Pemberdayaan Pengrajin Topi Lontar melalui Inovasi Produk dan Pemasaran Digital di Desa Santong Lombok Timur
DOI:
https://doi.org/10.36312/bqtwc704Keywords:
topi lontar, kerajinan lokal, pemberdayaan masyarakat, inovasi produk, pemasaran digitalAbstract
Perajinan topi lontar merupakan salah satu potensi budaya lokal masyarakat Desa Santong, Kecamatan Terara, Lombok Timur, yang memiliki nilai identitas sekaligus peluang ekonomi kreatif. Namun, keberlanjutan kerajinan ini masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan inovasi desain, kualitas produk yang belum seragam, dan rendahnya pemanfaatan media digital untuk pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengrajin dalam mengembangkan kerajinan topi lontar agar lebih bernilai ekonomi dan tetap berakar pada budaya lokal. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan 15 peserta dari kelompok pengrajin dan masyarakat usia produktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan praktik langsung melalui tahapan identifikasi awal, sosialisasi, pelatihan teknis, praktik pengembangan produk, pengenalan pemasaran digital, serta evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan lembar evaluasi sederhana, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai nilai budaya, nilai ekonomi, inovasi desain, kualitas produk, dan pemasaran digital. Keterampilan peserta juga meningkat dalam pemilihan bahan, teknik anyaman, pembentukan pola, finishing, serta pengembangan variasi desain. Respon peserta terhadap kegiatan tergolong positif, ditandai dengan partisipasi aktif, keterbukaan terhadap inovasi, dan minat untuk melanjutkan pengembangan usaha kerajinan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan desain, pengemasan, kelembagaan, dan promosi digital secara berkelanjutan oleh mitra.
Empowering Lontar Hat Artisans through Product Innovation and Digital Marketing in Santong Village, East Lombok
Lontar hat craftsmanship is one of the local cultural potentials of Santong Village, Terara District, East Lombok, which holds both cultural identity value and creative economic potential. However, the sustainability of this craft still faces several challenges, particularly limited design innovation, inconsistent product quality, and the low use of digital media for marketing. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of artisans in developing lontar hat products so that they have higher economic value while remaining rooted in local culture. The activity was carried out over two days and involved 15 participants consisting of artisans and productive-age community members. The implementation method used participatory, educational, and hands-on practice approaches through several stages, namely initial identification, program socialization, technical training, product development practice, introduction to digital marketing, and evaluation. Data were collected through observation, interviews, documentation, and simple evaluation sheets, then analyzed using a descriptive qualitative approach. The results showed an increase in participants’ understanding of cultural value, economic value, design innovation, product quality, and digital marketing. Participants’ skills also improved in material selection, weaving techniques, pattern formation, finishing, and product design variation. Participants’ responses to the activity were positive, as reflected in their active participation, openness to innovation, and interest in continuing craft business development. This program is recommended to be continued through sustained mentoring in design, packaging, institutional strengthening, and digital promotion.
Downloads
References
Cahyono, B. (2023). Pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan UMKM berbasis lokal. Jurnal Ekonomi Digital Indonesia, 5(2), 112–120.
Firdaus, M., Hidayat, A., & Lestari, D. (2023). Strategi pengembangan kerajinan tradisional dalam menghadapi modernisasi. Jurnal Ekonomi Kreatif, 7(1), 45–56.
Harahap, R., Siregar, T., & Nasution, F. (2023). Ekonomi kreatif sebagai strategi peningkatan daya saing produk lokal. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 6(1), 78–89.
Hidayat, A., Putra, R., & Kurniawan, D. (2023). Digital marketing sebagai strategi peningkatan penjualan UMKM. Jurnal Teknologi dan Bisnis, 8(2), 134–145.
Latifah, N., Sari, M., & Wibowo, A. (2024). Model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 9(1), 21–33.
Nugroho, S., Prasetyo, B., & Rahman, A. (2022). Partisipasi masyarakat dalam pembangunan berbasis komunitas. Jurnal Sosial dan Humaniora, 10(2), 98–110.
Pratama, Y., & Widodo, E. (2023). Pelatihan berbasis praktik dalam peningkatan keterampilan masyarakat. Jurnal Pendidikan Nonformal, 5(1), 56–67.
Putri, A., Lestari, R., & Handoko, T. (2023). Peran generasi muda dalam pelestarian budaya lokal. Jurnal Sosiologi Indonesia, 11(2), 150–162.
Rahmawati, D., Kurniawan, A., & Sari, P. (2022). Inovasi produk sebagai strategi peningkatan daya saing UMKM. Jurnal Manajemen Usaha, 4(2), 87–99.
Sari, D., & Handayani, L. (2022). Nilai tambah dalam ekonomi kreatif berbasis kerajinan. Jurnal Ekonomi Kreatif, 6(1), 23–34.
Setiawan, R. (2022). Pelestarian budaya lokal di era globalisasi. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 3(2), 65–75.
Suharmi, S., Wijaya, H., & Rahman, F. (2024). Kerajinan tradisional sebagai warisan budaya berbasis kearifan lokal. Jurnal Antropologi Indonesia, 12(1), 1–12.
Utami, R., & Yuliyanti, E. (2024). Perubahan sosial dan pergeseran nilai generasi muda. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 9(1), 40–52.
Wibowo, A., Santoso, B., & Hadi, S. (2021). Modal sosial dalam pengembangan usaha berbasis komunitas. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 88–99.
Yuliana, S., Dewi, R., & Prakoso, A. (2023). Peran kebijakan pemerintah dalam pengembangan UMKM. Jurnal Kebijakan Publik, 8(1), 101–113.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sami’un Sami’un, Adi Irawan, Ahmad Fatoni Karim Amirullah, I Ketut Kusuma Wijaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.