Edukasi Penggunaan dan Penyimpanan Obat Tetes Mata bagi Pasien Rawat Jalan di RSUD dr. Harjono S. Ponorogo
DOI:
https://doi.org/10.36312/sasambo.v8i4.6811Keywords:
edukasi kesehatan, obat tetes mata, penyimpanan obat, pengetahuan pasien, pengabdian kepada masyarakatAbstract
Penggunaan dan penyimpanan obat tetes mata memerlukan pemahaman yang tepat mengenai teknik pemberian, pencegahan kontaminasi, dan batas waktu penggunaan setelah kemasan dibuka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien rawat jalan dan keluarga pasien mengenai penggunaan dan penyimpanan obat tetes mata. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Juli 2026 di ruang tunggu Apotek Rawat Jalan RSUD dr. Harjono S. Ponorogo dengan melibatkan 20 peserta. Pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi interaktif, pembagian leaflet, demonstrasi menggunakan alat peraga, serta tanya jawab. Pengetahuan peserta dievaluasi sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner berisi 10 pertanyaan pilihan ganda. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan rata-rata skor pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 46,5% menjadi 88%, atau sebesar 41,5 poin persentase. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi penggunaan dan penyimpanan obat tetes mata. Pemanfaatan ruang tunggu apotek sebagai tempat edukasi dapat menjadi pendekatan praktis untuk mendukung pelayanan informasi obat kepada pasien dan keluarga pasien.
Education on Eye Drop Use and Storage for Outpatients at RSUD dr. Harjono S. Ponorogo
The use and storage of eye drops require adequate knowledge of administration techniques, contamination prevention, and the period of use after opening. This community service activity aimed to improve outpatients’ and family members’ knowledge of eye drop use and storage. The activity was conducted on July 2, 2026, in the outpatient pharmacy waiting area of RSUD dr. Harjono S. Ponorogo and involved 20 participants. Activities included interactive education, leaflet distribution, demonstrations using teaching aids, and a question-and-answer session. Participants’ knowledge was assessed before and after the educational session using a questionnaire containing 10 multiple-choice questions. Data were analyzed descriptively by comparing mean pre-test and post-test scores. The results showed that the mean score increased from 46.5% to 88%, representing an increase of 41.5 percentage points. These findings indicate improved participant knowledge following education on eye drop use and storage. Using pharmacy waiting areas for educational activities may provide a practical approach to supporting medication information services for patients and their families.
Downloads
References
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Aswad, A., Wati, S. A., & Rahmawati, R. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Tetes Mata pada Pasien Glaukoma. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 11(2), 115–124.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). (2021). Petunjuk Praktis Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas yang Benar dan Aman. Jakarta: BPOM RI.
Fitriani, A., Arifianto, N., & Yuniar, C. R. (2023). Efektivitas Edukasi Promosi Kesehatan terhadap Perilaku DAGUSIBU Obat Tetes Mata pada Pasien Rawat Jalan. Jurnal Pengabdian Farmasi Indonesia, 4(1), 32–40.
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). (2020). Pedoman Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT): DAGUSIBU. Jakarta: Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2020). Farmakope Indonesia Edisi VI. Jakarta: Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI[cite: 1].
Kholid, A. (2018). Promosi Kesehatan dengan Pendekatan Teori Perilaku, Media, dan Aplikasinya. Jakarta: Rajawali Pers.
Laila, N., Arifianto, N., & Yuniar, C. R. (2020). Edukasi Penggunaan Obat Steril Tetes Mata di Masyarakat. Jurnal Pengabdian Farmasi Indonesia, 2(1), 15–22[cite: 1].
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Pratiwi, D. A., Kusuma, A. M., & Hidayat, R. (2021). Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat terhadap Penyimpanan Obat Sediaan Steril Mata di Rumah Tangga. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi, 3(1), 45–52.
Pusat Informasi Obat Nasional (PIONAS). (2016). Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI)[cite: 1].
Rosita, S., & Sari, D. P. (2021). Evaluasi Tingkat Pengetahuan Pasien Terhadap Penyimpanan Sediaan Tetes Mata Steril. Jurnal Kesehatan dan Farmasi, 4(2), 101–108[cite: 1].
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Widayati, A., Supardi, S., & Caelina, C. (2022). Self-Medication Practices and Beyond Use Date Knowledge on Ophthalmic Preparations Among Outpatients. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 11(3), 202–210.
World Health Organization (WHO). (2019). The Selection and Use of Essential Medicines: Report of the WHO Expert Committee. Geneva: World Health Organization.
Yuliastuti, F., Permatasari, D., & Rahayu, S. (2021). Efektivitas Edukasi Pemakaian Obat Tetes Mata Menggunakan Media Leaflet dan Peragaan terhadap Tingkat Pemahaman Pasien Rawat Jalan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kesehatan, 5(2), 78–86.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nasruhan Arifianto, Cinthya Ratna Yuniar, Anik Gusriyanti, Enfi Ambar Wati, Ivo Nila Chrisna, Lilis Ika Fitriana, Sazkia Dian Rizkyana, Iffah Qurratu Aini, Luvia Hardiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.