Pencegahan Anemia dan Stunting pada Remaja Melalui Optimalisasi Gizi Serta Edukasi Reproduksi Sehat di SMA Negeri 4 Kupang

Authors

  • Eka Citra Gayatri Kerihi ID Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

DOI:

https://doi.org/10.36312/q15fsh69

Keywords:

Anemia, Gizi Lokal, Kesehatan Reproduksi, Remaja, Stunting

Abstract

Masalah stunting di Nusa Tenggara Timur masih menjadi tantangan kesehatan yang kompleks, di mana salah satu akar permasalahannya adalah tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di Kota Kupang yang berisiko pada kualitas kesehatan reproduksi di masa depan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja di SMA Negeri 4 Kupang melalui optimalisasi gizi berbasis pangan lokal dan edukasi reproduksi sehat sebagai langkah preventif stunting sejak dini. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah edukasi partisipatif dengan pendekatan “Edutainment-NutriPro” yang mencakup ceramah interaktif, demonstrasi pemilihan pangan lokal kaya zat besi (kelor dan ikan), serta pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb) pada 40 responden. Temuan saintifik menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan siswa, dari rata-rata pre-test sebesar 58,25 menjadi 84,50 pada saat post-test (p < 0,05). Selain itu, terdeteksi perubahan perilaku positif berupa komitmen konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin dan peningkatan pemahaman mengenai kaitan antara higienitas reproduksi dengan kesiapan kehamilan di masa depan. Simpulan dari pengabdian ini menegaskan bahwa intervensi gizi terintegrasi pada usia remaja di lingkungan sekolah merupakan strategi efektif dan berkelanjutan untuk memutus rantai stunting sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

 Prevention of Anemia and Stunting in Adolescents Through Nutritional Optimization and Healthy Reproductive Education at SMA Negeri 4 Kupang

The problem of stunting in East Nusa Tenggara remains a complex health challenge, with one of the root causes being the high prevalence of anemia among adolescent girls in Kupang City, which poses a risk to their future reproductive health. This Community Service (PKM) activity aims to improve adolescent health literacy at SMA Negeri 4 Kupang through optimizing local food-based nutrition and healthy reproductive education as an early preventive measure for stunting. The implementation method used was participatory education with the "Edutainment-NutriPro" approach, which included interactive lectures, economizing on local iron-rich foods (moringa and fish), and hemoglobin (Hb) level checks on 40 respondents. Scientific findings showed a significant increase in students' knowledge scores, from an average pre-test of 58.25 to 84.50 at the post-test (p < 0.05). In addition, positive behavioral changes were detected in the form of a commitment to regularly consume Supplement Tablets (TTD) and an increased understanding of the link between reproductive hygiene and future pregnancy readiness. The conclusion of this community service program confirms that integrated nutrition interventions for adolescents in school settings are an effective and sustainable strategy for breaking the chain of stunting, in line with the targets of the Sustainable Development Goals (SDGs).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bappenas. (2021). Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

BKKBN. (2022). Profil Keluarga Indonesia: Fokus pada Remaja dan Kesiapan Berkeluarga. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Handayani, S., Wijayanti, R., & Utami, P. (2022). Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku: Edutainment dalam Promosi Kesehatan Sekolah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 8(2), 145–158.

Kemenkes RI. (2023). Laporan Pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

Kemenkes RI. (2023). Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi Remaja Putri. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Nguyen, P. H., Nguyen, H., Gonzalez-Casanova, I., & Martorell, R. (2021). Multisectoral Interventions to Accelerate Progress in Reducing Stunting in Vietnam. The Lancet Child & Adolescent Health, 5(1), 45–56.

Nurfadhila, R., Santoso, B., & Fitriani, A. (2022). Efektivitas Media Audiovisual terhadap Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia dan Stunting. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(1), 22–34.

Pusat Data dan Informasi Kemenkes. (2021). Analisis Data Kesehatan Remaja dan Risiko Malnutrisi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Smith, J. K., Anyango, S., & Okello, M. (2020). Peer Education for Reproductive Health: A Longitudinal Study in East Africa. International Journal of Adolescent Medicine and Health, 32(4), 20190123.

Syarifuddin, A., Rahmawati, D., & Aminah, S. (2021). Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Kesiapan Menikah pada Remaja di Wilayah Urban. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 12(2), 110–122.

WHO. (2021). Prevention of Iron Deficiency Anemia in Adolescents: Technical Policy Brief. Geneva: World Health Organization.

WHO. (2021). Global Nutrition Report: The state of global nutrition. Geneva: World Health Organization.

Wulandari, S. & Prasetyo, T. (2023). Pemanfaatan Pangan Lokal Moringa Oleifera dalam Intervensi Gizi Spesifik di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia, 12(3), 201–215.

Zulfitri, R., Erwina, I., & Indrawati, L. (2024). Peran Kader Remaja dalam Keberlanjutan Program Suplementasi Zat Besi di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi, 7(1), 88–102.

Downloads

Published

2026-05-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

Kerihi, E. C. G. (2026). Pencegahan Anemia dan Stunting pada Remaja Melalui Optimalisasi Gizi Serta Edukasi Reproduksi Sehat di SMA Negeri 4 Kupang. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 8(2), 273-286. https://doi.org/10.36312/q15fsh69