Sexual Awareness for Education Through Puzzle Media as an Effort to Prevent Free Sex at SMK Yadika 2 Cijagra Paseh
DOI:
https://doi.org/10.36312/ggexwg18Keywords:
adolescents, free sex, reproductive health, educational puzzle, educationAbstract
Permasalahan rendahnya pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi dan risiko seks bebas masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Bandung. Data BPS 2024 menunjukkan 5,78% perempuan usia 20–24 tahun di Jawa Barat menikah atau hidup bersama sebelum usia 18 tahun, dengan peningkatan kasus signifikan di wilayah Kabupaten Bandung. Laporan DP2KBP3A juga mencatat kenaikan kasus pernikahan dini dari 1.962 kasus (2021) menjadi 1.998 kasus (2023). Penelitian pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja mengenai bahaya seks bebas melalui program Sexual Awareness for Education berbasis media puzzle edukatif sebagai metode belajar interaktif. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Media puzzle dikembangkan untuk menjelaskan konsep seks bebas, risiko kesehatan, dampak sosial, serta strategi pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi kelompok, pemaparan materi, simulasi permainan puzzle, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terkait risiko seks bebas serta meningkatnya kemampuan siswa dalam mengidentifikasi langkah pencegahan perilaku seksual berisiko. Selain itu, media puzzle terbukti menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Program ini memberikan model edukasi kreatif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah sebagai upaya pencegahan permasalahan kesehatan reproduksi remaja.
Sexual Awareness for Education Through Puzzle Media as an Effort to Prevent Free Sex at SMK Yadika 2 Cijagra Paseh
The issue of low adolescent knowledge regarding reproductive health and the risks of free sex remains a serious challenge in Bandung Regency. Data from BPS 2024 indicate that 5.78% of women aged 20–24 in West Java were married or cohabiting before the age of 18, with a significant increase recorded in Bandung Regency. Reports from DP2KBP3A also show a rise in early marriage cases from 1,962 cases in 2021 to 1,998 cases in 2023. This community service study aims to improve adolescents’ awareness of the dangers of free sex through the “Sexual Awareness for Education” program utilizing educational puzzle media as an interactive learning method. The method applied was a participatory educational approach consisting of preparation, implementation, evaluation, and follow-up stages. The puzzle media was developed to explain the concept of free sex, health risks, social impacts, and preventive strategies. Activities included group discussions, material presentations, puzzle simulations, and evaluation using pre- and post-tests. The results showed an increase in students’ understanding of the risks associated with free sex and an improvement in their ability to identify preventive measures against risky sexual behavior. Moreover, the puzzle media succeeded in creating a more active and engaging learning atmosphere. This program offers a creative educational model that can be implemented sustainably by schools as an effort to prevent adolescent reproductive health problems
Downloads
References
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Pernikahan Usia Anak Provinsi Jawa Barat 2024. BPS Jawa Barat.
BKKBN. (2024). poran Nasional Remaja dan Kesehatan Reproduksi.
DP2KBP3A Kabupaten Bandung. (2023). Laporan Tahunan Pencegahan Pernikahan Dini Kabupaten Bandung 2021–2023. Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung.
Hidayat. (2020). Pengembangan media puzzle untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan, 21(2), 112–119.
Ningsih. (2023). Literasi Seksual Remaja dan Peran Media Edukasi Visual. Jurnal Psikologi Remaja, 11(2), 112–124.
Nugroho. (2022). Efektivitas Puzzle Edukatif sebagai Media Pembelajaran Kesehatan pada Remaja. Jurnal Media Pendidikan, 9(2), 145–153.
Putri. (2021). Pendekatan partisipatif dalam edukasi kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(2), 145–154.
Putri. (2023). Media pembelajaran interaktif untuk edukasi kesehatan remaja: Studi pengembangan puzzle edukatif. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(1), 45–54.
Rahmatullah. (2020). Pengaruh Media Visual terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Remaja. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi, 12(2), 85–93.
Rakhmawati. (2022). Media visual edukatif dan peningkatan memori konsep kesehatan reproduksi pada remaja. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 8(1), 33–41.
Rosenstock. (2020). Social Learning Theory and the Health Belief Model. Health Education Quarterly, 15(2), 175–183.
Siswanto. (2021). Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual remaja. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(3), 101–110.
Suryani. (2023). Media Game Edukatif dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Pencegahan Risiko Seksual pada Remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 14(3), 244–256.
Wahyuni. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku seksual pranikah pada remaja di Indonesia. Sasambo Journal of Health Research, 4(3), 134–142.
Wulandari. (2023). Efektivitas game-based learning pada edukasi kesehatan seksual remaja. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(3), 201–210.
Yuniartika. (2021). Edukasi Kontekstual pada Remaja: Dampaknya terhadap Pengetahuan dan Sikap Terkait Seks Bebas. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 13(2), 119–128.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ecih Winengsih, Ratna Dian Kurniawati, Richa Noprianty, Madinatul Munawaroh, Agung Sutriyawan, Rizma Raisa Marton, Nazwa Nisrina Rahmah, Yolla Charlina, Susi Susanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.