Rekonstruksi Kesadaran Pajak: Kajian Fenomenologis Dalam Lintas Dinamika Sosio-Ekonomi

Kepatuhan Wajib Pajak Kesadaran Wajib Pajak Dinamika Sosial Ekonomi Fenomenologi Transendental Sanders Analysis

Authors

Downloads

How to Cite

Mirza, J. R., Wisdawati, R. A., & Prayitno, E. T. (2025). Rekonstruksi Kesadaran Pajak: Kajian Fenomenologis Dalam Lintas Dinamika Sosio-Ekonomi. Empiricism Journal, 6(1), 167-177. https://doi.org/10.36312/ej.v6i1.2703

Percepatan perkembangan coffee shop di Kota Malang mencerminkan dinamika sosial dan ekonomi yang kompleks pada sektor UMKM. Meskipun coffee shop turut andil dalam percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, rendahnya kesadaran dan kepatuhan pajak di kalangan penggiat usaha menunjukkan adanya pergulatan persepsi akan makna pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berpadu dengan metoda fenomenologi transendental Husserl. Subjek penelitian adalah pengusaha coffee shop di Kota Malang dengan pengalaman minimal tiga tahun. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara snowball sampling melalui rekomendasi informan kunci. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, didukung dengan pedoman wawancara yang mendalam guna menguji validirasnya melalui expert judgment dan reliabilitasnya melalui peer debriefing. Teknik analisis data mengacu pada model Sanders (1982), melalui tahapan bracketing (ephoce), noema-noesis, reduksi eidetik, dan sintesis makna. Temuan dilapangan menunjukkan bahwa persepsi dan pengalaman memiliki peran yang kuat dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada kewajiban perpajakan penggiat coffee shop. Hal ini dipengaruhi oleh nuansa negatif yang bersumber dari minimnya peran pemerintah terkait, ketidakjelasan manfaat perpajakan, serta ketimpangan sosial ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kesadaran pajak sebaiknya dimulai dari rekontruksi pemaknaan pajak berbasis pengalaman serta konteks sosial penggiat usaha.