Bimbingan Massage Perineum Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Mencegah Laserasi Perineum Saat Bersalin di Desa Medahan Blahbatuh Gianyar Bali
DOI:
https://doi.org/10.36312/3t90wp96Keywords:
massage perineum, ibu hamil, laserasi perineum, Pengabdian masyarakat, kesehatan ibuAbstract
Laserasi perineum merupakan salah satu komplikasi persalinan yang dapat meningkatkan risiko perdarahan dan infeksi pada ibu. Upaya pencegahan melalui massage perineum menjadi salah satu pendekatan non-farmakologis yang efektif untuk meningkatkan elastisitas jaringan perineum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam melakukan massage perineum sebagai upaya mencegah laserasi saat persalinan di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Metode yang digunakan meliputi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui ceramah, diskusi kelompok kecil, serta simulasi praktik menggunakan phantom. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Sebanyak 30 ibu hamil terlibat dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu hamil, dengan nilai mean dari 10,67 menjadi 20,00, serta keterampilan dari 7,63 menjadi 15,00 setelah intervensi. Seluruh indikator statistik, termasuk median, minimum, dan maksimum, juga mengalami peningkatan optimal. Kesimpulannya, bimbingan massage perineum efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil serta berpotensi mencegah laserasi perineum saat persalinan. Program ini diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam kesehatan ibu dan anak.
Perineal Massage Guidance for Pregnant Women as an Effort to Prevent Perineal Laceration During Childbirth in Medahan Village, Blahbatuh, Gianyar, Bali
Perineal laceration is one of the common complications during childbirth that can increase the risk of bleeding and infection in mothers. Preventive efforts through perineal massage represent a non-pharmacological approach that can improve perineal tissue elasticity. This community service activity aimed to enhance the knowledge and skills of pregnant women in performing perineal massage as an effort to prevent perineal laceration during childbirth in Medahan Village, Blahbatuh District, Gianyar Regency, Bali. The method employed included Communication, Information, and Education (CIE) through lectures, small group discussions, and practical simulations using a phantom model. Evaluation was conducted using a pretest–posttest design to measure improvements in participants’ knowledge and skills. A total of 30 pregnant women participated in this activity. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with the mean score increasing from 10.67 to 20.00, and skills from 7.63 to 15.00 after the intervention. All statistical indicators, including median, minimum, and maximum scores, also showed optimal improvement. In conclusion, perineal massage guidance is effective in improving the knowledge and skills of pregnant women and has the potential to prevent perineal laceration during childbirth. This program is expected to be implemented sustainably as part of promotive and preventive efforts in maternal and child health.
Downloads
References
Astuti, A., & Winarti, E. (2024). Robekan perineum sering terjadi saat melahirkan, terutama pada persalinan pertama, tetapi bisa juga pada persalinan berikutnya. Sebagian besar robekan bersifat ringan, namun ada yang parah hingga menyebabkan banyak perdarahan. Risiko ini lebih tinggi jika. Jurnal Penelitian Inovatif, 4(2), 431–438.
Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Gianyar 2022. Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, 221.
Dona, S., Afriyanti, S., & Rahmawati, D. (2024). Identifikasi Penyembuhan Luka Perineum Menggunakan Skala Reeda Pada Ibu Yang Diberikan Teh Kalakai. Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 14(2), 310–319. https://doi.org/10.33859/dksm.v15i1.936
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia 2015 (Vol. 1227, Issue July). https://doi.org/10.1002/qj
Ma`rifah Umi, & Aisyah, S. (2017). Efektifitas Pijat Perineum Dalam Mencegah Terjadinya Laserasi Perineum dan Episiotomi Pada Persalinan Normal Di BPM Sri Wahyuni Surabaya. Midwiferia, Universitas Muhammadiyah Surabaya, 03(01), 01–11.
Mediani, H. S., Nurhidayah, I., & Lukman, M. (2020). Pemberdayaan Kader Kesehatan tentang Pencegahan Stunting pada Balita. Media Karya Kesehatan, 3(1), 82–90. https://doi.org/10.24198/mkk.v3i1.26415
Meo, M. L. N. (2020). Antepartum Perineal Massages is Effective to Prevent Intrapartum Perineal Rupture. Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology, 8(4), 258–261. https://doi.org/10.32771/inajog.v8i4.1156
Mustikawati, A. K., & Ulfa, R. F. (2020). Pengaruh Penyuluhan Tekhnik Pijat Perineum Terhadap Praktik Pijat Perineum Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Kelas Hamil. Jurnal Bidan Pintar, 1(2), 96–105. https://doi.org/10.30737/jubitar.v1i2.1289
Nikmah, K., Amalia, R., & Erisnawati, A. (2022). Effectiveness Of Perineum Massage In Primigravida Pregnant Women On Perineum Rupture In Materials. Journal of Health Sciences, 15(01), 9–14. https://doi.org/10.33086/jhs.v15i01.2637
Nurhayati, D., Lail, N. H., & Aulya, Y. (2023). Analisis Faktor Faktor Kejadian Ruptur Perineum pada Ibu Bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak Provinsi Bant. Malahayati Nursing Journal, 5(6), 1876–1892. https://doi.org/10.33024/mnj.v5i6.9651
Okeahialam, N. A., Sultan, A. H., & Thakar, R. (2024a). Pencegahan trauma perineum saat melahirkan pervaginam. 9378(22), 1–46.
Okeahialam, N. A., Sultan, A. H., & Thakar, R. (2024b). The prevention of perineal trauma during vaginal birth. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 230(3), S991–S1004. https://doi.org/10.1016/j.ajog.2022.06.021
Putri Yustika Rani, A. A., & Prihandhani, I. S. (2017). Pengaruh Masase Perineum pada Derajat Laserasi Perineum Terhadap Primigravida di Puskesmas II Denpasar Barat. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 1(1), 78–86. https://doi.org/10.36474/caring.v1i1.20
Ramadhani, I. P., & Amran, A. (2022). Pengaruh Pijat Perineum Pada Ibu Hamil Primipara Trimester Iii Terhadap Derajat Ruptur Perineum Di Pmb Rika Hardi, S.St. Human Care Journal, 7(2), 318. https://doi.org/10.32883/hcj.v7i2.1672
Sari, I. D., Listiarini, U. D., & Ayunda APP, S. (2022). Faktor yang Mempengaruhi Lamanya Penyembuhan Perineum Pada ibu Nifas. Gentle Birth, 5(2), 1–9.
Sriasih, N. G. K., Ariyani, N. W., Mauliku, J., Budiani, N. N., & Mallongi, A. (2018). Frangipani aromatherapy oil in the massage of labor first stage reduced events perineum ruptur spontan at the labor. Indian Journal of Public Health Research & Development, 9(8), 1477. https://doi.org/10.5958/0976-5506.2018.00941.5
Suliswati, S., Sari, Y. N. E., & Suhartin, S. (2023). Pengaruh Pijat Perineum terhadap Kejadian Robekan Perineum pada Saat Proses Persalinan. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(3), 1291–1298. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i3.1789
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ni Gusti Kompiang Sriasih, Made Widhi Gunapria Darmapatni, Ni Komang Erny Astiti, Ni Nyoman Suindri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.