Hubungan Usia Anak, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Stunting dengan Kejadian Tuberkulosis Paru pada Anak

Authors

  • Muhammad Fitrah Hamdani Unizar Mataram
  • Sahrun Sahrun Unizar Mataram
  • Dian Rahadianti Unizar Mataram
  • Ni Made Chandra Mayasari Unizar Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v6i1.2595

Keywords:

Usia, Berat Badan Rendah, Stunting, Tuberkulosis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, berat badan lahir rendah (BBLR), dan stunting dengan kejadian tuberkulosis paru (TB paru) pada anak di Puskesmas Lambu, Kabupaten Bima, pada tahun 2023. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 106 anak usia 0-18 tahun yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia 5-18 tahun merupakan kelompok usia dominan (54,7%), dengan mayoritas anak memiliki berat badan lahir normal (53,8%) dan tidak mengalami stunting (73,6%). Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia dan kejadian TB paru (p=1; OR=0). Namun, terdapat hubungan signifikan antara BBLR dan kejadian TB paru (p=0,026; OR=2,648), serta antara stunting dan kejadian TB paru (p=0,025; OR=3,110). Kesimpulan penelitian ini adalah BBLR dan stunting meningkatkan risiko TB paru pada anak, sementara usia tidak memiliki hubungan signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk intervensi kesehatan anak di wilayah dengan prevalensi TB tinggi.

Relationship between Child Age, Low Birth Weight (LBW) and Stunting with the Incidence of Pulmonary Tuberculosis in Children

Abstract

This study aims to analyze the relationship between age, low birth weight (LBW), and stunting with the incidence of pulmonary tuberculosis (TB) in children at Lambu Community Health Center, Bima Regency, in 2023. The research employed a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 106 children aged 0-18 years selected using a simple random sampling technique. Data were obtained from medical records and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the 5-18 year age group was the dominant category (54.7%), with the majority of children having normal birth weight (53.8%) and not experiencing stunting (73.6%). Bivariate analysis indicated no significant relationship between age and the incidence of pulmonary TB (p=1; OR=0). However, there was a significant relationship between LBW and pulmonary TB (p=0.026; OR=2.648), as well as between stunting and pulmonary TB (p=0.025; OR=3.110). The conclusion of this study is that LBW and stunting increase the risk of pulmonary TB in children, while age does not have a significant relationship. This research is expected to serve as a basis for child health interventions in areas with a high prevalence of TB.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anil, K. C., PL, B., & S, S. (2020). Low-Birth Weight and Its Associated Risk Factors: Health facility-based case-control study. PLoS ONE 15(6): e0234907. https://doi.org/10.1371/journal. pone.0234907.

Apriliasari, R., et al. (2018). Faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru pada anak (studi di seluruh puskesmas di Kabupaten Magelang). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 298-307.

De Araújo Morais, A. H., et al. (2021). Nutritional status, diet and viral respiratory infections: Perspectives for severe acute respiratory syndrome coronavirus 2. British Journal of Nutrition, 125(8), 851–862. https://doi.org/10.1017/S0007114520003311

Dinas Kesehatan Provinsi NTB. (2024). Jumlah Penderita Tuberkulosis Provinsi NTB Tahun 2023.

Dotulong et al. (2018). Hubungan Faktor Risiko Umur, Jenis Kelamin dan Kepadatan Hunian dengan Kejadian Penyakit Tb Paru di Desa Wori Kecamatan Wori. Jurnal Kedokteran Komunitas Dan Tropik, 3(2), 57–65. https://core.ac.uk/download/pdf/295073854.pdf

Ekasari, N. M. (2016). Faktor-Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tb Paru Balita di Bkpm Wilayah Semarang. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Ernirita, E. et al. (2020). Karakteristik Skrining Terhadap Kejadian Tuberculosis (TB) Paru Pada Anak di Puskesmas Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. In Prosiding Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ (Vol. 2020).

Fitria, P. A., & Rita, E. (2021). Karakteristik Skrining Yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru Pada Anak. Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice, 4(2), 85-92.

García, L. S., C, C., & Casas I, Pozo F, P. A. (2020). Viral Respiratory Infections In Very Low Birthweight Infants at Neonatal Intensive Care Unit: prospective observational study. BMJ Paediatr Open. 2020 Sep 22;4(1):e000661. doi: 10.1136/bmjpo-2020-000661. PMID: 33024832; PMCID: PMC7513636.

Henila, H., Ekawati, D., & Harokan, A. (2024). Analisis Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Pada Anak Balita. Jurnal'Aisyiyah Medika, 9(2).

Ibama, A., et al. (2023). Nutritional Status and Its Association with the Pattern and Risk of Acute Respiratory Infections among Infants in Rivers State, Nigeria: The Salient Factors and Way Out. International Journal of Family Medicine & Healthcare, 2(1), 1–12. https://doi.org/10.33425/2833-0382.1009

Jahiroh, N. F. N., & Prihartono, N. (2013). Hubungan Stunting dengan Kejadian Tuberkulosis Pada Balita. The Indonesian Journal of Infectious Diseases, 1(2), 6-13.

Kememnterian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk Klinis Tatalaksana Tuberkulosis Anak dan Remaja. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.

Ma, W. W., Wang, L. C., Zhao, D. A., Wei, N., Cui, J. W., & Li, S. J. (2024). Analysis of T-lymphocyte subsets and risk factors in children with tuberculosis. Tuberculosis, 146, 102496.

Nadila, N. N. (2021). Hubungan Status Gizi Stunting Pada Balita dengan Kejadian Tuberkulosis. Jurnal Medika Hutama, 2(02 Januari), 475-479.

Nurpaqih, M., Utomo, D. E., & Sartika, I. (2024). Hubungan Motivasi Kesembuhan Dan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kesembuhan Pasien Tuberkulosis RSUP DR Sitanala. Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 168-175.

Pratomo, I. P., Burhan, E., & Tambunan, V. (2012). Malnutrisi dan Tuberkulosis. J Indon Med Assoc, 62(230), 7-12.

Purba, E., Hidayat, W., & Silitonga, E. (2019). Analisis Implementasi Kebijakan Penanggulangan Tb Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Tb Paru di Puskesmas Tigabaru Kabupaten Dairi Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Simantek, 3(3).

Putri, W. R. (2023). Peranan Sistem Imunitas Melawan Infeksi Tuberkulosis Paru-Paru. Meditory: The Journal of Medical Laboratory, 11(1), 9-16.

Widyastuti, N. N., Nugraheni, W. P., Miko Wahyono, T. Y., & Yovsyah, Y. (2021). Hubungan Status Gizi Dan Kejadian Tuberculosis Paru Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 24(2), 89-96.

Wijaya, M. S., Mantik, M. F., & Rampengan, N. H. (2021). Faktor Risiko Tuberkulosis pada Anak. e-CliniC, 9(1).

Yani, D. I., Fauzia, N. A., & Witdiawati, W. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan TBC Pada Anak Di kabupaten Garut. Jurnal Keperawatan BSI, 6(2), 105-114.

Downloads

Published

2025-03-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Hamdani, M. F., Sahrun, S., Rahadianti, D., & Mayasari, N. M. C. (2025). Hubungan Usia Anak, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Stunting dengan Kejadian Tuberkulosis Paru pada Anak. Empiricism Journal, 6(1), 158-165. https://doi.org/10.36312/ej.v6i1.2595