). Efektivitas penyuluhan sebagai strategi pencegahan stunting di Kelurahan Nyamplungan Surabaya. Beujroh: Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat, 2(1), 128–141. https://doi.org/10.61579/beujroh.v2i1.68
Rahmi, I. R., Septiani, R. P., & Rasyid, K. (2024). Home environmental factors with the incidence of ISPA in toddlers in Indonesia: A literature review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 7(12), 2877–2885. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i12.6339
Sitanggang, H. D., & Kalsum, U. (2024). Distribusi faktor risiko penderita ISPA pada balita yang berobat ke puskesmas di Kota Jambi. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 4(10), 4240–4253. https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i10.15084
Wafiyah, L., Sajati, F. A., Ramadhan, T. Z., & Rusdianto, R. (2025). Budidaya hidroponik berbasis ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas ibu rumah tangga di Desa Darsono, Kabupaten Jember. Abdi Wiralodra: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2). https://doi.org/10.31943/abdi.v7i2.348
Yuniar, M., Soeli, Y. M., Hunawa, R., Rahim, N. K., Yusuf, A. R., & Djunaid, R. (n.d.). Peningkatan kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dalam pencegahan dan pengendalian diare. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu (Abdi Ke Ungu). http://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Abdi
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ika Kurnia Sukmawati, Patonag Patonag, R Herni Kusriani, Aris Suhardiman, Mamay Maulana Sobandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.