Penguatan Layanan Bimbingan dan Konseling melalui Pendampingan Administratif bagi Guru Non-BK di SMP Satu Atap 1 Jatinagara
DOI:
https://doi.org/10.36312/sasambo.v8i3.6713Keywords:
administrasi, guru non-BK, layanan bimbingan dan konseling, penguatan kompetensiAbstract
Keterbatasan kompetensi guru yang menjalankan fungsi Bimbingan dan Konseling (BK) tanpa latar belakang pendidikan BK dapat memengaruhi kualitas perencanaan, administrasi, dan pelaksanaan layanan di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat layanan BK melalui pendampingan administratif bagi guru non-BK di SMP Satu Atap 1 Jatinagara. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif yang melibatkan guru yang menjalankan fungsi BK, kepala sekolah, dan peserta didik. Kegiatan dilaksanakan melalui enam tahap, yaitu identifikasi kondisi awal, pemetaan kebutuhan, perencanaan pendampingan, pelaksanaan pendampingan, penyusunan output, serta refleksi dan tindak lanjut. Data awal diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa kebutuhan peserta didik mencakup bidang pribadi, sosial, belajar, dan perencanaan masa depan, sementara penyelenggaraan layanan BK masih didominasi layanan responsif dan belum didukung administrasi yang tersusun secara sistematis. Pendampingan dilakukan melalui diskusi kolaboratif, penguatan pemahaman mengenai layanan dasar, layanan responsif, perencanaan individual, dan dukungan sistem, serta praktik penyusunan perangkat administrasi. Kegiatan menghasilkan Rencana Pelaksanaan Layanan, format laporan konseling individual dan kelompok, catatan perkembangan peserta didik, serta kerangka perencanaan program BK. Hasil tersebut menunjukkan terbentuknya fondasi awal untuk penyelenggaraan layanan BK yang lebih terencana dan terdokumentasi. Namun, keberlanjutan program tetap memerlukan implementasi perangkat, pendampingan kompetensi secara berkelanjutan, dukungan manajemen sekolah, kolaborasi lintas fungsi, serta evaluasi berkala berbasis kebutuhan peserta didik.
Strengthening Guidance and Counseling Services through Administrative Mentoring for Non-Guidance-and-Counseling Teachers at SMP Satu Atap 1 Jatinagara
Limited competence among teachers who perform Guidance and Counseling (GC) functions without a formal educational background in guidance and counseling may affect the quality of service planning, administration, and implementation in schools. This community service program aimed to strengthen guidance and counseling services through administrative mentoring for non-GC teachers at SMP Satu Atap 1 Jatinagara. The program employed a participatory mentoring approach involving the teacher responsible for GC functions, the school principal, and students. The activities were implemented through six stages: initial condition identification, needs mapping, mentoring planning, mentoring implementation, output development, and reflection and follow-up. Initial data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The findings showed that students’ needs covered personal, social, learning, and future planning domains, while the existing GC services were still predominantly responsive and were not yet supported by systematically organized administrative procedures. The mentoring activities were conducted through collaborative discussions, reinforcement of understanding regarding basic services, responsive services, individual planning, and system support, as well as practical assistance in developing administrative tools. The program produced service implementation plans, individual and group counseling report formats, student development records, and a framework for GC program planning. These outcomes indicate the establishment of an initial foundation for more systematic, planned, and well-documented guidance and counseling services. However, program sustainability requires further implementation of the developed tools, continuous competency development, stronger school management support, cross-functional collaboration, and periodic evaluation based on students’ needs.
Downloads
References
Abdilah, A. M., Ristanti, R. N., Mufida, R. Z., Kulsum, S., & Farida, N. A. (2023). Kinerja bimbingan dan konseling di Madrasah Tsanawiyah. Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam, 103–113. https://doi.org/10.61220/ri.v1i2.0241
Afdal, A. (2015). Kolaboratif: Kerangka kerja konselor masa depan. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 3(2), 1–7. https://doi.org/10.29210/12400
Amalianingsih, R., & Herdi, H. (2021). Studi literatur: Faktor pendukung dan penghambat dalam penyelenggaraan program bimbingan dan konseling di sekolah menengah kejuruan. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 5(1), 50. https://doi.org/10.30598/jbkt.v5i1.1071
Ardimen, A. (2018). Visi baru konselor sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah dan madrasah. Jurnal Konseling Indonesia, 4(1), 22–29. https://doi.org/10.21067/jki.v4i1.2733
Ardiyan, L., Milfayetty, S., Purba, S., & Lubis, M. J. (2022). Pengembangan model manajemen pelatihan peningkatan kompetensi profesional guru BK terintegrasi akun Belajar.Id. Jurnal Syntax Admiration, 3(6), 833–844. https://doi.org/10.46799/jsa.v3i6.446
Asni, A., Dasalinda, D., & Chairunnisa, D. (2023). Penerapan fungsi manajemen POAC (planning, organizing, actuating, and controlling) dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(1), 357–364. https://doi.org/10.51169/ideguru.v9i1.840
Barida, M., & Muarifah, A. (2019). Perbedaan kinerja guru bimbingan dan konseling dalam menyelenggarakan konseling individual ditinjau dari latar belakang pendidikan dan pengalaman bekerja. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 4(1), 22. https://doi.org/10.17977/um001v4i12019p022
Bidayah, A., Syukur, Y., & Ahmad, R. (2023). Kendala pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah serta solusinya. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(4), 120–125. https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i4.17249
Fadhlullah, Z., Ahmad, R., & Syukur, Y. (2023). Peran pengawas dalam peningkatan pelayanan bimbingan konseling di madrasah. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(4), 126–137. https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i4.17019
Fawri, A., & Neviyarni, N. (2021). Konsep manajemen bimbingan dan konseling. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(1), 196–202. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i1.266
Fitri, N., Maftuhah, S., Hapni, E., & Dasril, D. (2023). Tantangan dan peluang dalam manajemen layanan bimbingan dan konseling di era digital. Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(4), 635–644. https://doi.org/10.31604/ristekdik.2023.v8i4.635-644
Hamdi, M., & Pitriyani, P. (2024). Pendampingan administrasi bimbingan konseling dalam mendukung layanan bimbingan konseling di SMPN 7 Muaro Jambi. Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Multikultural, 2(1), 11–16. https://doi.org/10.57152/batik.v2i1.1069
Hidayat, R. (2021). Implementasi model integrasi bimbingan dan konseling dalam pendidikan dan penerapannya di sekolah dan madrasah. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 9(1), 56. https://doi.org/10.29210/145500
Junaidi, J., Neviyarni, N., Mudjiran, M., & Nirwana, H. (2022). Pelaksanaan bimbingan dan konseling dari perspektif tindakan sosial. Naradidik: Journal of Education and Pedagogy, 1(3), 167–173. https://doi.org/10.24036/nara.v1i3.38
Margaretha, D., Erlinda, M., & Doni, Y. D. (2021). Kinerja guru bimbingan konseling di Kota Kupang menurut persepsi kepala sekolah. Sebatik, 25(2), 449–459. https://doi.org/10.46984/sebatik.v25i2.1651
Muadzimah, Z. (2022). Analisis kinerja guru bimbingan konseling SMA/SMK di Surakarta. Dharmas Education Journal (DE_Journal), 3(1), 103–111. https://doi.org/10.56667/dejournal.v3i1.657
Nugroho, D. A., Khasanah, D. N., Pangestuti, I. A. I., & Kholili, M. I. (2021). Problematika pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMA: A systematic literature review (SLR). Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5(1), 87–96. https://doi.org/10.26539/teraputik.51647
Pranowo, T. A., & Febrianto, A. (2023). Group counseling training with a REBT approach for guidance and counseling teachers at the MTs in Magelang Regency. Community Empowerment, 8(5), 707–715. https://doi.org/10.31603/ce.7770
Rahmawati, I., Rinawati, Ihsan, M., Lestari, H., & Supriatna, N. (2023). Pelaksanaan manajemen bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Tenjolaya. Sahid Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sahid Bogor, 2(2), 23–35. https://doi.org/10.56406/jsm.v2i02.325
Randi, N. S. P. O. (2022). Probelamatika kepala sekolah dalam supervisi konseling. Alacrity: Journal of Education, 61–70. https://doi.org/10.52121/alacrity.v2i1.70
Randi, P. O. (2024). Analisis fungsi kepala sekolah dalam supervisi konseling. Invention: Journal Research and Education Studies, 38–48. https://doi.org/10.51178/invention.v5i1.1772
Rokimin, R., & Pangestu, E. Z. (2023). Strategi kepala sekolah dalam peningkatan kompetensi guru bimbingan dan konseling: Studi kasus di MTs. Nurul Huda Pondok Betung Tangerang Selatan Banten. Edumanajerial, 1(1), 32–41. https://doi.org/10.15408/em.v1i1.32277
Sari, P. A. K. (2021). Pelayanan profesional guru bimbingan konseling dalam meminimalisir kesalahpahaman tentang bimbingan konseling di sekolah. Journal of Education and Teaching Learning (JETL), 3(1), 36–49. https://doi.org/10.51178/jetl.v3i1.117
Siregar, S. K., Lubis, S. A., & Syukri, M. (2023). Evaluasi program bimbingan konseling di SMK Penerbangan PBD Medan. Research and Development Journal of Education, 9(2), 977. https://doi.org/10.30998/rdje.v9i2.19515
Wibowo, M. E. (2017). Profesi konselor dalam Kurikulum 2013 dan permasalahannya. Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 1(2). https://doi.org/10.30598/jbkt.v1i2.143
Yondris, Y., Ardimen, A., & Dasril, D. (2022). Konsep dan aplikasi layanan dukungan sistem sebagai komponen program konseling komprehensif: A literature review. Biblio Couns: Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan, 5(2). https://doi.org/10.30596/bibliocouns.v5i2.10928
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sazkia Nuril Pathmi, Opik Jamaludin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.