Penguatan Kader PKK sebagai Fasilitator Pengenalan Jamu kepada Anak di Desa Asrikaton
DOI:
https://doi.org/10.36312/sasambo.v8i4.6748Keywords:
pemberdayaan kader PKK, jamu, edukasi anak, transfer pengetahuan , pelestarian budayaAbstract
Jamu merupakan warisan pengetahuan dan budaya Indonesia, tetapi pengenalannya kepada anak kian berkurang akibat perubahan gaya hidup. Kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, masih terbatas pengetahuan dan keterampilannya dalam mengolah tanaman herbal menjadi jamu, serta belum berperan sebagai pendamping belajar anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas kader agar dapat membuat jamu secara higienis dan mengenalkannya kepada anak. Pendekatan partisipatif diterapkan dalam empat tahap: persiapan; pelaksanaan berupa edukasi, demonstrasi, dan praktik pembuatan Jamu Nusa Raga (jahe, kunyit, serai, ketumbar, kayu manis, asam jawa, jeruk nipis, dan gula batu) disertai pembekalan kader sebagai fasilitator bagi anak; evaluasi melalui pretest-posttest, observasi praktik, dan lembar evaluasi anak; serta pelaporan. Peserta terdiri atas 25 kader PKK dan 40 anak. Rata-rata skor pengetahuan kader bertambah dari 52,4 menjadi 86,7 (selisih 34,3 poin); 22 dari 25 kader (88%) mampu mempraktikkan pembuatan jamu sesuai prosedur higienis dengan pendampingan tim sehingga dihasilkan 27 botol Jamu Nusa Raga; dan 21 dari 25 kader (84%) mampu menyampaikan materi kepada anak melalui permainan edukatif dan pengamatan langsung bahan herbal. Dari sasaran total 40 anak, terdapat 20 anak (50%) yang mampu menyebutkan minimal tiga jenis tanaman herbal beserta manfaat kesehatannya setelah mengikuti program edukasi. Hasil ini bersifat deskriptif dan keberlanjutan praktik kader setelah kegiatan belum dipantau. Kegiatan ini mendukung SDG 3 dan SDG 4 serta pelestarian jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang ditetapkan UNESCO pada tahun 2023.
Strengthening PKK Cadres as Facilitators in Introducing Jamu to Children in Asrikaton Village
Jamu is an Indonesian herbal heritage whose introduction to children has been declining because of lifestyle changes. Cadres of the Family Welfare Movement (PKK) in Asrikaton Village, Pakis Sub-district, Malang Regency, had limited knowledge and skills in processing herbal plants into jamu and had not yet acted as facilitators of children’s learning. This community service activity aimed to strengthen the cadres’ capacity to prepare jamu hygienically and to introduce it to children. A participatory approach was applied in four stages: preparation; implementation, consisting of education, demonstration, and practice of making Jamu Nusa Raga (ginger, turmeric, lemongrass, coriander, cinnamon, tamarind, lime, and rock sugar) followed by coaching the cadres as facilitators for children; evaluation through a pre-test and post-test, practice observation, and a children’s assessment sheet; and reporting. The participants were 25 cadres and 40 children. The cadres’ mean knowledge score rose from 52.4 to 86.7 (a gain of 34.3 points); 22 of 25 cadres (88%) carried out the hygienic procedure with the team’s guidance, producing 27 bottles of Jamu Nusa Raga; and 21 of 25 cadres (84%) were able to deliver the material to children through educational games and direct observation of herbs. Out of a total target of 40 children, 20 children (50%) were able to name at least three herbal plants along with their respective health benefits after participating in the educational program. These findings are descriptive, and the continuity of the cadres’ practice after the activity has not been monitored. The activity supports SDG 3 and SDG 4 and the preservation of jamu, recognized by UNESCO in 2023 as an Intangible Cultural Heritage.
Downloads
References
Artha, I. K. A. J., Yulianingsih, W., Riyanto, Y., Yusuf, A., & Cahyani, A. D. (2023). Budidaya tanaman toga dan pelatihan pembuatan olahan minuman kunyit asam dalam mencegah Covid-19. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(3), 366–378.
Botahala, L., Manimoy, H., & Dony, P. M. T. (2025). Pemanfaatan jamu KU-HE-SE sebagai penunjang kesehatan masyarakat di Desa Manatang, ABAD Selatan, Kabupaten Alor. Jurnal Pustaka Mitra, 5(6), 365–369.
Budiapsari, P. I., & Winianti, N. W. (2022). Pemberdayaan ibu Persatuan Istri Tentara (Persit) dalam penanaman dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 745–751.
Ermawati, N., Efrilia, E., Yuniarsih, S. M., Ramadhan, G. P., Parama, M. R. P., & Hasnah, A. (2025). Jamu goes to school: Pengenalan jamu sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia pada anak sejak dini di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kauman Wiradesa. Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora, 5(4), 200–207.
Hapsari, W. S., Meinitasari, E., Firdaus, R. A., Pangestika, A. W., & Azis, A. Z. (2022). Edukasi pemanfaatan tanaman obat keluarga dalam usaha peningkatan derajat kesehatan di Dusun Nabin Kulon Magelang. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 13(1), 110–114.
Mardiana, N., & Subaidah, W. A. (2022). Sosialisasi penanaman dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). INDRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 31–34.
Marlin, M., Pujiwati, H., & Inoriah, E. (2024). Pelatihan pembuatan minuman herbal berbasis tanaman Curcuma di Desa Pancamukti Kabupaten Bengkulu Tengah. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 5(2), 274–286.
Misrita, M., Jaya, H. P., Ludang, Y., Qalyubi, I., & Noriman, N. (2024). Pemanfaatan tanaman obat keluarga dalam meningkatkan imun keluarga ibu-ibu PKK. Pengabdian Kampus: Jurnal Informasi Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat, 10(2), 141–146.
Rofi’i, R. A., Husna, A., & Primasari, A. (2026). Tinjauan literatur: Komponen bioaktif dan manfaat kesehatan kunyit yang berpotensi sebagai bahan pangan fungsional. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi, 11(1), 17–31.
Suyono, S., Aunullah, I., & Sa’diyah, H. (2026). Implementasi model pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi partisipatif dalam penguatan kapasitas sosial dan ekonomi lokal. Penamas: Journal of Community Service, 6(1), 121–130. https://doi.org/10.53088/penamas.v6i1.2827
Wijaya, M. D., Indraningrat, A. A. G., & Idawati, I. A. A. (2023). Edukasi pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dan pelatihan pasar modal pada Sekaa Teruna Widya Bhakti Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan. Warmadewa Minesterium Medical Journal, 2(2), 86–90.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Maghfiroh, Eka Shofa Wardana, Lailaitul Hasanah, Mar Atullatipah, Marifah, Maya Angelita Asmaradani, Moh. Halim, Nika Wulandari, Nila Ika Nurwahyuni, Ulil Albab, Widya Apriliyana Wijiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.