Sosialisasi Membangun Self-Boundaries pada Siswa Sekolah Dasar Negeri

Authors

  • Mukminah Mukminah Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat
  • Hirlan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

DOI:

https://doi.org/10.36312/km5bmf61

Keywords:

Batasan Diri, Pengendalian Diri, Kesadaran Diri, Perilaku Sosial Positif, Siswa Sekolah Dasar Negeri

Abstract

Pendidikan seksual yang minim pada tingkat sekolah dasar meningkatkan kerentanan anak terhadap pelecehan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi batasan diri (self-boundaries) kepada siswa SDN 1 Sengkerang guna meminimalisir risiko perlakuan negatif. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif berbasis teori psikoseksual Sigmund Freud, yang difokuskan pada fase laten (usia 6–12 tahun) di mana energi psikis anak dialihkan pada pengembangan sosial dan moral. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan konkret pada pemahaman siswa; mereka kini mampu mengidentifikasi empat area tubuh pribadi yang bersifat rahasia serta secara tegas membedakan antara sentuhan aman dan sentuhan tidak aman. Dampak langsung terlihat saat siswa mampu mempraktikkan respons protektif, seperti berteriak "tidak" dan segera melapor saat simulasi situasi mencurigakan dilakukan. Pendekatan ini terbukti efektif karena selaras dengan tahap perkembangan psikologis siswa yang mengutamakan penguatan norma sosial. Sebagai rekomendasi, pihak sekolah perlu mengintegrasikan materi batasan diri ini ke dalam kurikulum bimbingan konseling secara berkala dan memperkuat kolaborasi dengan orang tua untuk memastikan lingkungan perlindungan anak yang berkelanjutan.

Socialization of Building Self-Boundaries in Public Elementary School Students

 Minimal sexual education at the primary school level increases children's vulnerability to abuse. This service activity aims to provide self-boundaries education to SDN 1 Sengkerang students to minimize the risk of negative treatment. The method used is interactive socialization based on Sigmund Freud's psychosexual theory, which focuses on the latent phase (age 6–12 years) in which the child's psychic energy is diverted to social and moral development. The results of the activity show concrete changes in student understanding; They are now able to identify four confidential areas of the private body and clearly distinguish between safe touch and unsafe touch. The immediate impact is seen when students are able to practice protective responses, such as shouting "no" and immediately reporting when simulating a suspicious situation is carried out. This approach has proven to be effective because it is in line with the stages of students' psychological development that prioritizes strengthening social norms. As a recommendation, schools need to integrate this self-restraint material into the counseling guidance curriculum on a regular basis and strengthen collaboration with parents to ensure a sustainable child protection environment.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bertens, K. (2016). Psikoanalisis Sigmund Freud. Jakarta: Gramedia. (1984). Memperkenalkan Psikoanalisa: Lima Ceramah. Jakarta: Gramedia.

Dewi, S. A. C., Sasmito, L. F., Putri, R., & Nugroho, A. (2025). Edukasi Anak Di Usia Dini Tentang Seks Educations (Physical Touch Yang Aman Bagi Anak Usia Dini Batasan Masalah). EDUCREATIVA: Jurnal Seputar Isu Dan Inovasi Pendidikan, 1(02). https://journal.mahsyaeducreativa.com/index.php/educreativa/article/view/76

Freud, Sigmund. (1953). Three Essaison Sexuality. London: Hogart Press. dalam

Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Pomeroy, Wardell, B. (1973). Boy and Sex.

Justicia, R. (2016). Program Underwear Rules untuk Mencegah Kekerasan Seksual Pada Anak Usia Dini, Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2),217-232

KPAI. (2022). Catatan Pelanggaran Hak Anak Tahun 2021 Dan Proyeksi Pengawasan Penyelenggaraan Perlindungan Anak Tahun 2022. kpai.go.id. https://www.kpai.go.id/publikasi/catatan-pelanggaran- hak anak-tahun-2021-dan-proyeksi-pengawasan-penyelenggaraan-perlindungan-anak-tahun-2022#

Downloads

Published

2026-02-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

Mukminah, M., & Hirlan, H. (2026). Sosialisasi Membangun Self-Boundaries pada Siswa Sekolah Dasar Negeri. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 8(1), 11-23. https://doi.org/10.36312/km5bmf61