Pembelajaran Etnosains dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa pada Fisika Zat Padat

Authors

  • Dwi Pangga Universitas Pendidikan Mandalika
  • Dwi Sabda Budi Prasetya Universitas Pendidikan Mandalika
  • Sanapiah Sanapiah Universitas Pendidikan Mandalika

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v4i2.1650

Keywords:

Pembelajaran Etnosains, Pemahaman Konsep Fisika Zat Padat, MBKM

Abstract

Pendidikan fisika membutuhkan inovasi untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pembelajaran etnosains dalam meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa pada mata kuliah Fisika Zat Padat di bawah kerangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penelitian ini melibatkan 17 mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FSTT UNDIKMA. Penelitian ini di batasai pada penilaian hasil pemahaman konsep mahasiswa dalam mata kuliah Pendahuluan Fisika Zat Padat sebelum dan setelah penerapan pembelajaran etnosains. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner, lembar observasi, dan wawancara dengan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep fisika zat padat setelah menerapkan pendekatan etnosains. Sebelum penerapan pembelajaran etnosains, hanya terdapat 10 mahasiswa dari total 17 yang memiliki pemahaman konsep fisika zat padat yang memadai. Namun, setelah penerapan pembelajaran etnosains, terjadi peningkatan yang signifikan, di mana jumlah mahasiswa yang memahami konsep-konsep fisika zat padat meningkat menjadi 15 dari total 17 mahasiswa. Selain itu, Observasi mengindikasikan partisipasi dan keterlibatan mahasiswa yang lebih aktif. Sebelum penerapan pembelajaran etnosains, dimana sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat partisipasi yang terbatas. Mereka cenderung menjadi pendengar pasif dalam diskusi kelas, dan interaksi antar mahasiswa kurang terlihat. Setelah penerapan pembelajaran etnosains, terlihat peningkatan yang signifikan dalam tingkat partisipasi mahasiswa. Mereka lebih aktif berkontribusi dalam diskusi kelas, mengajukan pertanyaan, dan memberikan tanggapan terhadap materi pembelajaran. Sementara wawancara menggambarkan respon positif terhadap pembelajaran yang terkait dengan budaya lokal. Implikasi penelitian ini mencakup perbaikan kurikulum, pelatihan dosen, dan penelitian lanjutan. Dengan demikian, pembelajaran etnosains dalam konteks fisika zat padat dapat dianggap sebagai metode inovatif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa

Ethnoscience Learning in Enhancing Students' Understanding of Solid-State Physics Concepts

Abstract

The education of physics requires innovation to enhance students' understanding of concepts. This research aims to explore the role of ethnoscience learning in improving students' comprehension of concepts in the Solid-State Physics course under the framework of Independent Campus, Independent Learning (MBKM). The study involved 17 students from the Physics Education Study Program at FSTT UNDIKMA. It focused on assessing students' comprehension of concepts in the Solid-State Physics Introduction course before and after implementing ethnoscience learning. Research tools included questionnaires, observations, and interviews with students. The findings indicated a significant improvement in students' understanding of solid-state physics concepts after applying the ethnoscience approach. Before the implementation of ethnoscience learning, only 10 out of 17 students had adequate comprehension of solid-state physics concepts. However, after implementing ethnoscience learning, there was a notable increase, with 15 out of 17 students demonstrating an understanding of these concepts. Additionally, observations suggested increased active participation and involvement among students. Prior to the ethnoscience learning, most students had limited participation levels, often being passive listeners during class discussions, with minimal interaction among peers. Following the implementation of ethnoscience learning, there was a significant improvement in students' participation levels. They became more engaged in class discussions, asking questions, and providing responses to the learning material. Furthermore, interviews depicted a positive response to culturally relevant learning. The implications of this research encompass curriculum enhancements, faculty training, and further studies. Thus, ethnoscience learning in the context of solid-state physics can be considered an effective innovative method for enhancing students' conceptual understanding.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, S., Kudadiri, S., & Wijaya, C. (2019). Peran Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam Aceh Tenggara sebagai Agen of Social Change. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 4(2), 179. https://doi.org/10.24114/antro.v4i2.11950

Ardhuha, J., Doyan, A., & Susilawati, S. (2019). Pengembangan Modul Ajar Pada Mata Kuliah Pendahuluan Fisika Zat Padat Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Struktur Kristal Bagi Calon Guru. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 5(1), 40–49. https://doi.org/10.29303/jpft.v5i1.951

Cai, S., Liu, C., Wang, T., Liu, E., & Liang, J. C. (2021). Effects of learning physics using Augmented Reality on students’ self-efficacy and conceptions of learning. British Journal of Educational Technology, 52(1), 235–251. https://doi.org/10.1111/bjet.13020

Dr. Hafifuddin, M. A. (2016). Prosiding Seminar Nasional Peran Perguruan Tinggi Islam Dalam Pengembangan Masyarakat.

Gulo, E. (2021). Inovasi IPTEK dan Mutu Pendidikan dan Berintegritas. Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang, 7(2), 523–546.

Gunawan, G., Harjono, A., & Imran, I. (2016). Pengaruh Multimedia Interaktif Dan Gaya Belajar Terhadap Penguasaan Konsep Kalor Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 12(2), 118–125. https://doi.org/10.15294/jpfi.v12i2.5018

Hafizah, S. (2020). Penggunaan Dan Pengembangan Video Dalam Pembelajaran Fisika. Jurnal Pendidikan Fisika, 8(2), 225. https://doi.org/10.24127/jpf.v8i2.2656

Mukti, H., Suastra, I. W., & Aryana, I. B. P. (2022). Integrasi Etnosains dalam pembelajaran IPA. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 7(2), 356–362.

Muzayyanah, E., Saraswati, D. L., & Setyowati, L. (2022). Prosiding Seminar Nasional Sains Pengembangan Modul Multimedia Terintegrasi Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Fisika. 3(1), 62–70.

Nurdeni, Bhakti, Y. B., Alfin, E., Marhento, G., & Purwanti, P. (2022). Kemampuan Siswa Sekolah Menegah Pertama Dengan Pembelajaran Etnosains. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(6), 9779–9807. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.9937

Pauziah, D., & Laksanawati, W. D. (2023). Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis Augmented Reality Pada Materi Struktur Kristal. Jurnal Penelitian Pembelajaran. 14(2), 179–188. https://doi.org/10.26877/jp2f.v14i2.

Pertiwi, U. D., & Rusyda Firdausi, U. Y. (2019). Upaya Meningkatkan Literasi Sains Melalui Pembelajaran Berbasis Etnosains. Indonesian Journal of Natural Science Education (IJNSE), 2(1), 120–124. https://doi.org/10.31002/nse.v2i1.476

Shidiq, A. S. (2016). Pembelajaran sains kimia berbasis etnosains untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. “SEMINAR NASIONAL KIMIA DAN PENDIDIKAN KIMIA VIII: Peningkatan Profesionalisme Pendidik Dan Periset Sains Kimia Di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)” Program Studi Pendidikan FKIP UNS Surakarta, 14 Mei 2016, 227–235.

Suriati. (2021). Peningkatan hasil belajar materi tekanan zat padat melalui model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk siswa MTsN 1 BAUBAU Tahun Pelajaran 2019/2020. 1(1), 87–95.

Suryaman, M. (2020). Orientasi Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar. 13–28.

Verawati, N. N. S. P., Hikmawati, H., & Prayogi, S. (2023). Tren Studi Etnosains dalam Pendidikan STEM: Analisis Bibliometrik pada Abstrak Manuskrip Riset. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(2), 1050–1057. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i2.1415.

Downloads

Published

2023-12-17

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pangga, D., Prasetya, D. S. B., & Sanapiah, S. (2023). Pembelajaran Etnosains dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa pada Fisika Zat Padat. Empiricism Journal, 4(2), 464-470. https://doi.org/10.36312/ej.v4i2.1650