Pembuatan Pupuk Kompos Limbah Peternakan dan Perkebunan Bagi Masyarakat Desa Baturinggit Selelos Kabupaten Lombok Utara
DOI:
https://doi.org/10.36312/sasambo.v4i1.590Keywords:
Pupuk Kompos, Kotoran sapi, Limbah Perkebunan , Kesuburan TanahAbstract
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkam limbah peternakan dan perkebunan masyarakat menjadi kompos. Keunggulan dari kompos ini adalah ramah lingkungan, dapat menambah pendapatan peternak dan dapat meningkatkan kesuburan tanah serta memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan. Peserta kegitan pelatihan ini adalah masyarakat desa Baturinggit Selelos Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara sebanyak 21 orang. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah Model Participatory Rapid Appraisal (PRA) dengan tahapan, (1) Persiapan, (2) Pelaksanaan dan (3) Evaluasi. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini dengan memberikan paket teknologi pembuatan pupuk organik padat dengan bahan dasar kotoran sapi dan limbah perkebunan masyarakat. Kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan pupuk organik padat telah dilaksanakan di Masyarakat Desa Baturinggit Selelos Kabupaten Lombok Utara. Pehaman dan keterampilan mitra dalam memanfaatkan limbah kotoran ternak dan limbah perkebunan untuk dijadikan kompos meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pretest dan posttest yang mengalami peningkatan mencapai 41.1 %. Kegitan pendampingan masih perlu dialkuakn pendampinagn secara kontinu agar masyarakat mitra dapat mandiri dalam mengelola dan mengolah limbah sekiar untuk dijadikan pupuk organik.
Manufacture of Livestock and Plantation Waste Compost Fertilizer for the Village Community of Baturinggit Selelos, North Lombok Regency
The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the community in utilizing livestock and community plantation waste into compost. The advantages of this compost are that it is environmentally friendly, can increase the income of farmers, and can increase soil fertility and repair physical damage to the soil due to excessive use of inorganic fertilizers. The participants of this training activity were the villagers of Baturinggit Selelos, Gangga District, North Lombok Regency, as many as 21 people. The method of implementing this service is the Participatory Rapid Appraisal (PRA) model with stages, (1) Preparation, (2) Implementation, and (3) Evaluation. The implementation of this community service program is by providing a technology package for making solid organic fertilizer with the basic ingredients of cow dung and community plantation waste. Extension activities and practices for making solid organic fertilizers have been carried out in the Baturinggit Selelos Village Community, North Lombok Regency. The understanding and skills of partners in utilizing livestock manure and plantation waste to be used as compost have increased. This is indicated by the results of the pretest and posttest which increased to 41.1%. Mentoring activities still need to be carried out continuously so that partner communities can be independent in managing and processing surrounding waste to be used as organic fertilizer.
Downloads
References
Huda, S., & Wikanta, W. (2017). Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik Sebagai Upaya Mendukung Usaha Peternakan Sapi Potong di Kelompok TaniTernak Mandiri Jaya Desa Moropelang Kec. Babat Kab. Lamongan. 26-35.
Hunaepi, H., Dharawibawa, I. D., Asy’ari, M., Samsuri, T., & Mirawati, B. (2018). Pengolahan Limbah Baglog Jamur Tiram Menjadi Pupuk Organik Komersil. Jurnal SOLMA, 7(2), 277. https://doi.org/10.29405/solma.v7i2.1392
Hunaepi, H., Samsuri, T., Asy’ari, M., Muhali, M., Fitriani, H., Mirawati, B., & Sumarsono, D. (2021). Pemberdayaan Perangkat Rukun Tetangga Lingkar Permai Melalui Pengolahan Sampah Organik Dengan Komposter Untuk Mewujudkan Ntb Zero Waste. GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 168–183. https://doi.org/10.31571/gervasi.v5i2.2040
Hunaepi, Samsuri, T., & Iwan, D. D. (2014). Pemanfaatan Limbah Media Jamur Sebagai Pupuk Organik (IbM Kelompok Tani). Jurnal Ilmiah IKIP Mataram, 1(2
Nenobesi, D., Mella, W., & Soedtedjo, P. (2017). Pemanfaatn Limnah Padat Kompos Kotoran Ternak Dalam Meningkatkan Daya Dukung Lingkungan dan Biomassa Tanaman Kacang Hijau. 43-55.
Nugraha, P. & Amini, N. (2018). Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan. 193-197.
Mashur, M., Agustin, A. L. D., Ningtyas, N. S. I., Multazam, A., & Ningsih, M. (2020). Gelar Teknologi Pengolahan Kotoran Sapi dan Limbah Rumah Tangga Menjadi Eksmecat untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 2(3), 86. https://doi.org/10.36312/sasambo.v2i3.279
Mashur, M., Oktaviana, D., Ilyas, M. A., Hunaepi, H., & Setiawan, S. (2021). Diseminasi Teknologi Pembuatan Haylage Plus untuk Mengatasi Kesulitan Pakan Sapi Potong pada Musim Kemarau. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 22–30. https://doi.org/10.36312/linov.v6i1.486
Prihandini, P.W., & Purwanto. T. (2017). Petunjuk Teknis Pembuatan Kompos Berbahan Kotoran Sapi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Departemen pertanian.
Subekti, K. (2015). Pembuatan Kompos Dari Kotoran Sapi (komposting). Fakultas Teknologi Pertanian. UGM. Yogyakarta.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Iwan Doddy Dharmawibawa, I Wayan Karmana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.