Kurikulum Merdeka dari Berbagai Perspektif Filsafat Pendidikan dan Filosofi Ki Hajar Dewantara

Authors

  • Ita Chairun Nissa Universitas Pendidikan Mandalika
  • I Wayan Suastra Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v4i2.1652

Keywords:

Kurikulum Merdeka, Filsafat Pendidikan, Ki Hajar Dewantara

Abstract

Sejak diluncurkan, Kurikulum Merdeka banyak menuai pro dan kontra di kalangan pendidik. Hal ini terjadi karena pendidik belum benar-benar memahami filosofi yang melandasi Kurikulum Merdeka. Para pendidik memandang bahwa hadirnya kurikulum baru akan menambah beban tugas keprofesian. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang dilakukan dengan protokol PRISMA. Sebanyak 19 studi dikaji untuk menemukan relevansi Kurikulum Merdeka dengan berbagai perspektif filsafat Pendidikan dan filosofi Ki Hajar Dewantara. Hasilnya menunjukkan bahwa konsep Pendidikan dalam Kurikulum Merdeka merupakan manifestasi dari filsafat progresivisme, filsafat konstruktivisme, filsafat humanism, filsafat esensialisme, filsafat idealisme dan filsafat Pancasila. Demikian juga filosofi Ki Hajar Dewantara sangat banyak melandasi Kurikulum Merdeka melalui semboyan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Studi ini diharapkan dapat memberikan dasar pemahaman tentang Kurikulum Merdeka yang membangun Pendidikan ke arah kemajuan dengan karakteristik Pancasila sebagai jati diri bangsa.

Independent Curriculum from Various Perspectives of Educational Philosophy and the Philosophy of Ki Hajar Dewantara

Abstract

Since its launch, the Independent Curriculum has attracted many pros and cons among educators. This happens because educators do not really understand the philosophy that underlies the Independent Curriculum. Educators view that the presence of a new curriculum will increase the burden of professional duties. This research is a literature study conducted using the PRISMA protocol. A total of 19 studies were examined to find the relevance of the Independent Curriculum to various educational philosophical perspectives and the philosophy of Ki Hajar Dewantara. The results show that the concept of education in the Independent Curriculum is a manifestation of the philosophy of progressivism, the philosophy of constructivism, the philosophy of humanism, the philosophy of essentialism, the philosophy of idealism and the philosophy of Pancasila. Likewise, Ki Hajar Dewantara's philosophy is very much the basis of the Independent Curriculum through the mottos of Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa and Tut Wuri Handayani. This study is expected to provide a basis for understanding the Independent Curriculum which builds education towards progress with the characteristics of Pancasila as national identity.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Efendi, P. M., Tatang Muhtar, & Yusuf Tri Herlambang. (2023). Relevansi Kurikulum Merdeka Dengan Konsepsi Ki Hadjar Dewantara: Studi Kritis Dalam Perspektif Filosofis-Pedagogis. Jurnal Elementaria Edukasia, 6(2), 548–561. https://doi.org/10.31949/jee.v6i2.5487

Fadlie, M. F. (2023). Relevansi Pemikiran Paulo Freire dan Ki Hajar Dewantara dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal PenaEmas, 1(1), 45–55. https://jurnal.man1pasuruan.sch.id/index.php/PenaEmas/article/view/8

Faiz, A., & Kurniawaty, I. (2020). Konsep Merdeka Belajar Pendidikan Indonesia Dalam Perspektif Filsafat Progresivisme. Konstruktivisme?: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 12(2), 155–164. https://doi.org/10.35457/konstruk.v12i2.973

Faradila, A., Priantari, I., & Qamariyah, F. (2023). Teaching at The Right Level sebagai Wujud Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Era Paradigma Baru Pendidikan. JPN: Jurnal Pendidikan Non-Formal, 1(1), 1–10.

Hadi, L. (2020). Pro dan Kontra Kebijakan Merdeka Belajar. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 6(4), 812–818. https://doi.org/10.5281/zenodo.4302861

Hakiky, N., Nurjanah, S., & Fauziati, E. (2023). Kurikulum Merdeka dalam Perspektif Filsafat Konstruktivisme. Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia, 3(2), 194–202. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v3i2.887

Istiq’faroh, N. (2020). Relevansi Filosofi Ki Hajar Dewantara Sebagai Dasar Kebijakan Pendidikan Nasional Merdeka Belajar Di Indonesia. Lintang Songo: Jurnal Pendidikan, 3(2), 1–10.

Muslim, A. (2023). Landasan Filsafat Idealisme dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health, 1(1), 34–40. https://doi.org/10.57235/jetish.v1i1.35

Nugroho, G. B. (2023). Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Basis Dalam Merdeka Belajar Untuk Mencetak Manusia Indonesia Berkarakter. Psiko Edukasi: Jurnal Pendidikan, Psikologi, Dan Konseling, 21(1), 28–40. https://doi.org/10.25170/psikoedukasi.v21i1.4374

Rahayuningsih, F. (2022). Internalisasi Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara Dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. SOCIAL?: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 1(3), 177–187. https://doi.org/10.51878/social.v1i3.925

Richardo, R., & Cahdriyana, R. A. (2021). Esensialisme dan Perspektifnya terhadap Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. LITERASI: Jurnal Ilmu Pendidikan, 12(2), 107–114. https://doi.org/10.21927/literasi.2021.12(2).107-114

Rohmah, N. N. S., Muckromin, A., & Fauziyati, E. (2022). Filsafat Humanisme dan Implikasinya Dalam Konsep Merdeka Belajar. Jurnal Ilmiah Mitra Swara Ganesha, 9(2), 135–143. http://ejournal.utp.ac.id/index.php/JMSG/article/view/2159

Rubingah, N. (2023). Kurikulum Merdeka dalam Pandangan Filsafat Esensialisme. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia (JUBPI), 1(1), 136–147.

Salmiyanti, S., & Desyandri, D. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Pandangan Filsafat Idealisme. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(2), 1371–1375. https://doi.org/10.33087/jiubj.v23i2.3379

Sanjaya, W., & Desyandri. (2023). Implementasi Pendidikan Karakter Pada Kurikulum Merdeka Menurut Kajian Filsafat Progresivisme. Pendas:Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 1–8.

Santika, I. (2023). Pembelajaran Berdiferensiasi dan Relevansi Visi Pedagogis Ki Hajar Dewantara dalam Mewujudkan Merdeka Belajar. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5(1), 1707–1715.

Syahrir, D., Kurniawana, R., Utami, V. Q. N., Irdamurni, & Desyandari. (2023). Hubungan Filosofi Ki Hajar Dewantara sebagai Dasar Kebijakan Pendidikan Nasional Merdeka Belajar di Indonesia. PENDAS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(1), 31–41.

Triyatno, Fauiziati, E., & Maryadi. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Prespektif. LENTERA Jurnal Ilmiah Kependidikan, 17(2), 17–23.

Utami, A., Rukiyati, & Prabowo, M. (2023). Internalisasi Filsafat Pancasila Melalui Profil Pelajar Pancasila Pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Paris Langkis, 3(2), 119–128. https://doi.org/10.37304/paris.v3i2.8310

Wijayanti, N., & Wicaksana, F. A. (2023). Freedom of Learning (Kurikulum Merdeka) in The View Ki Hadjar Dewantara and Relevance to The Character Education. Jurnal Suluh Pendidikan, 11(2), 190–198.

Wiryanto, W., & Anggraini, G. O. (2022). Analisis Pendidikan Humanistik Ki Hajar Dewantara dalam Konsep Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 15(1), 33–45. https://doi.org/10.21831/jpipfip.v15i1.41549

Zulaiha, S., Meldina, T., & Meisin, M. (2022). Problematika Guru dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 9(2), 163–177.

Downloads

Published

2023-12-17

Issue

Section

Articles

How to Cite

Nissa, I. C., & Suastra, I. W. (2023). Kurikulum Merdeka dari Berbagai Perspektif Filsafat Pendidikan dan Filosofi Ki Hajar Dewantara. Empiricism Journal, 4(2), 456-463. https://doi.org/10.36312/ej.v4i2.1652