Sustainability Kelompok Bisnis Kerajinan Kapuk Di Desa Dalaka Melalui Strategi Patronage

Authors

  • Jamaluddin Jamaluddin Universitas Tadulako
  • Nina Yusnita Yamin Universitas Tadulako
  • Jurana Nurdin Universitas Tadulako
  • Supriadi Laupe Universitas Tadulako
  • Abdul Pattawe Universitas Tadulako
  • Nurhayati Haris Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.36312/sasambo.v4i4.946

Keywords:

Keberlanjutan bisnis, Strategi Patronage, Marketplace pemasaran

Abstract

Pengabdian  ini bertujuan untuk membangkitkan dan mengembangkan bisnis kerajinan kapuk melalui strategi patronage sebagaiupaya memperkuat kemampuan pemasaran para mitra. Startegi ini sangat dibutuhkan para mitra sebagai upaya pemulihan demi keberlanjutan bisnis yang harus dilakukan para mitra di masa pandemi Covid-19. Pelaksanaan program pengabdian ini akan dilaksanakan selama 1 bulan. Program ini akan dilakukan oleh 6 (enam) orang dosen dengan kolaborasi kepakaran pada 4 bidang. Bidang tersebut di antaranya bidang akuntansi manajemen, akuntansi keuangan, manajemen pemasaran dan  sistem informasi serta 1 mahasiswa di bidang manajemen pemasaran dan akuntansi. Transfer iptek ke mitra dilakukan melalui penyuluhan dalam tiga bentuk, yaitu penyajian materi, demo, dan pendampingan. Kegiatan penyuluhan ini disambut antusias oleh para pengrajin kapuk dan berharap dapat dilakukan secara intens di desa mereka karena telah memberikan insight. Penyuluhan ini memberikan insightbaik bagi pengabdi maupun peserta. Hal ini dikarenakan pengabdi dapat melihat langsung berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.  Hasil pengabdian ini menunjukkan perlunya dilakukan bimbingan secara teknis dalammembangkitkan dan mengembangkan bisnis kerajinan kapuk melalui strategi patronage sebagaiupaya memperkuat kemampuan pemasaran para mitra.

Kapuk Craft Business Group Sustainability In Dalaka Village Through The Patronage Strategy

This service aims to generate and develop the kapok handicraft business through a patronage strategy as an effort to strengthen the marketing capabilities of partners. This strategy is urgently needed by partners as a recovery effort for business sustainability that must be carried out by partners during the Covid-19 pandemic. The implementation of this service program will be carried out for 1 month. This program will be carried out by 6 (six) lecturers with collaboration of expertise in 4 fields. These fields include management accounting, financial accounting, marketing management and information systems and 1 student in marketing management and accounting. The transfer of science and technology to partners is carried out through counseling in three forms, namely material presentation, demonstration, and mentoring. This outreach activity was enthusiastically welcomed by the kapok craftsmen and hoped that it could be carried out intensely in their village because it had provided insight. This counseling provides insight for both devotees and participants. This is because servants can see firsthand the various problems faced by craftsmen, especially during this Covid-19 pandemic. The results of this service indicate the need for technical guidance in generating and developing the kapok handicraft business through a patronage strategy as an effort to strengthen the marketing capabilities of partners.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfiyaty, R., Suriady, I., & Maulana, A. C. (2019). Manajemen Krisis dalam Penanganan Pemberitaan Negatif Oknum Anggota oleh Humas Polda Sulawesi Tengah. Jurnal Komunikasi Dan Organisasi, 1(2), 81–91.

Butar, S. B. (2011). Memahami Akuntansi dari Perspektif Historis. Dinamika Sosial Ekonomi, 7(2).

Nirmalasari, A. (2020). Manajeman Krisis Dalam Public Relations?: Analisis Meta-Sintesis Aktivisme Online Crisis Management In Public Relations?: Meta-Synthesis Analysis Of Online Activism. Jurnal Penelitian Komunikasi Dan Opini Publik, 24(2), 98–112.

Retnawati, B. B., Leong, H., & Irmawati, B. (2021). Dinamika Upaya Digitalisasi Pemasaran dan Inovasi Produk Ikonik UMKM Kerajinan Bahan Alam di Jawa Tengah.

Rimawati, Y., & Ervanto, A. D. (2021). Potret Strategi Going Concern UMKM Pandai Besi Celurit Bermotif Madura. 4(2), 117–126. https://journal.umy.ac.id/index.php/jati/article/view/10602/pdf

Rosyad, A. A., & Wiguna, A. B. (2014). Analisis Keberlangsungan Usaha Mikro Malang Raya ( Tinjauan Perspektif Ekonomi Islam ). 564.

Sekarbuana, M. W., Setyawati, I. G. A. A., & Pascarani, N. N. D. (2017). Strategi Manajemen Krisis Public Relations PT . Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dalam Menghadapi Dampak Erupsi Gunung Agung 2017. 1–12.

Sholehudin, Huda, A. F., Restiani, D., & Saputra, D. I. S. (2017). Proses Digitalisasi Citra Analog Menggunakan Aplikasi Pengolah Citra Digital. Seminar Nasional Teknologi Informasi Dan Multimedia, 13–18.

Totanan, C. (2018a). Going Concern Dalam Metafora Ondel-Ondel. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 9(1), 87–105.

Totanan, C. (2018b). Pengaruh Patronage Buying Motives Terhadap Prinsip Going Concern Pada UMKM. Akuisisi: Jurnal Akuntansi, 14(1), 44–51. https://doi.org/10.24127/akuisisi.v14i1.249

Totanan, C., Bakry, M. I., Made, N., Parwati, S., Tadulako, U., & Sampingan, P. (2022). GOING CONCERN PADA INDUSTRI KAPUK DI KABUPATEN DONGGALA SULAWESI TENGAH Going Concern on Cotton Industry in Donggala Regency , Central Sulawesi. 4(2), 129–143.

Wibisono, I. P. (2017). Karakteristik , Patronage Buying Motives dan Keputusan Wisatawan Dalam Mengunjungi Desa Ekowisata Rajegwesi , Kabupaten Banyuwangi. Journal of Tourism and Creativity, 1(1), 49–70. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/tourismjournal/article/view/13797

Downloads

Published

2022-11-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

Jamaluddin, J., Yamin, N. Y., Nurdin, J., Laupe, S., Pattawe, A., & Haris , N. (2022). Sustainability Kelompok Bisnis Kerajinan Kapuk Di Desa Dalaka Melalui Strategi Patronage. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 4(4), 739-747. https://doi.org/10.36312/sasambo.v4i4.946