Pemanfaatan Fly Ash dan Pasir Tayan dalam High Performance Concrete (HPC): Studi Kasus Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

Authors

  • Iskandar Purba Institut Teknologi PLN
  • Suryadi Suryadi Institut Teknologi PLN
  • Febrian Ramadhan Institut Teknologi PLN

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v6i2.2745

Keywords:

Fly Ash, FABA, High Performance Concrete, Pasir Tayan, Infrastruktur Berkelanjutan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengoptimalkan formulasi High Performance Concrete (HPC) melalui pemanfaatan fly ash dari PLTU Suralaya sebagai bahan substitusi semen dan pasir Sungai Kapuas (Pasir Tayan, Kalimantan Barat) sebagai agregat halus, guna menghasilkan beton yang memenuhi standar teknis internasional serta mendukung keberlanjutan konstruksi. Metodologi yang digunakan mengacu pada standar Tiongkok seperti TB/T 3275-2011, TJ/GW 158-2018, dan JGJ 55-2011, dengan fokus pada desain komposisi campuran beton berdasarkan karakteristik lingkungan proyek dan hasil uji teknis material. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fly ash Suralaya memiliki kehalusan, komposisi kimia, dan reaktivitas pozzolan yang sesuai dengan standar teknis, serta mampu meningkatkan performa beton dari aspek kekuatan jangka panjang dan daya tahan terhadap lingkungan agresif. Sementara itu, dari berbagai sumber pasir yang diuji, hanya pasir Sungai Kapuas yang memenuhi seluruh persyaratan agregat halus untuk HPC menurut standar TB 3275-2011, menandakan perlunya eksplorasi lebih lanjut terhadap quarry lokal lain yang potensial. Simpulan dari kajian ini merekomendasikan pemanfaatan optimal fly ash dan agregat lokal sebagai strategi efisiensi biaya, pengurangan emisi karbon, serta peningkatan kualitas dan keberlanjutan dalam proyek infrastruktur berskala nasional seperti KCJB.

Utilization of Fly Ash and Tayan Sand in High Performance Concrete (HPC): A Case Study from the Jakarta–Bandung High-Speed Railway Project

Abstract

This study aims to analyze and optimize the formulation of High Performance Concrete (HPC) by utilizing fly ash from the Suralaya coal-fired power plant as a cement substitute and Kapuas River sand (Tayan sand, West Kalimantan) as fine aggregate, to produce concrete that meets international technical standards and supports sustainable construction. The methodology follows Chinese standards such as TB/T 3275-2011, TJ/GW 158-2018, and JGJ 55-2011, focusing on concrete mix design based on project environmental conditions and technical testing of materials. Test results show that Suralaya fly ash has fineness, chemical composition, and pozzolanic reactivity consistent with technical standards, enhancing the concrete’s long-term strength and durability against aggressive environments. Among various sand sources tested, only Kapuas River sand meets all fine aggregate requirements for HPC according to TB 3275-2011, indicating the need for further exploration of other potential local quarries. The study concludes by recommending the optimal use of fly ash and local aggregates as a cost-efficient, carbon-reducing strategy to improve quality and sustainability in large-scale national infrastructure projects such as KCJB.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aitchin, P. C. (2003). The durability characteristics of high performance concrete. Cement and Concrete Composites, 25, 409–420.

Antara News. (2023, Desember 20). Pemanfaatan FABA dari sisa pembakaran PLTU PLN menjadi bahan baku pembangunan bernilai ekonomis. https://sumbar.antaranews.com/berita/570477/pemanfaatan-faba-dari-sisa-pembakaran-pltu-pln-menjadi-bahan-baku-pembangunan-bernilai-ekonomis

Aprizon, A., & Pramudiyanto, D. (2008). Pemanfaatan pasir Merapi untuk beton mutu tinggi. Jurnal Jalan dan Jembatan, 7(2), 161–170. https://binamarga.pu.go.id/jurnal/index.php/jurnaljalanjembatan/article/view/161

Chinese Standard. (2022). Sand for construction (GB/T 14684-2022). https://www.chinesestandard.net/PDF.aspx/GBT14684-2022

Darwis, Z. S., & Hidayat, H. (2015). Pemanfaatan limbah bottom ash sebagai substitusi agregat halus dalam pembuatan beton. Jurnal Fondasi, 4(1), 52–57.

Ghozali, K. E., Yonathan, A., Antoni, A., & Hardjito, D. (2020). Penelitian awal pemanfaatan fly ash dan bottom ash PLTU Suralaya dalam pembuatan beton di lingkungan pantai. Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil, 9(1), 47–52. https://publication.petra.ac.id/index.php/teknik-sipil/article/view/7705

Irawan, R. R. (2020). Beton kinerja tinggi: Teknologi dan aplikasi di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan, Kementerian PUPR. https://binamarga.pu.go.id/perpustakaan/repositori/beton-kinerja-tinggi-teknologi-dan-aplikasi-di-indonesia

JGJ 55-2011. (2011). Specification for mix proportion design of ordinary concrete.

Martin, D. J., et al. (2014). Kuat tekan beton geopolymer berbahan dasar abu terbang. Jurnal Sipil Statik, 2, 277–282.

Mira, S. (2018). Fly ash sebagai bahan pengganti semen pada beton. Seminar Nasional Sains dan Teknologi.

Mordor Intelligence. (2024). Indonesia ready-mix concrete market – Growth, trends, and forecasts (2024–2029). https://www.mordorintelligence.com/industry-reports/indonesia-ready-mix-concrete-market

Pangestu, O. A., & Kurniawan, A. (2019). Pengaruh fly ash PLTU Suralaya terhadap performa beton di PT Pionirbeton Industri (Skripsi, Universitas Gadjah Mada). UGM Repository. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/179728

Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat antara Jakarta dan Bandung. (2015).

PLN. (2025, Februari). Sepanjang 2024, 3,4 juta ton FABA dari PLN dimanfaatkan jadi berbagai bahan pendukung infrastruktur masyarakat. https://web.pln.co.id/cms/media/siaran-pers/2025/02/sepanjang-2024-34-juta-ton-faba-dari-pln-dimanfaatkan-jadi-berbagai-bahan-pendukung-infrastruktur-masyarakat/

SNI 03-1970-1990. (1991). Metode pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat halus.

SNI 2847:2019. (2019). Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung.

TB/T 3275-2011. (2011). Concrete for railway engineering.

TJ/GW 158-2018. (2018). The tentative technical requirements of high performance concrete on bridge-tunnel and subgrade structure of Jakarta–Bandung high speed railway.

Downloads

Published

2025-06-19

Issue

Section

Articles

How to Cite

Purba, I., Suryadi, S., & Ramadhan, F. (2025). Pemanfaatan Fly Ash dan Pasir Tayan dalam High Performance Concrete (HPC): Studi Kasus Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Empiricism Journal, 6(2), 359-370. https://doi.org/10.36312/ej.v6i2.2745