Hubungan Frekuensi Kunjungan Rumah dan Dukungan Suami dengan Pemilihan Kontrsepsi pada Pasangan Usia Subur

Authors

  • Sri Kartika Sari Universitas Pendidikan Mandalika
  • Kardi Kardi Universitas Pendidikan Mandalika
  • Baiq Fathin Ayu universitas pendidikan mandalika

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v4i2.1742

Keywords:

Kunjungan Rumah, Dukungan Suami, Kontrsepsi.

Abstract

Jumlah penduduk Desa Kuranji Dalang sebanyak 2562 dan hasil dari data Pendataan Keluarga (PK 21) terdapat jumlah PUS sebanyak 528 orang. Mengutip dari jadwal kegiatan/buku visum PLKB, kunjungan rumah yang dilakukan kurang dari 2 kali dalam sebulan bahkan tidak sesuai dengan jadwal kegiatan yang di rencanakan karena overload desa binaan. Dan hasil wawancara yang dilakukan pada akseptor KB yaitu kurangnya pemahaman akseptor dan dukungan suami.Mengingat pentingnya metode promosi kesehatan dengan cara memberikan konseling tentang KB dalam memberikan atau meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku maka peneliti bermaksud melakukan penelitian terkait dengan hubungan frekuensi kunjungan rumah oleh konselor dan dukungan suami dengan metode kontrasepsi dengan metode pengambilan sampel di lakukan dengan teknik mengambil Sample Acak Sistimatis (Systematec Random Sampling) adalah unsur unsurnya dipilih secara sistimatis menurut pola yaitu menghitung kelipatan sample pertama di mulai dengan 1 kelipatan 6 sampai dengan 85 PUS yang menjadi respondenHasil dari penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan frekuensi kunjungan rumah oleh konselor dan dukungan suami pada PUS dengan metode kontrasepsi (p value = 0,001). Ada hubungan dukungan suami dengan metode kontrasepsi pada PUS (p value = 0,001). Sehingga dapat dinyatakan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi Kujungan rumah oleh konselor dan dukungan suami dengan metode kontrasepsi di Desa Kuranji Dalang Kecamatan Labuapi.

The Relationship Between the Frequency of Home Visits and Husband Support With the Selection of Contraception in Couples Of Childbearing Age

Abstract

The population of Kuranji Dalang Village is 2562 and the results of Family Data Collection data (PK 21) show that the number of PUS is 528 people. Quoting from the PLKB activity schedule/visum book, home visits are carried out less than twice a month and are not even in accordance with the planned activity schedule due to overload in the target villages. And the results of interviews conducted with family planning acceptors were a lack of understanding of the acceptors and support from their husbands. Considering the importance of health promotion methods by providing counseling about family planning in providing or improving knowledge, attitudes and behavior, the researcher intends to conduct research related to the relationship between the frequency of home visits by counselors. and husband's support with contraceptive methods with a sampling method carried out using a Systematic Random Sample technique (Systematec Random Sampling) where the elements are selected systematically according to a pattern, namely calculating multiples of the first sample starting with 1 multiple of 6 up to 85 PUS who are respondents. Results from This research found that there was a relationship between the frequency of home visits by counselors and husband's support for EFA with contraceptive methods (p value = 0.001). There is a relationship between husband's support and contraceptive methods in EFA (p value = 0.001). So it can be stated that there is a significant relationship between the frequency of home visits by counselors and husband's support with contraceptive methods in Kuranji Dalang Village, Labuapi District.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariyanta, F. (2013). Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Konsep Diri Penderita Kusta di Desa Bangklean Kabupaten Blora.

BKKBN (2019) Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi: Kebijakan Program dan Kegiatan Tahun 2019-2024, Jakarta: Deputi Bidang Keluarga Berencana Dan Kesehatan Reproduksi.

BKKBN PK 21 (2021), https://portalpk21.bkkbn.go.id

BKKBN, (2020). Rencana Kerja. Jakarta: BKKBN.

BKKBN, (2020). Rencana Strategis. Jakarta: BKKBN.

BKKBN. (2014). Buku Panduan Praktir Pelayanan Kontrasepsi Edisi 3. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

BKKBN. (2016). Kampung KB sebagai wahana pemberdayaan masyarakat. Retrieved Juli 10, 2020, from kampungkb.bkkbn.go.id

BKKBN. (2019). Perkembangan Pelaksanaan SGDs 2030 Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga. Retrieved Agustus 30, 2020, from BKKBN: sekesmas.fkm.unair.ac.id/wp-content/uploads/site/3/2019/10/pencapaian-SGDs-2030-program-KKBPK

Bria, E. I. (2014). Hubungan Peran Tenaga Kesehatan Dalam Memberikan Konseling Kb Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Wanita Pasangan Usia Subur Di Puskesmas Rafae Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).

Budhwani, H., Anderson, J., & Hearld, K. R. (2018). Muslim Women’s use contraception in the United States. Reproductive Health, 15(1), 8. https://doi.org/10.1186/s12978-017-0439-6 Buku Saku 10 Langkah PLKB.

Darroch, J.E Glida, S & Haley, B (2011) Contraceptive Technologi Responding to women’s Needs, New York Guttmacher Institusi Guttmacher Institusi.

Depkes RI, 2008, Materi Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Memilih Obat Bagi Tenaga Kesehatan, Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional, Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Depkes. (2015) Situasi Keluarga Berencana Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Vol 2.

DP2KBP3A. (2021). Profil Kampung Kb Al Bahari Desa Kuranji Dalang Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.

Hartanto. 2006. Ragam Metode Kontrasepsi, Jakarta : EGC.

Hidayati M. U. R., Sri, H. S., Anik, S. J. (2022). Dukungan Suami Berhubungan Dengan Pemilihan KB IUD Pada Wanita Usia Subur. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Volume 10 No 4, November 2022, e-ISSN 2655-8106, p-ISSN2338-2090 FIKKes Universitas Muhammadiyah Semarang bekerjasama dengan PPNI Jawa Tengah.

Kemkes RI. 2014. Situasi dan Analisis Keluarga Berencana. Jakarta. Hal 1,2, 7.

Kostania, G., Kuswati., Kusmiyati, L. (2014). Pengaruh Konseling Menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) Ber-KB Terhadap Penggunaan Kontrasepsi IUD. Jurnal KesMaDaSka-Juli 2014.000006.

Kurniawati, R., Suwanto, S., & Ismansyah, R. (2015). Hubungan Mutu Pelayanan dengan Motivasi Kunjungan Pasien di PUSKESMAS Air Putih Samarinda Tahun 2014.

Lisnawati, Rita A., Y. Rizkiana P. (2023). Hubungan antara Dukungan Suami, Pemberian Informasi dan Persepsi dengan Rendahnya Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD di Desa Sukawangi Tahun 2023. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah. Vol.2, No.4 April. 1043-1054. Diakses 17 Januari 2024.

Mugia, B. R, (2011). Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana Dan Penggantian Kontrasepsi. Jurnas Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6 No.3

Notoatmodjo, S. (2011). Gerakan Keluarga Berencana, Jakarta.

Notoatmodjo,S. (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta

Penelitian Mitra BKKBN (2020) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram. “Peran Petugas Lapangan Keluarga Berencana Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Dalam Pelayanan Keluarga Berencana di Provinsi NTB”.

Prawirohardjo, S. (2005),Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatanmaternal Dan Neonatal,. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo

Zaeni, A. (2006). Implementasi Kebijakan Program Keluarga Berencana di Kabupaten Batang Studi Kasus Peningkatan Kesertaan KB Pria di Kecamatan Gringsing (Doctoral dissertation, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro).

Downloads

Published

2023-12-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Sari, S. K., Kardi, K., & Ayu, B. F. (2023). Hubungan Frekuensi Kunjungan Rumah dan Dukungan Suami dengan Pemilihan Kontrsepsi pada Pasangan Usia Subur. Empiricism Journal, 4(2), 679-685. https://doi.org/10.36312/ej.v4i2.1742