Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur dan Tingkat Stres pada Anggota Samapta Polres Lombok Utara

Indeks Massa Tubuh Aktivitas Fisik Kualitas Tidur Tingkat Stres

Authors

Downloads

How to Cite

Widyadari, N. N. D. B., Azhar, A. A. B., Dahlia, Y., & Hidayati, S. (2025). Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur dan Tingkat Stres pada Anggota Samapta Polres Lombok Utara. Empiricism Journal, 6(1), 204-212. https://doi.org/10.36312/ej.v6i1.2603

Stres merupakan kondisi psikologis yang kerap muncul akibat tekanan berlebih, terutama pada profesi dengan tuntutan tinggi seperti kepolisian. Faktor-faktor seperti Indeks Massa Tubuh (IMT), aktivitas fisik, dan kualitas tidur memiliki peran krusial dalam menentukan tingkat stres seseorang. IMT yang tidak seimbang dapat memicu perubahan hormonal dan metabolisme yang meningkatkan kerentanan dan stres. Aktivitas fisik yang memadai berperan sebagai mekanisme adaptif, membantu tubuh mengelola tekanan melalui peningkatan fungsi saraf dan pelepasan hormon pencegah stres. Selain itu, kualitas tidur yang baik menjadi fondasi penting dalam menjaga kestabilan emosi dan kemampuan adaptasi dan situasi penuh tekanan. Interaksi ketiga faktor ini sangat menentukan keseimbangan mental dan kesehatan secara menyeluruh. Penelitian ini dilakukan di Polres Lombok Utara menggunakan desain  analitik observasional, dengan  rancangan cross sectional. Penelitian ini menilai  Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktivitas Fisik, Kualitas dan Tingkat Stres pada Anggota Samapta. Sampel penelitian ini berjumlah 30 responden. Analisis data menggunakan SPSS Versi 23. Hasil dari penelitian menunjukkan Indeks Massa Tubuh (IMT) (P-value = 0,934, RS = 0,016), Aktivitas Fisik (P-value 0,012, RS = -0,451), dan Kualitas Tidur (P-value 0,012 RS= -0,451) dan tingkat stres pada anggota samapta. Tidak terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Tingkat Stres, tetapi terdapat hubungan antara Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur dan Tingkat Stres pada Anggota Samapta Polres Lombok Utara.

Relationship Between Body Mass Index (BMI), Physical Activity, Sleep Quality and Stress Levels in Samapta Members of the North Lombok Police

Abstract

Stress is a psychological condition commonly triggered by excessive pressure, especially in high-demand professions such as the police force. Factors such as Body Mass Index (BMI), physical activity, and sleep quality play a crucial role in determining a person's stress level. An unbalanced BMI can trigger hormonal and metabolic changes that increase vulnerability to stress. Adequate physical activity serves as an adaptive mechanism, helping the body manage pressure through improved neural function and the release of stress-preventing hormones. Furthermore, good sleep quality provides an essential foundation for emotional stability and adaptability to stressful situations. The interaction of these three factors greatly influences mental balance and overall health.This study was conducted at the North Lombok Police Department using an observational analytic design with a cross-sectional approach. The study evaluated the relationship between BMI, physical activity, and sleep quality on stress levels among Samapta officers. A total of 30 respondents participated in the study. Data analysis was performed using SPSS Version 23. The study results indicated that Body Mass Index (BMI) (P-value = 0.934, RS = 0.016, physical activity (P-value = 0.012, RS = -0.451) and sleep quality (P-value = 0.012, RS = -0.451) to stress levels among Samapta officers. There is no significant relationship between BMI and stress levels. However, there is a significant relationship between physical activity and sleep quality with stress levels among Samapta officers in the North Lombok Police Department.